hut_ri_65.png
  Informasi Kegiatan
Sehubungan dengan telah diterbitkannya Foto/Poster Resmi Presiden RI dan Wakil Presiden RI (Copyright 2009 : Biro Pers dan Media/Rumga-Pres RI). Bersama ini dengan hormat diberitahukan kepada seluruh Kantor Pemerintah (Kantor Menko, Departemen, Lembaga Negara, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, BUMN dan Kantor Perwakilan RI) yang memerlukan foto/poster tersebut dapat mengambil langsung dengan membawa surat permohonan ke Biro Pers dan Media Rumah Tangga Kepresidenan Sekretariat Negara RI, Jl. Veteran 16 Jakarta 10110, Telepon 021-3860189.
 
mediacomindo
MENU UTAMA
Standar Pelayanan Setneg
Prosedur Tetap
Pengumuman CPNS Setneg
Pengumuman CPNS Setkab
Informasi Tanda Kehormatan
Indonesia South South Technical Cooperation
Kerjasama Teknik Luar Negeri
Informasi Beasiswa
Jurnal Negarawan
Berita Foto
Pengaduan Masyarakat
Pengumuman
Webmail SETNEG
Koperasi SETNEG
Link
    www.indonesia.go.id
    www.wapresri.go.id
    www.setkab.go.id
    www.wantimpres.go.id
Hubungi Kami

SEKRETARIAT NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
Jl. Veteran No 17 - 18
Jakarta 10110
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya

Presiden Anugrahkan Investment Award Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini
Rabu, 19 Desember 2007

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan penghargaan Investment Award kepada enam kabupaten dan kota yang dinilai melakukan pelayanan terpadu satu pintu terbaik, serta kepada empat perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terbaik. Penghargaan diberikan di Istana Negara, Selasa (18/12), kepada Kabupaten Sidoarjo, Sragen, Jembrana, Kota Yogyakarta, Cimahi, dan Banjar Baru. Untuk PMA diberikan kepada PT. Frisian Flag Indonesia sebagai PMA berskala besar, dan PT A.W. Faber-Castell Indonesia untuk PMA berskala menengah kecil. Sedangkan PMDN diberikan kepada PT. Pamapersada Nusantara, sebagai PMDN berskala besar, dan PT. Aneka Tambang Tbk, sebagai PMDN-BUMN.

Dalam laporannya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), M. Luthfi mengatakan bahwa penghargaan ini diberikan atas kontribusi perusahaan PMA/PMDN dan pemerintah Kabupaten/Kota dalam meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. “Melalui apresiasi ini diharapkan semua yang terkait, termasuk pemerintah daerah, dapat mengupayakan peningkatan pelayanan investasi di Indonesia, sehingga peringkat Indonesia bisa meningkat dan bersaing dengan negara ASEAN lainnya,“ kata Luthfi.

Luthfi menjelaskan realisasi investasi di Indonesia untuk periode 1 Januari – 15 Desember 2007 mencapai Rp 125,94 triliun (13,99 miliar dolar AS) naik 169,02 persen dibanding tahun 2006, dan melampaui target tahun 2007 sebesar 183,69 persen. PMA memberikan kontribusi terbesar, yaitu Rp 91,80 triliun (10,20 miliar dolar AS), dan PMDN Rp 34,14 triliun (3,79 miliar dolar AS). Menurut data BKPM, lima investor terbesar untuk tahun ini adalah Singapura, Inggris, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Bidang-bidang yang mencapai realisasi proyek PMDN teratas adalah sektor industri kertas dan percetakan, makanan, logam, mesin dan elektronika, tanaman pangan dan perkebunan serta konstruksi. Sedangkan PMA lima peringkat teratas realisasi proyek adalah bidang usaha transportasi, gudang dan komunikasi, industri kimia dasar dan farmasi, industri logam, mesin dan elektronika, makanan dan kertas.

Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, lanjut Luthfi, termasuk daerah yang banyak diminati investor lokal dan asing. “Untuk perusahaan PMDN, lima provinsi menempati peringkat lima besar berdasarkan lokasi, yaitu Jawa Barat, Jambi, DKI Jakarta, Riau dan Sulawesi Tenggara. Sedangkan lokasi yang banyak diminati PMA adalah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Riau dan Banten," ujar Luthfi.

Meskipun pencapaian realisasi investasi tahun ini meningkat sangat baik, Luthfi menyadari masih banyak hal yang perlu dibenahi. “Pekerjaan rumah kita adalah mengubah mindset dan mulai menggelar red carpet bagi investor. Bukan lagi pengawasan seperti dulu, tetapi harus customer care, karena persaingan untuk menarik investasi itu sangat dinamis. Namun iklim investasi memang harus terus diperbaiki dan tentunya hanya efektif bila diikuti dengan kebijakan fiskal. Strategi pemerintahan sekarang sudah tepat, fokus pada infrastruktur dari mulai pembangunan jalan dan sarana transportasi hingga pembangkit tenaga listrik,“ Luthfi menambahkan.

 

Sumber:
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/12/18/2578.html

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >