hut_ri_65.png
  Informasi Kegiatan
Sehubungan dengan telah diterbitkannya Foto/Poster Resmi Presiden RI dan Wakil Presiden RI (Copyright 2009 : Biro Pers dan Media/Rumga-Pres RI). Bersama ini dengan hormat diberitahukan kepada seluruh Kantor Pemerintah (Kantor Menko, Departemen, Lembaga Negara, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, BUMN dan Kantor Perwakilan RI) yang memerlukan foto/poster tersebut dapat mengambil langsung dengan membawa surat permohonan ke Biro Pers dan Media Rumah Tangga Kepresidenan Sekretariat Negara RI, Jl. Veteran 16 Jakarta 10110, Telepon 021-3860189.
 
mediacomindo
MENU UTAMA
Standar Pelayanan Setneg
Prosedur Tetap
Pengumuman CPNS Setneg
Pengumuman CPNS Setkab
Informasi Tanda Kehormatan
Indonesia South South Technical Cooperation
Kerjasama Teknik Luar Negeri
Informasi Beasiswa
Jurnal Negarawan
Berita Foto
Pengaduan Masyarakat
Pengumuman
Webmail SETNEG
Koperasi SETNEG
Link
    www.indonesia.go.id
    www.wapresri.go.id
    www.setkab.go.id
    www.wantimpres.go.id
Hubungi Kami

SEKRETARIAT NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
Jl. Veteran No 17 - 18
Jakarta 10110
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya

Presiden SBY Membuka Rapim Kementerian Luar Negeri Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini
Kamis, 04 Februari 2010

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Rapat Kerja Pimpinan Kementerian Luar Negeri dan Kepala Pimpinan RI di luar negeri, Kamis (4/2) pagi, di Istana Negara. Rapim yang diikuti 215 peserta, terdiri atas pejabat teras Kementerian Luar Negeri dan para duta besar Indonesia di luar negeri ini berlangsung hingga lima hari ke depan.

Menurut Menteri Luar Negeri Marty M. Natalegawa, dunia yang sudah berubah perlu pendekatan baru pula. ""Setiap diplomat Indonesia yang bertugas di luar negeri harus mampu membaca situasi dengan cermat dan beradaptasi secara cepat, tepat, cerdas dan secara terukur agar dapat mengubah tantangan menjadi peluang," ujar Menlu.

Marty meminta diplomat Indonesia bersikap kreatif, inovatif, dan hands on dalam memastikan pelaksanan misi. "Tidak bersikap rutin dan berani muncul dengan ide-ide segar serta thinking outside the box," Menlu Marty menambahkan.

Menlu mengedepankan azas kecakapan dalam pembinaan karir untuk menciptakan diplomat yang handal. "Diplomasi tidak dapat lengah sedikitpun dan harus konstan untuk memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara," Marty menegaskan.

Dalam sambutannya, Presiden SBY menjelaskan hakikat misi diplomat Indonesia ada dua. Pertama, memperjuangkan kepentingan nasional dengan segala turunannya, termasuk melindungi WNI yang ada di luar negeri. Kedua, memelihara dan meningkatkan hubungan baik dengan negara-negara lain.

"To depend our national interest, sedemikian rupa tanpa merusak hubungan baik antara Indonesia dengan negara akreditasi. Di situ diperlukan soft power approach misalnya, diperlukan gaya, diperlukan seni, diperlukan kecakapan para diplomat kita untuk mancapai tujuan kembar itu," SBY menjelaskan

Hadir dalam acara tersebut menteri KIB II, Komisi I DPR RI, diplomat-diplomat senior Mochtar Kusumaatmadja dan Hassan Wirajuda. (yun)

 

 

 

Sumber:
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2010/02/04/5102.html

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >