|
PENGARAHAN
PRESIDEN REPUBLIK
INDONESIA
PADA ACARA
PENYERAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN
TAHUN ANGGARAN
2010
DI ISTANA NEGARA, JAKARTA
PADA TANGGAL 5 JANUARI 2010
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Salam sejahtera untuk
kita semua,
Yang saya hormati Saudara
Wakil Presiden Republik Indonesia, para Pimpinan dan Anggota Lembaga-lembaga
Negara, para Pimpinan Komisi, serta Pimpinan dan Anggota Badan Anggaran Dewan
Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, para Menteri
Kabinet Indonesia Bersatu II, para Gubernur, serta Hadirin
sekalian yang saya muliakan.
Marilah kita
bersama-sama sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang
Maha Kuasa, Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat menghadiri
penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran atau DIPA pada tahun 2010. Sebagaimana
tahun sebelumnya, penyerahan DIPA kali ini juga dilaksanakan di
Istana Negara, Jakarta.
Pada
kesempatan ini, saya ingin menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 2010 kepada
Saudara semua dan kepada seluruh rakyat Indonesia. Semoga tahun ini, kita
senantiasa diberi kekuatan, keteguhan, dan perlindungan oleh Tuhan Yang Maha
Kuasa dalam menjalankan amanat rakyat.
Saudara-saudara,
Bagi jajaran
Kabinet Indonesia Bersatu II, tahun 2010 adalah tahun
pertama untuk menjabarkan dan melaksanakan berbagai rencana strategis, rencana
aksi, dan program-program pemerintah. Untuk mendukung program-program tersebut, pada
kesempatan ini, saya telah menyerahkan secara langsung DIPA Tahun
2010.
Sebagai
Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Negara, sebagaimana diamanatkan dalam
Undang-Undang No.17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, pada hari ini saya
serahkan secara resmi DIPA kepada para Menteri, para Pimpinan Lembaga
Pemerintah yang saya kuasakan sebagai Pengguna Anggaran. Saya juga menyerahkan
DIPA kepada para Gubernur, yang saya beri kekuasaan untuk mengelola Keuangan
Daerah. Kemudian, saya juga menyerahkan DIPA kepada Saudari Menteri Keuangan,
selaku Bendahara Umum Negara. Penyerahan ini semua sekaligus menandai
dimulainya pelaksanaan APBN tahun 2010, baik di pusat maupun di daerah.
Dalam
kesempatan kali ini, saya ingin kembali menekankan pentingnya sinergi antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sebagai penyelenggara pemerintahan
secara umum, maupun dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan negara. Untuk itu, saya mengajak para Pimpinan Lembaga Negara, para Menteri, serta
para Gubernur, untuk meningkatkan pengelolaan anggaran negara dengan lebih
transparan, lebih akuntabel, dan lebih berorientasi pada hasil. Insya Allah, dengan cara itu kita dapat
menggunakan anggaran dengan lebih baik, lebih efisien, dan dapat
dipertanggungjawabkan kepada rakyat.
Melalui
penyerahan DIPA hari ini, kita ingin rakyat mengetahui secara terbuka
pelaksanaan anggaran dan program pembangunan tahun 2010 ini yang benar-benar
telah siap untuk dijalankan. Kita juga ingin menunjukkan kepada publik tentang komitmen
segenap jajaran pemerintah untuk melaksanakan amanat Undang-Undang
No. 47 tahun 2009 tentang APBN 2010.
Hadirin yang
saya muliakan,
Di tengah
tantangan dan imbas krisis ekonomi global yang terjadi, alhamdulillah, dengan kerja keras dan berbagai upaya yang telah
ditempuh, kita dapat mempertahankan kinerja perekonomian tahun 2009 jauh lebih
baik dibandingkan dengan kinerja di banyak negara di dunia. Pertumbuhan ekonomi
nasional pada tahun 2009 diperkirakan berada di atas 4%, atau di peringkat ketiga
tertinggi di negara kelompok G-20. Tingkat inflasi, alhamdulillah, hanya 2,78%, suatu angka terendah dalam 10 tahun
terakhir. Nilai tukar Rupiah ditutup pada tingkat Rp 9.400-an per-US$ pada
akhir tahun 2009, atau terjadi penguatan sebesar 15%. Cadangan
devisa telah terakumulasi di atas US$ 65 miliar, tingkat
tertinggi yang pernah kita capai.
Kinerja APBN
Perubahan tahun 2009 juga mencatat prestasi yang patut kita syukuri. Defisit APBN Perubahan 2009 dapat diturunkan
menjadi sekitar Rp 87 triliun atau 1,6% dari PDB, jauh lebih
rendah dari sasaran awal yang berjumlah Rp 130 triliun atau 2,4% dari
PDB. Pencapaian ini juga jauh lebih baik dari kinerja di banyak negara di dunia
yang mengalami dampak krisis. Di banyak negara telah terjadi pembengkakan
defisit anggaran mencapai 5-10% dari PDB, dengan tingkat
pertumbuhan ekonomi yang negatif.
Pendapatan negara
tahun 2009 mencapai Rp 867 triliun, atau hanya 0,5% lebih rendah dari sasaran.
Realisasi penerimaan perpajakan memang 1,7% lebih rendah dari sasaran. Namun Penerimaan
Negara Bukan Pajak (PNBP), termasuk PNBP kontribusi dari berbagai kementerian
negara/lembaga mencapai Rp 225 triliun atau 3% di atas sasaran.
Realisasi
belanja negara tahun 2009 mencapai Rp 954 triliun, atau 4,7% lebih rendah dari
rencana. Dengan pengelolaan utang yang lebih baik dan dengan tingkat
kepercayaan ekonomi yang makin tinggi akibat kebijakan penanganan krisis yang
tepat dan cepat, di tahun 2009 kita dapat menghemat pembayaran bunga utang
lebih dari Rp 15 triliun. Di samping itu, yang juga menggembirakan adalah
tingkat pencapaian belanja kementerian negara/lembaga, termasuk belanja
stimulus fiskal. Penyerapan belanja kementerian negara/lembaga mencapai sekitar
96%, persentase tertinggi yang pernah dicapai. Penyerapan belanja stimulus
fiskal juga menggembirakan dengan pencapaian sekitar 94% dari sasaran. Di antara
kementerian dan lembaga yang memiliki anggaran terbesar, saya mencatat prestasi
menggembirakan dalam penyerapan anggaran. Pertama, di Departemen Pekerjaan Umum
mencapai 78%, Departemen Pendidikan mencapai 93%, Departemen Pertahanan mencapai
100%, Departemen Agama 92%, dan Kepolisian Negara RepubIik Indonesia dengan
pencapaian hampir 100%.
Dengan
kemampuan anggaran untuk membiayai defisit dan pengelolaan Surat Berharga Negara
yang jauh lebih baik di akhir tahun 2009 kita mampu menghasilkan Surplus Anggaran
atau SILPA sebesar Rp 38 triliun. Seperti kita ingat bahwa dalam APBN 2009,
kita menggunakan SILPA tahun 2008, sebesar Rp 52 triliun. Prestasi kinerja APBN
dalam dua tahun berturut-turut ini menjadi istimewa, Saudara-saudara, justru
pada saat perekonomian kita menghadapi krisis global yang mengancam penerimaan
negara. Di samping itu menjadi lebih istimewa lagi, SILPA tahun 2009 terjadi
dengan penyerapan anggaran belanja kementerian negara/lembaga. Dengan demikian,
fungsi APBN untuk melakukan stimulasi ekonomi tetap dapat berjalan, di satu
sisi, sedangkan penerimaan negara tetap dapat diamankan, pada sisi yang lain.
Dengan SILPA tersebut, kita akan memiliki keleluasaan anggaran untuk
mengakselerasi program-program prioritas yang belum tersedia anggarannya pada
tahun ini.
Hadirin yang
saya hormati,
Keberhasilan
kita di bidang ekonomi tentu juga menunjukkan keberhasilan kondisi lain, seperti stabilitas politik, kondisi sosial masyarakat,
kepastian hukum, serta sektor keamanan di seluruh tanah air. Kita telah melalui
tahun 2009, yang disebut sebagai tahun politik dan tahun demokrasi, dengan
segala dinamikanya. Dalam kondisi itu, biasanya membuat masyarakat kita, juga
para pelaku dunia usaha khawatir jika perekonomian kita terganggu. Alhamdulillah,
kenyataannya, tidak.
Pemilu yang
berlangsung dalam situasi krisis keuangan global, baik pemilu legislatif maupun pemilihan Presiden dan Wakil
Presiden, tidak mengganggu perekonomian kita. Ekonomi tetap tumbuh positif,
stabilitas politik terjamin, keamanan terjaga, dan pemilu berlangsung dengan
aman dan damai. Ini sebuah prestasi demokrasi yang patut kita syukuri dan
merupakan catatan tersendiri dalam sejarah kita. Oleh karena itu, kita harus terus
bersyukur dan bekerja lebih keras lagi untuk mempertahankan apa yang telah kita
capai ini, khususnya di bidang stabilitas politik dan keamanan.
Hadirin yang
saya muliakan,
Sebagaimana
kita ketahui bersama, APBN Tahun 2010 disusun dalam masa transisi pemerintahan.
APBN Tahun 2010 dipersiapkan dan disetujui oleh Pemerintah Kabinet Indonesia
Bersatu I bersama Dewan Perwakilan Rakyat masa bakti 2004-2009, dan diamanatkan
untuk dilaksanakan oleh Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu Kedua.
Tema Rencana
Kerja Pemerintah Tahun 2010 adalah Pemulihan
Perekonomian Nasional dan Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat. Dari tema
itu, prioritas pembangunan kita adalah, saya perlu mengingatkan kembali:
Pertama, Pemeliharaan
kesejahteraan rakyat serta penataan kelembagaan dan pelaksanaan sistem
perlindungan sosial;
Kedua, Peningkatan
kualitas sumber daya manusia Indonesia;
Ketiga, Pemantapan
reformasi birokrasi dan hukum, serta pemantapan demokrasi dan keamanan
nasional;
Keempat, Pemulihan
ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian, infrastruktur, dan energi;
serta
Kelima, Peningkatan
kualitas pengelolaan sumber daya alam dan penanganan perubahan iklim.
Dengan tema
dan prioritas pembangunan nasional yang saya kemukakan tadi, kebijakan alokasi
anggaran belanja Pemerintah Pusat pada tahun 2010, kita arahkan terutama untuk
mendukung kegiatan nasional dalam memacu
pertumbuhan atau pro growth, menciptakan perluasan lapangan pekerjaan atau
pro employment, serta pengurangan kemiskinan atau pro poor.
Sebagaimana
telah saya sampaikan pada awal Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu II, kita telah
menyusun program 100 hari, dengan 15 program pilihan sebagai prioritas. Perlu saya tegaskan bahwa program 100 hari
merupakan satu kesatuan dan berkesinambungan dengan program APBN 2010, bahkan
dengan program lima tahun mendatang. Program 100 hari merupakan embrio
dari program-program utama dalam APBN 2010. Sungguhpun program 100 hari ini
penting, tentu tidak mungkin semua prioritas, agenda, dan sasaran pembangunan lima
tahun ke depan, kita tuangkan dalam program 100 hari pertama. Di samping itu,
saya perlu mengingatkan tentu tidak logis pula mengukur keberhasilan pemerintahan masa bakti
2009-2014 hanya dilihat dari program 100 hari yang dijalankan.
Saudara-saudara,
Dengan telah
diserahkannya DIPA Tahun 2010 pada hari ini, sekali lagi saya minta kepada seluruh jajaran pemerintahan agar
segera melaksanakan Program Kerja Tahun 2010.
Dapat saya sampaikan bahwa berbagai peraturan mengenai pencairan dana, kebijakan
pengadaan barang dan jasa telah tersedia. Dengan demikian, tidak ada alasan
apapun untuk menunda pelaksanaan anggaran.
Seluruh dana
belanja kita dalam APBN tahun 2010 direncanakan berjumlah Rp 1.047,7 triliun
atau 17,5% terhadap PDB. Jumlah ini menunjukkan peningkatan sebesar Rp 93,7
triliun atau sekitar 9,8% dari realisasi anggaran belanja pada APBN-P tahun
2009 yang sebesar Rp 954 triliun.
Dalam APBN Tahun
2010, alokasi anggaran belanja pemerintah pusat direncanakan mencapai Rp 725,2
triliun atau 12,1% dari PDB. Jumlah ini, berarti mengalami peningkatan sebesar
Rp 79,8 triliun atau 12,4%, bila dibandingkan dengan realisasinya dalam APBN-P Tahun
2009 sebesar Rp 645,4 triliun. Belanja APBN yang makin besar tersebut harus
dapat kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan peningkatan
kesejahteraan rakyat.
Dari jumlah
anggaran belanja pemerintah pusat tersebut, sebesar Rp 340,1 triliun, atau 47%,
dialokasikan untuk belanja kementerian dan lembaga, dan Rp 385,1 triliun, atau 53%,
untuk belanja non-kementerian dan lembaga.
Dari
sejumlah Rp 340 triliun belanja kementerian dan lembaga tersebut, saya ingin
memberikan penekanan kepada beberapa kementerian/lembaga yang mendapatkan DIPA
yang nilainya besar. Pertama, Departemen Pendidikan Nasional, dengan alokasi
anggaran sebesar Rp 55,2 triliun, yang diprioritaskan untuk peningkatan
kualitas wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun yang lebih merata,
peningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan menengah dan tinggi,
peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan non formal, serta peningkatan
profesionalisme dan kesejahteraan pendidik.
Kedua,
Departemen Pertahanan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 42,3 triliun, yang
diprioritaskan untuk peningkatan kemampuan pertahanan dan penguatan industri
pertahanan, serta peningkatan kegiatan operasional, pemeliharaan dan pengadaan
alutsista.
Ketiga,
Departemen Pekerjaan Umum, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 34,8 triliun,
yang diprioritaskan untuk program pembangunan dan rehabilitasi jalan dan jembatan,
program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa, dan jaringan
pengairan lainnya, program
pengembangan, pengelolaan, dan konservasi sungai, danau, dan sumber air
lainnya, serta program pemberdayaan komunitas perumahan.
Keempat,
Departemen Agama dengan alokasi anggaran sebesar Rp 27,2 triliun, yang
diprioritaskan antara lain untuk program peningkatan pelayanan kehidupan
beragama, program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun, program
pendidikan tinggi, program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan,
serta program manajemen pelayanan pendidikan.
Kelima,
Kepolisian Negara Republik Indonesia sebesar Rp 27,2 triliun, yang
diprioritaskan antara lain pada program pengembangan SDM kepolisian, program
pengembangan sarana dan prasarana kepolisian, program pemeliharaan Kamtibmas,
serta program penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.
Keenam,
Departemen Kesehatan sebesar Rp 21,4 triliun, yang diprioritaskan untuk
peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, percepatan penurunan angka
kematian ibu dan anak, perbaikan gizi masyarakat dan pengendalian penyakit,
peningkatan ketersediaan dan mutu obat dan tenaga kesehatan, serta peningkatan
jaminan pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin dan penduduk di daerah
tertinggal, terpencil, dan pulau terluar.
Ketujuh,
Departemen Perhubungan sebesar Rp 15,8 triliun, yang diprioritaskan untuk program peningkatan dan pembangunan prasarana
dan sarana kereta api, program pembangunan transportasi laut, program
pembangunan prasarana dan sarana angkutan sungai, danau dan penyeberangan,
program pembangunan transportasi udara, serta program restrukturisasi
kelembagaan dan peraturan transportasi udara.
Saudara-saudara,
Kita juga
telah meningkatkan anggaran belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal.
Belanja pegawai kita tingkatkan dari sekitar Rp 127 triliun pada tahun 2009
menjadi Rp 158,1 triliun. Dengan peningkatan anggaran itu, kita berharap
kesejahteraan pegawai negeri, anggota TNI dan Polri, serta para pensiunan terus
meningkat. Besaran gaji aparatur negara akan terus diupayakan untuk dapat
mencerminkan asas keadilan, kepatutan, dan sesuai dengan kemampuan anggaran. Di
samping itu, kita terus melanjutkan reformasi birokrasi secara bertahap dan
terencana. Tahun ini reformasi birokrasi akan dipusatkan pada 13 kementerian
dan lembaga, terutama yang terkait dengan penegakkan hukum dan tata kelola,
seperti Kejaksaan, Kepolisian, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementerian PAN
dan Reformasi Birokrasi. Hal ini sesuai dengan Program Pemerintah untuk
memerangi mafia di bidang penegakkan hukum.
Dari sisi
belanja barang, langkah-langkah efisiensi dan penghematan harus terus kita
lakukan dengan rasional dan penuh kesungguhan. Penghematan dapat kita lakukan
antara lain dengan mengefisienkan penggunaan daya dan jasa, seperti listrik,
telepon dan air, serta melaksanakan perjalanan dinas dan rapat-rapat dinas
secara selektif.
Arah dan
alokasi belanja modal, kita tajamkan sesuai prioritas, dengan tujuan utama
untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, dan
mengurangi kemiskinan. Kita bersyukur, Saudara-saudara, penyerapan
belanja modal dalam tahun 2009 jauh lebih maksimal dan ke depan harus terus
kita tingkatkan.
Hadirin yang
saya muliakan,
Tahun ini
anggaran transfer ke daerah, dalam bentuk dana perimbangan serta
dana otonomi khusus dan penyesuaian, terus bertambah besar. Total dana
perimbangan mencapai Rp 306 triliun, sementara dana otonomi khusus dan
penyesuaian sebesar Rp 16,4 triliun. Dana Perimbangan tersebut terdiri atas
Dana Bagi Hasil sebesar Rp 81,4 triliun, Dana Alokasi Umum sebesar Rp 203,5 triliun, dan Dana Alokasi Khusus
sebesar Rp 21,1 triliun.
Mengingat
besarnya dana APBN yang mengalir ke daerah, saya minta dengan sungguh-sungguh
agar Pemerintah Daerah dapat menggunakan anggaran itu dengan patut dan tepat.
Jangan terjadi pemborosan apalagi penyimpangan dan penyalahgunaan. Saya yakin Saudara
semua setuju bahwa penegakan hukum dan pemberantasan korupsi adalah komitmen
kita semua. Mari kita pastikan bahwa
setiap rupiah uang rakyat dapat kita pertanggungjawabkan penggunaannya. Terus terang saya masih merasa prihatin bahwa
hingga hari ini masih ada kasus-kasus penyimpangan APBN, terutama di tingkat daerah.
Walaupun
demikian, saya juga ingin mengingatkan kepada para penegak hukum dan aparatur
pengawasan, baik di pusat maupun di daerah, agar tidak mempermainkan hukum
untuk tujuan selain menegakkan hukum. Ingat, di tangan penegak hukum yang
korup, apa yang bengkok dapat menjadi lurus, dan apa yang lurus dapat menjadi
bengkok. Saya ingin agar praktek mafia hukum dan sebangsanya dapat benar-benar
dihentikan.
Saudara-saudara,
Dengan
prestasi ekonomi dan fiskal di tahun 2009 serta optimisme kita memasuki tahun
2010, mari kita berbuat lebih baik lagi untuk rakyat kita. Tahun ini, pemerintah
telah mencanangkan sasaran pembangunan, yaitu pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5%,
inflasi 5%, tingkat kemiskinan 13%, dan pengangguran 8%. Dengan kerja keras
kita semua, insya Allah sasaran itu
dapat kita capai. Namun demikian, hendaknya kita harus tetap waspada dan
melakukan antisipasi terhadap berbagai risiko yang menghadang, seperti
pembalikan arus modal global, kenaikan harga minyak mentah dan komoditas
primer, serta timbulnya berbagai macam bencana alam, El Nino dan
perubahan iklim. Kesemua hal tersebut membutuhkan perhatian, kehati-hatian,
ketepatan perhitungan, dan pengelolaan kebijakan dan anggaran yang
cermat, tepat dan efisien untuk memitigasinya. Situasi perekonomian dunia belum
pulih benar. Oleh karena itu, kita harus tetap berjaga-jaga, seraya mengelola
perekonomian kita sendiri dengan sebaik-baiknya.
Akhirnya,
kepada para Menteri dan Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen, serta para
Gubernur yang datang dari seluruh tanah air, marilah kita bekerja dan melangkah
bersama, serta berupaya sekuat tenaga untuk tetap fokus menyelesaikan
program-program yang telah kita
rencanakan. Mari kita selesaikan program 100 hari dan program satu tahun ke
depan dengan sebaik-baiknya. Insya Allah,
kita dapat menuntaskan agenda pembangunan lima tahun ke depan sesuai dengan apa
yang kita rencanakan. Saya meminta apa yang saya kemukakan tadi, dapat
ditindaklanjuti dan dilaksanakan guna perbaikan pelaksanaan pembangunan
nasional dalam tahun 2010.
Kepada para
Pimpinan dan Anggota Lembaga-lembaga Negara, saya juga mengharapkan dukungan
dan pengawasan dalam pelaksanaan program-program pemerintahan di tahun 2010 ini.
Semoga Allah
SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada
kita semua.
Terima
kasih.
Wassalaamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh.
Biro Naskah dan Penerjemahan,
Deputi Mensesneg Bidang Dukungan Kebijakan,
Sekretariat Negara RI
|