hut_ri_65c.png
  Informasi Kegiatan
Sehubungan dengan telah diterbitkannya Foto/Poster Resmi Presiden RI dan Wakil Presiden RI (Copyright 2009 : Biro Pers dan Media/Rumga-Pres RI). Bersama ini dengan hormat diberitahukan kepada seluruh Kantor Pemerintah (Kantor Menko, Departemen, Lembaga Negara, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, BUMN dan Kantor Perwakilan RI) yang memerlukan foto/poster tersebut dapat mengambil langsung dengan membawa surat permohonan ke Biro Pers dan Media Rumah Tangga Kepresidenan Sekretariat Negara RI, Jl. Veteran 16 Jakarta 10110, Telepon 021-3860189.
 
mediacomindo
MENU UTAMA
Standar Pelayanan Setneg
Prosedur Tetap
Pengumuman CPNS Setneg
Pengumuman CPNS Setkab
Informasi Tanda Kehormatan
Indonesia South South Technical Cooperation
Kerjasama Teknik Luar Negeri
Informasi Beasiswa
Jurnal Negarawan
Berita Foto
Pengaduan Masyarakat
Pengumuman
Webmail SETNEG
Koperasi SETNEG
Link
    www.indonesia.go.id
    www.wapresri.go.id
    www.setkab.go.id
    www.wantimpres.go.id
Hubungi Kami

SEKRETARIAT NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
Jl. Veteran No 17 - 18
Jakarta 10110
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya

Wapres Boediono, Pemerintah Serius Tangani Kemiskinan Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini
Senin, 26 Juli 2010

JAKARTA,  Wakil Presiden Boediono menegaskan, pemerintah serius menanggulangi kemiskinan dengan menetapkan berbagai kebijakan dan program berkelanjutan.

"Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tidak akan cukup jika tidak mencapai sasaran antara lain keluarga miskin, kita harus proaktif tangani kemiskinan," katanya, saat meninjau dan meresmikan sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di Jakarta, Senin (26/7/2010).

Boediono mengatakan, upaya pemerintah menanggulangi kemiskinan sudah menunjukkan kemajuan baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

"Namun, ke depan penanggulangan kemiskinan itu harus dapat dilakukan lebih sistematis agar apa yang telah ditetapkan untuk menanggulangi kemiskinan dapat diarahkan pada sasaran yang jelas dengan arah yang jelas pula, termasuk pelaksanaan di lapangan," ujarnya.

Wapres mengatakan, upaya penanggulangan kemiskinan kedepan harus menjadi gerakan nasional yang melibatkan semua pemangku kemiskinan, tidak sekadar dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah tetapi juga BUMN, organisasi masyarakat, swasta dan lainnya.

"Dengan begitu, akan semakin jelas pemetaan terhadap kemiskinan di Indonesia sehingga dapat ditetapkan kebijakan, struktur, format penanggulangan kemiskinan yang terpadu dan berkesinambungan, tidak saja untuk lima tahun mendatang, tetapi juga pada beberapa tahun mendatang, siapa pun yang akan memerintah," tutur Boediono.

Sekretaris Eksekutif TNP2K Bambang Widianto mengatakan, beberapa indikator keberhasilan pemerintah menanggulangi kemiskinan antara lain sasaran tingkat kemiskinan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional untuk 2010 sebesar 12 hingga 13,5 persen, berhasil dicapai.

"Sementara itu, selama periode Maret 2009 hingga Maret 2010 rata-rata konsumsi per kapita kelompok penduduk termiskin mengalami peningkatan besar dibanding kelompok diatasnya," ujarnya.

Digambarkannya, kelompok 10 persen penduduk termiskin (desil 1) konsumsinya meningkat 24,27 persen, dan pada kelompok 10 persen kelompok berikutnya (desil 2) meningkat 21,77 persen.

"Peningkatan itu, jauh melebihi peningkatan konsumsi pada desil-desil diatasnya. Kelompok penduduk termiskin pada desil 1 dan desil 2 adalah target utama program-program pengentasan kemiskinan," kata Bambang.

Kantor sekretariat TNP2K berada di lantai 4, 5 dan 6 Gedung Grand Kebon Sirih dan didirikan atas bantuan Pemerintah Australia.

 

Sumber:
http://nasional.kompas.com/read/2010/07/26/14364354/Pemerintah.Serius.Tangani.Kemiskinan-5

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >