Amanat Presiden selaku Inspektur Upacara pada Pelantikan Pamong Praja Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.
Yang saya hormati Menteri Dalam Negeri sebagai penyelenggara, Jenderal Polisi (Purn) Muhammad Tito Karnavian, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Saudara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Saudara Sugiono, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Saudari Rini Widyantini, Jaksa Agung Prof. ST Burhanuddin, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra, Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Letnan Kolonel Infanteri Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Dalam Negeri I Saudari Ribka Haluk, Wakil Menteri Dalam Negeri II Saudara Bima Arya, Wakil Menteri Dalam Negeri III Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Akhmad Wiyagus, Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri Saudara Halilul Khairi, Gubernur Jawa Barat Saudara Dedi Mulyadi beserta Forkopimda Jawa Barat;
Yang saya hormati para Dosen, para Pelatih, Pengasuh, dan segenap civitas academica Institut Pemerintahan Dalam Negeri, para Orang Tua dan Keluarga Besar, para Pamong Praja Muda yang hadir di IPDN dan di mana pun Saudara berada di seluruh tanah air;
Yang baru saya lantik seluruh Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026 yang saya banggakan.
Pertama-tama, sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt, Tuhan Mahakuasa, Tuhan Mahabesar yang memiliki sekalian alam. Hanya kepada-Nya-lah kita berdoa dan hanya kepada-Nya-lah kita meminta pertolongan. Kita bersyukur atas segala karunia, segala berkah dan kedamaian yang masih diberikan kepada bangsa kita, atas nafas dan kesehatan yang masih diberikan kepada kita, atas segala rahmat-Nya sehingga hari ini kita dapat berkumpul untuk bersama-sama menghadiri dan melaksanakan pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026. Hari ini tentunya adalah hari yang istimewa bagi Saudara-saudara.
Saya, atas nama Pemerintah Republik Indonesia, atas nama negara, bangsa dan rakyat Indonesia, dan atas nama pribadi, ucapkan selamat kepada seluruh pamong praja muda yang hari ini resmi dilantik.
Hari ini Saudara telah memilih sebuah jalan hidup yang mulia, jalan hidup untuk mengabdi kepada rakyat, kepada bangsa, dan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jalan hidup yang Saudara telah pilih bukan jalan yang mudah, bukan jalan yang ringan, tapi jalan yang penuh rintangan, yang penuh kesulitan, yang penuh tantangan, dan yang paling utama adalah yang perlu pengorbanan. Bahkan, sesungguhnya Saudara-saudara, Anak-anakku semua, kalian telah memilih siap berkorban jiwa dan ragamu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hidupmu penuh dengan tuntutan dari bangsa dan negara. Saudara harus menjadi pamong praja yang hadir ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan. Saudara harus menjadi pelita harapan. Saudara harus menjadi tonggak, dukungan, dan kepemimpinan bagi masyarakat.
Saudara-saudara sekalian,
Saudara adalah angkatan pamong praja yang telah ikut turun langsung selama satu bulan membantu menangani bencana di Aceh. Sebelum Saudara dilantik, Saudara sudah dituntut untuk bekerja membantu rakyat di saat rakyat menghadapi kesulitan.
Saudara-saudara,
Menjadi pamong praja bukan sekadar menyandang pangkat atau jabatan. Kehormatan seorang aparatur negara tidak diukur dari kedudukannya, tapi seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh rakyat.
Saudara-saudara,
Saudara adalah pelayan rakyat. Saudara harus melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya. Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat kita tidak perlu pemimpin-pemimpin yang tidak bekerja dengan sebaik-baiknya. Rakyat membutuhkan, bahkan rakyat menuntut aparatur yang bekerja jujur, disiplin, bersih, tidak korupsi, berani mengambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan. Rakyat menuntut aparatur negara yang mengutamakan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau golongan.
Di mana pun Saudara bertugas, ingat, Saudara adalah wajah dan lambang negara. Dari sikap Saudara, dari penampilan Saudara, rakyat menilai apakah negara kita hadir atau tidak, apakah negara kita tertib atau tidak, apakah negara kita membanggakan atau tidak, apakah negara kita negara yang terhormat atau tidak. Rakyat yang akan merasakan apakah negara peduli dengan rakyatnya atau tidak. Dan, dari keputusan-keputusan Saudara, rakyat akan menilai apakah negara layak dipercaya atau tidak. Itu beratnya tugas dan tanggung jawab seorang pamong praja. Karena itu, bekerjalah dengan sebaik-baiknya. Kalau Saudara bekerja dengan baik, rakyat akan semakin percaya dan semakin cinta kepada negaranya. Tapi kalau Saudara mengecewakan rakyat, yang rusak bukan hanya nama Saudara, melainkan yang rusak adalah kepercayaan rakyat kepada negara.
Saudara-saudara,
Kita mempunyai cita-cita yang besar. Indonesia adalah negara besar. Dari jumlah penduduk, kita negara keempat terbesar di dunia. Luas, luas wilayah kita sama dengan 27 negara Eropa. Negara kita sangat luas, sangat besar, dan sekarang kita semakin yakin betapa kayanya negara kita. Karena kayanya ini, negara kita ratusan tahun jadi sasaran bangsa-bangsa lain. Mereka datang untuk mengambil kekayaan kita.
Saudara-saudara,
Banyak pemimpin-pemimpin kita ratusan tahun diadu domba. Divide et impera, pecah belah dan berkuasa, itu adalah hukum mereka, itu adalah ilmu mereka,divide et impera, pecah belah, pecah belah antara suku, pecah belah antara agama, pecah belah antara ras, pecah belah antara kelompok etnis, pecah belah antara golongan.
Saudara-saudara sekalian,
Untuk sebuah negara kuat dan berhasil, negara itu memerlukan suatu pemerintahan dalam negeri yang unggul, yang efisien, yang disiplin, dan yang paling penting pemerintahan dalam negeri yang tidak korup, yang cinta tanah air, yang mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan yang lain. Dengan pemerintahan dalam negeri yang demikian, sejarah manusia mengajarkan kepada kita negara akan berhasil, bangsa akan menjadi makmur, rakyat akan menjadi sejahtera.
Saudara-saudara sekalian,
Cita-cita besar kita adalah Indonesia menjadi negara yang maju dan modern, negara yang mandiri, yang berdiri di atas kaki kita sendiri, yang tidak diatur oleh bangsa lain, tidak didikte oleh bangsa lain, tidak ditipu oleh bangsa lain. Kita ingin melihat rakyat kita hidup dengan baik, hidup dengan sejahtera, setiap warga negara merasa aman, setiap warga negara mendapat penghasilan yang layak dan cukup, tidak ada di antara rakyat Indonesia yang lapar, tidak ada anak-anak Indonesia yang tidak bisa sekolah, tidak ada warga negara kita yang tidak bisa dapat pelayanan rumah sakit bila perlu, tidak ada di antara rakyat kita yang tidak tinggal di rumah yang layak. Itu cita-cita kita, itu perjuangan kita, itu nanti tugas Saudara-saudara sekalian.
Cita-cita besar itu di ambang keberhasilan. Semua pakar dunia meramalkan, 25 tahun lagi Indonesia menjadi ekonomi keempat di dunia, keempat, di atas Prancis, Jerman, Inggris. Dua puluh lima tahun yang akan datang, Saudara-saudara yang akan menjalankan pemerintahan yang sebenarnya. Dua puluh lima tahun yang akan datang, sebagian dari Saudara akan jadi gubernur, mungkin di antara Saudara akan berdiri di podium ini. Masa depan milik Saudara-saudara sekalian. Kami di sini bekerja, mengabdi untuk membuka jalan bagi Saudara-saudara sekalian.
Saudara-saudara adalah anak-anak kami, yang kami siapkan untuk menjaga republik ini setelah kami sudah tidak ada. Karena itu, Saudara harus jadi pemimpin-pemimpin yang terbaik. Saudara adalah penggerak birokrasi pemerintahan, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan.
Saudara-saudara,
Gagasan yang paling besar, rencana yang paling besar, kebijakan-kebijakan yang paling baik tidak dilaksanakan di lapangan, gagasan besar itu kandas, rencana terbaik itu tidak tercapai. Karena itu, Saudara-saudara sungguh-sungguh adalah harapan kami.
Saudara-saudara,
Kalau nanti bertugas, Saudara tidak akan bekerja sendiri. Saudara menjadi bagian dari satu tim besar kebangsaan. Saudara akan bekerja sama dengan TNI, dengan Polri, dengan Kejaksaan, dengan Pemerintah Daerah, dengan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat. Saudara harus pandai bergaul. Saudara harus pelihara hubungan baik dengan semua unsur, dengan ulama, dengan pengusaha, dengan tokoh masyarakat, dengan tokoh adat. Saudara tidak boleh sekali-sekali menjadi pemimpin yang sombong. Bangunlah kerja sama. Kerja sama adalah kunci dari keberhasilan. Saudara harus saling menghormati, saling mendukung, dan saling memperkuat.
Saya percaya bahwa lulusan IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026 adalah putra-putri terbaik bangsa, yang memiliki semangat pengabdian, disiplin, keberanian, dan integritas.
Saya, sebelum naik podium, saya dapat laporan dari Menteri Dalam Negeri, “Bapak Presiden, sepuluh lulusan terbaik dari angkatan ini semuanya berasal dari keluarga yang sangat sederhana.” Ini, tadi saya disampaikan, ada yang anaknya buruh, ada anak tani, ada ya, kalau dari TNI, anak bintara. Ini membuktikan bahwa seleksi IPDN yang dijalankan oleh Kementerian Dalam Negeri berhasil.
Kita inginkan seleksinya benar. Putra-putri terbaik bangsa anak siapa pun. Ini membuktikan NKRI berhasil. Kalau anak buruh harian bisa lulus menjadi pamong praja, siapa tahu suatu saat dia akan menjadi pemimpin yang hebat. Ini membuktikan bahwa NKRI berhasil, bahwa Pancasila itu benar.
NKRI dan Pancasila harus menjadi negara dipimpin oleh mereka-mereka yang terbaik, mereka-mereka yang berprestasi, meritokrasi. Mereka yang berprestasi, silakan maju, maju. Ini membanggakan hati saya, Saudara-saudara sekalian.
Akhirnya, saya berpesan beberapa hal. Selalu cintai tanah air kita, selalu cintai rakyat kita. Saudara-saudara adalah anak kandung rakyat. Setialah kepada semua rakyat kita, seolah-olah semua rakyat itu adalah orang tuamu. Pegang teguh Pancasila. Jangan punya kesetiaan sempit.
Negara kita besar, banyak suku, banyak agama, banyak ras, banyak kelompok etnis, semua satu keluarga. Semua suku adalah saudaramu, semua agama adalah saudaramu, semua ras adalah saudaramu, semua kelompok etnis adalah saudaramu.
Saudara-saudara sekalian,
Pegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Undang-Undang Dasar 1945 lahir dari pendiri-pendiri bangsa yang mengalami penjajahan ratusan tahun. Karena itu, Undang-Undang Dasar Negara kita, yaitu Undang-Undang Dasar 1945, itu adalah murni suara kemerdekaan, murni suara cita-cita pendiri bangsa kita. Jangan pernah khianati pendiri-pendiri bangsa kita.
Akhirnya, saya pesan lagi, bekerjalah dengan hati, tanpa kesombongan. Selalu dekat dengan rakyat, selalu membela rakyatmu. Kalau ragu-ragu, berpihaklah kepada rakyatmu. Kalau kau ragu-ragu mengambil keputusan, tanya kepada dirimu, “Mana yang menguntungkan rakyat?” Kalau kau yakin pilihan, cara bertindakmu menguntungkan rakyat, apalagi rakyat yang paling lemah, rakyat yang paling miskin, rakyat yang paling tidak berdaya, pilih! Cara bertindak itu tidak akan salah, Saudara-saudara.
Saya juga berpesan, buatlah orang tua selalu bangga dengan Anda. Buatlah almamatermu bangga. Yang paling penting, buatlah rakyat Indonesia bangga dengan pamong prajanya.
Selamat bertugas. Selamat mengabdi kepada bangsa dan negara. Selamat berjuang. Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Mahakuasa senantiasa memberi kekuatan, petunjuk, dan perlindungan kepada kalian semua di mana pun kalian bertugas dan mengabdi. Dan, tentunya, semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu bersama kita.
Indonesia menanti pengabdianmu.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om santi santi santi om,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.
Selesai.