Kemensetneg Hadirkan Pengalaman Edukatif Bagi 216 Santri melalui Program "Istana untuk Anak Sekolah"
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menerima kunjungan 110 santri dari Pondok Pesanten Asshiddiqiyah Jakarta, dan 106 santri dari Pondok Pesantren Al-Wathoniyah Pusat Jakarta melalui program "Istana Untuk Anak Sekolah" di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Kemensetneg, dan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (14/07/2026).
Para santri hadir didampingi oleh para guru pendamping dari masing-masing pondok pesantren serta perwakilan Direktorat Pesantren Kementerian Agama. Kehadiran para peserta dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengenal lebih dekat lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, sekaligus memperoleh pembelajaran secara langsung mengenai sejarah, fungsi, dan peran Istana Kepresidenan dalam penyelenggaraan pemerintahan negara.
Mengawali rangkaian kegiatan kunjungan, Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kemensetneg, Faisal Fahmi, menyampaikan sambutan sekaligus pemaparan singkat mengenai tugas dan fungsi Kemensetneg. Dalam kesempatan tersebut, Faisal menjelaskan bahwa Kemensetneg memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan teknis, administratif, dan substantif kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan, serta dukungan manajemen kabinet. Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui berbagai program edukatif, salah satunya program “Istana untuk Anak Sekolah” yang bertujuan memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan serta fungsi kelembagaan negara kepada generasi muda.
“Kegiatan Istana untuk Anak Sekolah ini merupakan program yang digagas langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Program ini mencerminkan perhatian dan komitmen beliau terhadap pembinaan generasi muda Indonesia. Kemudian, Sekretaris Kabinet juga menegaskan bahwa salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah pengembangan sumber daya manusia,” jelas Faisal.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Basnang Said dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemensetneg yang telah berkenan menerima kunjungan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta dan Pondok Pesantren Al-Wathoniyah Pusat Jakarta.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan kepada Kepala Biro Humas, alhamdulillah ada kesempatan bagi santri-santri Indonesia untuk bisa menginjakkan kakinya di Istana Kepresidenan Jakarta. Kami memberikan apresiasi yang luar biasa atas program yang luar biasa ini untuk santri Indonesia, sehingga menjadikan pengalaman edukatif yang sangat bermanfaat,” ungkap Basnang.
Sebelum memulai kegiatan berkeliling Istana Kepresidenan Jakarta, Pranata Humas Ahli Madya pada Biro Humas Kemensetneg, Efa Febryana, menjelaskan bahwa Istana Kepresidenan merupakan salah satu simbol negara dan pusat kegiatan kenegaraan, sembari berharap kepada para santri suatu hari nanti dapat menempati salah satu ruang yang ada di lingkungan Istana.
“Mari kita memanjatkan doa terbaik untuk negara kita tercinta. Sewaktu-waktu salah satu dari adik-adik bisa menempati ruang kepresidenan yang ada di dalam karena kita tidak ada yang pernah tahu,” ujar Efa.
Kegiatan ini turut mendapat sambutan hangat dari pihak pondok pesantren yang hadir. Salah satu perwakilan dari pondok pesantren Ibu Hj. Huriah Maulidian menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kesempatan yang diberikan kepada para santri mengikuti program “Istana untuk anak Sekolah”.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas kesempatan yang diberikan kepada para santri kami untuk mengikuti program ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan pengalaman yang berharga bagi mereka. Kami merasa bangga dan mengapresiasi inisiatif yang memungkinkan anak-anak mengenal lebih dekat Istana Kepresidenan. Semoga pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar, meraih cita-cita setinggi-tingginya,” ungkap Huriah.
Program "Istana untuk Anak Sekolah" ini menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah dalam mendekatkan simbol-simbol kenegaraan dan diharapkan tumbuh pemahaman yang lebih utuh mengenai sejarah dan peran lembaga kepresidenan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(ART/YLI-Humas Kemensetneg)