Keterangan Pers Presiden RI pada Kunjungan Kenegaraan PM New Zealand, Jakarta, 17 April 2012
KETERANGAN PERS
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA
KUNJUNGAN KENEGARAAN PERDANA MENTERI NEW ZEALAND
DI ISTANA MERDEKA, JAKARTA
PADA TANGGAL 17 APRIL 2012
Â
Â
Â
Yang Mulia Bapak Perdana Menteri John Key dan delegasi,
Para wartawan dan insan pers yang saya hormati,
Â
Hari ini Indonesia mendapatkan kehormatan menerima kunjungan Bapak Perdana Menteri New Zealand memenuhi undangan saya. Hubungan dan kerja sama antara Indonesia dengan New Zealand selama ini berjalan dengan baik dan terus berkembang. Di berbagai kesempatan, saya dengan Bapak Perdana Menteri sering bertemu mendiskusikan kerja sama kedua negara kita, apakah di forum ASEAN+, di forum East Asia Summit, maupun di forum APEC. Kunjungan kali ini tiada lain adalah untuk meningkatkan kerja sama dan kemitraan yang lebih signifikan di tahun-tahun mendatang.
Â
Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung tadi, kami telah mendiskusikan sejumlah isu bilateral dengan tujuan sekali lagi, untuk bisa ditingkatkan kerja sama kami dan juga membahas sejumlah isu regional maupun global karena baik Indonesia maupun New Zealand tentu ingin berpartisipasi dan berkontribusi bagi terwujudnya dunia yang makin damai, yang makin adil, dan makin sejahtera.
Â
Saudara-saudara,
Â
Dari banyak hal yang kami bicarakan dengan Perdana Menteri John Key, ada beberapa hal yang ingin saya garis bawahi. Indonesia menyambut baik semangat yang muncul untuk tahun-tahun mendatang kerja sama kita, utamanya di bidang ekonomi bisa ditingkatkan secara lebih besar, mengingat potensi Indonesia yang juga terus berkembang. Demikian juga keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh New Zealand yang bisa kita kombinasikan dan kita satukan untuk kepentingan bersama, baik bagi New Zealand dan baik bagi Indonesia.
Â
Ada sejumlah agenda yang kita diskusikan dan juga Indonesia angkat dalam pertemuan bilateral ini. Pertama adalah kerja sama di bidang pendidikan. Kita ingin kerja sama ini berlangsung lebih baik, kita ingin kerja sama antar universitas juga berlangsung lebih nyata dan kita juga ingin mahasiswa Indonesia bisa belajar di New Zealand untuk mengambil subject-subject tertentu sebagaimana keunggulan yang dimiliki oleh New Zealand, misalnya di bidang teknologi panas bumi dan New Zealand memiliki keunggulan di situ dan kita juga pernah mengembangkan kerja sama pengembangan geothermal ini. Pendidikan.
Â
Berikutnya lagi adalah kerja sama di bidang panas bumi. Kita, dalam waktu 5, 10 tahun mendatang akan mengembangkan ekonomi atau energi panas bumi ini dan New Zealand memiliki expertise, memiliki keunggulan di situ, kami undang untuk bekerja sama baik dalam bentuk joint investment atau technical cooperation dan bentuk kerja sama yang lain, yang membawa manfaat nyata bagi kedua negara.
Â
Kerja sama yang juga kami harapkan bisa kita tingkatkan di waktu yang akan datang adalah di bidang peternakan. Peternakan harus kita letakkan dalam konteks yang lebih luas, bukan hanya perdagangan livestock, perdagangan sapi, tetapi bagaimana kerja sama ini betul-betul meningkatkan supply, memenuhi demand yang ada di Indonesia di mana penduduk Indonesia merupakan market yang besar dengan tumbuhnya middle class, daya beli yang makin tinggi tentu demand atau kebutuhan untuk livestock, ternak sapi atau daging sapi ini akan meningkat. Kami ingin kerja sama itu menyentuh pada aspek itu, dengan demikian lebih dari sekedar treat dalam komoditas livestock.
Â
Yang lain adalah kami ingin kerja sama di kawasan Pasifik Barat Daya dan Pasifik Selatan itu juga ditingkatkan di waktu yang akan datang. Indonesia terus meningkatkan kerja sama di kawasan ini. Indonesia berterima kasih kepada New Zealand yang juga memberikan fasilitasi dan dorongan untuk Indonesia bisa engage lebih konstruktif lagi bagi kerja sama di kawasan Pasifik Barat Daya maupun di kawasan Pasifik.
Â
Saudara-saudara,
Â
Tentu masih banyak lagi yang kami bicarakan di bidang lingkungan, di bidang trade, investment dalam arti yang luas dan juga diskusi masalah-masalah regional, masalah Myanmar, masalah Korea Utara, masalah ASEAN dan banyak lagi yang menjadi kepedulian kami berdua. Itulah dari sisi Indonesia apa yang kami bicarakan dalam pertemuan bilateral tadi, dan harapan Indonesia tentunya setelah pertemuan ini ada tindak lanjut yang konkrit karena saya yakin manakala itu diwujudkan manfaatnya akan riil, baik bagi New Zealand maupun bagi Indonesia. Demikian Saudara-saudara dari saya dan sekarang saya mempersilakan Bapak Perdana Menteri untuk menyampaikan penjelasan kepada pers. Saya persilakan.
Â
Â
Â
Asisten Deputi Naskah dan Penerjemahan,
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan,
Kementerian Sekretariat Negara RI