Keterangan Pers Presiden RI usai Pertemuan Bilateral dengan Perdana Menteri Republik Singapura dalam Leaders’ Retreat Indonesia – Singapura
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu, rahayu.
Yang saya hormati Yang Mulia Perdana Menteri Lawrence Wong, Perdana Menteri Republik Singapura, bersama para delegasi dari Singapura dan dari Indonesia;
Saudara-saudara sekalian.
Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Lawrence Wong atas kunjungan beliau bersama para delegasi ke Indonesia untuk melaksanakan Leaders’ Retreat Indonesia-Singapura. Ini adalah retreat kedua bagi saya, dan pertemuan ini, sekali lagi, menunjukkan hubungan khas, hubungan istimewa antara Indonesia dan Singapura.
Sebagai tetangga dekat, Indonesia dan Singapura sudah menjadi mitra, mitra dekat. Kita memiliki kepentingan bersama, karena kita berada di kawasan yang sama, sehingga stabilitas dan kemakmuran menjadi kepentingan kita bersama. Dan, kita paham dan mengerti bahwa kemakmuran tidak akan pernah datang tanpa perdamaian dan stabilitas. Dan, perdamaian dan stabilitas adalah suatu upaya yang terus menerus harus kita lakukan tanpa istirahat. Stabilitas dan perdamaian bukan sesuatu yang akan datang dengan sendirinya. Kita sepakat bahwa kepentingan kita harus sama-sama dijaga dan harus kita lakukan kerja sama terus-menerus untuk menguntungkan kedua belah pihak.
Yang saya hormati Saudara-saudara sekalian,
Kita tadi telah melakukan pertemuan intensif dan sangat produktif dari hati ke hati, terbuka, dan berorientasi ke depan. Kita sepakat bahwa kalau ada salah paham atau salah persepsi, kita akan selesaikan sebagai sahabat dengan terbuka.
Sebagaimana tadi disaksikan, pertemuan kali ini menghasilkan 26 capaian nyata, capaian konkret di berbagai bidang, 18 kesepakatan kerja sama antarpemerintah dan 8 kesepakatan antara business to business. Capaian-capaian ini mencerminkan semakin luas dan mendalam kerja sama kita.
Saudara-saudara sekalian,
Kerja sama ekonomi kita tetap menjadi pilar utama dalam hubungan kita. Di semua bidang, kita melihat peningkatan kerja sama. Perdagangan, konektivitas, hampir di semua sektor. Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas, juga untuk kegiatan-kegiatan di bidang perdagangan, dan selanjutnya. Di bidang energi, di bidang ekonomi digital, ekosistem digital, keamanan cyber, kita telah melakukan diskusi dan capaian-capaian yang cukup konkret. Kita bersepakat untuk terus kolaborasi juga di bidang pangan, rantai pasok. Di bidang pertahanan keamanan, kita juga akan implementasi perjanjian kerja sama pertahanan kita.
Saudara-saudara,
Kemitraan yang kuat, dibangun atas dasar kepercayaan, tidak hanya antara pemerintah tapi juga di antara rakyat kedua negara. Karena itu, konektivitas, pariwisata, pendidikan, kerja sama antara pemuda menjadi sangat penting.
Saudara-saudara,
Di luar agenda bilateral kita, kita telah bahas juga masalah global, masalah regional, hal-hal yang akan mempunyai dampak kepada kehidupan kita. Kita menegaskan bahwa ASEAN berpandangan setiap sengketa harus kita selesaikan secara damai melalui dialog dan diplomasi, tidak hanya di kawasan kita tapi di semua kawasan.
Pembahasan kita hari ini, tidak hanya menjadi respons terhadap tantangan saat ini tapi juga mempersiapkan kemitraan kita untuk masa depan. Tahun depan kita akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura dan kita melihat hubungan ini harus langgeng di masa-masa yang akan datang.
Sebagai penutup, saya ucapkan sekali lagi, terima kasih kepada Perdana Menteri Lawrence Wong dan semua delegasi atas komitmennya untuk terus memelihara persahabatan, kerja sama, dan kolaborasi dengan Indonesia.
Sekali lagi, saya tegaskan di sini bahwa Leaders’ Retreat hari ini menunjukkan kematangan kepercayaan dan nilai strategis hubungan Indonesia dan Singapura. Sebagai contoh, kita tegaskan kembali sikap Indonesia dan Singapura masalah Selat Malaka. Indonesia dan Singapura adalah negara yang langsung berbatasan di Selat Malaka, kita berkepentingan untuk menjaga Selat Malaka sebagai lintasan yang bebas untuk semua pihak. Kita harus pelihara keamanan, perdamaian, di selat itu, juga tentunya keamanan dari polusi, dari kecelakaan, dan juga dari perompakan atau dari piracy. Ini merupakan kepentingan yang vital antara negara-negara di sekitar Selat Malaka. Kita akan terus koordinasi dengan Malaysia dan Thailand untuk menjaga agar, sesuai dengan UNCLOS 1982, Selat Malaka selalu akan terbuka untuk semua, aman, dan dapat diakses oleh siapa pun yang memerlukan akses.
Saya kira itu ketegasan kita, dan saya yakinkan kepada kawan-kawan di Singapura, sikap Indonesia dan sikap saya pribadi dari sejak dulu, saya kira sudah saya buktikan selama berapa puluh tahun secara pribadi, komitmen saya, keyakinan saya, bahwa Singapura dan Indonesia harus menjadi mitra yang baik, harus kerja sama yang baik. Dengan kerja sama yang baik ini, akan menguntungkan tidak hanya rakyat Indonesia dan rakyat Singapura tapi akan menyumbang stabilitas pertumbuhan dan kemakmuran di seluruh Asia Tenggara.
Saya kira itu dari saya. Sekali lagi, Perdana Menteri Lawrence Wong, terima kasih atas kunjungan Saudara dan rombongan Saudara, dan terima kasih atas persahabatan Saudara.
Terima kasih.