Pemerintah Indonesia Menyelenggarakan Pelatihan Internasional terkait Inovasi Perempuan dalam Industri Kecil dan Menengah Perempuan

 
bagikan berita ke :

Senin, 13 September 2021
Di baca 148 kali

Pemerintah Indonesia (c.q. Biro KTLN, Kemensetneg dan Kemenperin) bekerja sama dengan Colombo Plan kembali melaksanakan program pelatihan dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) di bidang industri kecil dan menengah (IKM). Program tersebut bertajuk Knowledge Sharing Program on Enhancing the Development of Small and Medium Industry dan dilaksanakan pada tanggal 13 s.d. 17 September 2021, serta diikuti oleh 61 peserta dari 13 negara, yaitu Bangladesh, Bhutan, Filipina, India, Indonesia, Laos, Maladewa, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, dan Vietnam.

 

Program ini merupakan kelanjutan program-program yang dilaksanakan sejak tahun 2016 dan menjadi program kedua yang diselenggarakan secara daring. Mengingat besarnya dampak pandemi Covid-19 terhadap berbagai masyarakat, terutama perempuan, topik yang diangkat tahun ini adalah The Innovations of Women-owned Small and Medium Industry to Empower Community during the Covid-19 Pandemic.

 

 

Sesi pembukaan menghadirkan beberapa pejabat, yaitu Arrya Tirto Sumarto, Pelaksana Tugas Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri, Kemensetneg; Dr. Phan Kieu Thu, Sekretaris Jenderal Colombo Plan; dan Reni Yanita, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Kemenperin.

 

Pada sambutannya, Arrya menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para peserta untuk berbagi dan meningkatkan pengetahuan di bidang IKM. “Tema program tahun ini sangat relevan dengan situasi sekarang, mengingat pandemi Covid-19 yang berdampak secara negatif kepada masyarakat, terutama perempuan,” ujar Arrya.

 

Arrya pun menambahkan bahwa program ini merupakan program KSST kedua yang dilaksanakan sejak penandatangan perjanjian kerja sama antara Kemensetneg dan Colombo Plan pada tanggal 4 Mei 2021 dan bukti perwujudan komitmen Indonesia pada pledge yang disampaikan Indonesia di Colombo Plan Consultative Committee Meeting ke-47.

 

 

Di sisi lain, Phan Kieu Thu mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang terus mengimplementasikan program KSST, bahkan di tengah pandemi Covid-19. Beliau berharap dengan dilaksanakannya program ini, para peserta dapat menyusun strategi yang komprehensif dan inovatif dalam membantu mengurangi dampak pandemi Covid-19 terhadap IKM, sehingga mereka dapat tetap terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negara.

 

Program dibuka secara resmi oleh Reni yang menekankan bahwa IKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. “IKM di Indonesia mencakup 4,4 juta unit bisnis atau sekitar 99% dari seluruh unit bisnis, dan juga menyerap 10,36 juta pekerja atau setara dengan 66% dari pekerja di sektor industri. Selain itu, dari sisi keluaran sektor manufaktur, IKM berkontribusi sebanyak 21,22%,” ujar Reni.

 

Reni pun menambahkan bahwa proporsi pebisnis laki-laki dan perempuan cukup seimbang, yaitu di angka 52,36% untuk laki-laki dan 47,64% untuk perempuan. Beliau berharap program ini dapat menghasilkan gagasan-gagasan baru untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan IKM.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan terkait IKM oleh berbagai narasumber, di antaranya dari Kemenperin, Kemendag, Kemenkeu, KPPPA, serta dari pelaku industri, yaitu PT. Permodalan Nasional Madani, Gojek, Rosalie Cheese, dan Spa Factory Bali.

 

Selama program, para peserta akan dipandu untuk menyusun suatu rencana aksi (action plan) yang akan mereka presentasikan di hari terakhir program. Rencana aksi menjadi tindak lanjut yang akan diimplementasikan di negara masing-masing untuk menerapkan pengetahuan yang telah mereka dapatkan selama program.