Pengantar Presiden RI pada Rakor Bid. Perhubungan dan Pekerjaan Umum, Cengkareng, 2 Agustus 2012
PENGANTAR
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
RAPAT KOORDINASI BIDANG PERHUBUNGAN DAN PEKERJAAN UMUM
DI GEDUNG ANGKASA PURA II, CENGKARENG, BANTEN
PADA TANGGAL 2 AGUSTUS 2012
Â
Â
Â
Salam sejahtera untuk kita semua,
Â
Saudara Wakil Presiden dan para Peserta Rapat Koordinasi yang saya hormati,
Â
Alhamdulillaah, kita dapat melanjutkan kegiatan Safari Ramadan kita, melaksanakan kunjungan kerja di sejumlah kementerian dan lembaga. Dan hari ini, kita ingin mendengarkan laporan dan presentasi dari dua menteri, yaitu Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum. Dengan titik berat sebenarnya adalah hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan investasi pada dua sektor pembangunan itu, yaitu perhubungan dan pekerjaan umum. Tetap mengangkat prioritas dan agenda apa yang sedang dilaksanakan, termasuk hasil yang dicapai. Dan manakala ada hambatan, solusi seperti apa yang mesti dilakukan. Dan kemudian, melihat dua tahun mendatang, percepatan dan perluasan pembangunan seperti apa yang mesti dilakukan.
Â
Tadi dalam sambutan saya, ketika meresmikan pengembangan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, dari sekarang kapasitas 51 juta menjadi 62 juta. Insya Allah akan dirampungkan pada tanggal 2014 mendatang.
Â
Saya sampaikan ada lima hal yang membenarkan apa yang kita lakukan ini, dengan judul bahwa pengembangan bandar udara terbesar di Indonesia ini, atau nomor 12 terbesar di dunia ini diperlukan, sekaligus tentunya pengembangan infrastruktur yang lain. Satu, ekonomi kita tumbuh 6% dengan GDP by Purchasing Power Parity, itu sudah di atas 1 triliun dolar Amerika Serikat, dan itu menjadi ekonomi 15 besar dunia atau nomor 15, dengan growing middle-class, yang otomatis demand juga akan meningkat tajam, termasuk demand di bidang jasa udara. Jangan sampai kita merugi. Ketika terjadi rising demands, kita tidak bisa memenuhinya. Lebih merugi lagi, kalau yang memenuhi negara-negara lain, negara-negara tetangga kita, sehingga kita pada posisi yang sebetulnya kehilangan an opportunity.
Â
Yang kedua, saya katakan tadi bahwa kita juga, apa namanya ..., ingin meningkatkan konektivitas, baik domestik, ASEAN, Asia Timur, maupun Asia Pasifik. Ini tentu juga mendorong kita untuk membangun semuanya itu, agar ketika saling terhubung negara-negara di kawasan ini, daerah-daerah, termasuk provinsi di kawasan ini, maka sekali lagi, kita bukan menjadi the loser, tapi the winner. Yang ketiga, dirasakan memang infrastructure kita kurang, akhirnya menghambat investasi. Meskipun sudah kita percepat tahun-tahun terakhir ini karena anggaran kita juga makin tersedia, tetapi mesti ada percepatan pada infrastruktur-infrastruktur tertentu, di antaranya adalah jasa udara.
Â
Kemudian yang keempat adalah, ... apa namanya tadi ..., ini juga memberikan benefit bagi ekonomi kita secara keseluruhan. Pembangunan infrastruktur dengan skala seperti ini akan menciptakan lapangan pekerjaan yang sangat diperlukan (creating more job). Demikian juga economy downstream-nya, ada material akan berkembang, banyak yang diperlukan, lantas jasa, ekonomi lokal, dan sebagainya. Satu lagi apa tadi, ada lima itu, sudah, mana catatan saya tadi? Ya? Sudah, sudah, ada satu lagi. Tunggu, tunggu, tunggu, biar, biar klop dengan..., karena kita cocokkan, satu growth sudah, konektivitas sudah, infrastruktur sudah, now, lupa semua kan? kita akan masuk ASEAN Economic Community, ASEAN Economic Community by 2015. Harapan kita, 2015 kita siap. Jangan terjadi lagi sana-sini belum siap. Sekaranglah, masih ada tiga tahun, kita bekerja sama dengan dunia usaha, Â dengan pemerintah daerah, kita semua, untuk mempersiapkan segalanya, sehingga ketika ekonomi sudah terintegrasi di ASEAN ini, jangan kita sekali lagi menjadi pihak yang dirugikan.
Â
Dengan penjelasan seperti itu, maka tidak diperlukan lagi pengantar lebih lanjut, karena sudah tahu konteksnya. Dan dengan demikian, setelah ini, saya berikan kesempatan untuk masing-masing menteri menyampaikan presentasinya. Kita akan break dulu untuk memberi kesempatan bagi Saudara-saudara yang akan menjalankan shalat Lohor, Dzuhur, kemudian kita lanjutkan lagi. Dan seperti biasanya, untuk para wartawan, di akhir rapat koordinasi ini, ada jumpa pers yang saya akan pimpin sendiri.
Â
Demikian pengantar saya. Dan setelah ini, para Menteri, saya persilakan untuk menyampaikan laporan dan presentasinya.
Â
Terima kasih.
Â
Â
Asisten Deputi Naskah dan Penerjemahan,
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan,
Kementerian Sekretariat Negara RI