Pengantar Presiden RI pada Rapat Koordinasi Mengenai Pendidikan, Jakarta, 31 Juli 2012
PENGANTAR
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA Â ACARA
RAPAT KOORDINASI MENGENAI PENDIDIKAN
DI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, JAKARTA
TANGGAL 31 JULI 2012
Â
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Saudara Wakil Presiden, dan para Peserta Rapat Koordinasi yang saya hormati,
Alhamdulillah, kita dapat melanjutkan acara Safari Ramadhan kita dalam bentuk yang lain, dan hari ini kita dapat melakukan kunjungan kerja di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam rapat koordinasi ini, sebagaimana yang kita lakukan pada minggu pertama kemarin, kita akan mendengarkan laporan dan presentasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyangkut implementasi kebijakan dan program di bidang pendidikan, utamanya yang menjadi prioritas dan agenda utama, dan sekaligus menyampaikan isu-isu aktual, utamanya menjadi perhatian masyarakat luas, serta solusi dan opsi untuk mengatasinya, kalau itu merupakan permasalahan. Dan seperti biasanya pula, di akhir rapat koordinasi ini akan kita keluarkan kebijakan lebih lanjut, akan saya berikan instruksi, dan arahan, untuk dilakukan untuk menyukseskan pembangunan di sektor pendidikan. Dan setelah itu, kita laksanakan press conference berkaitan dengan tindak lanjut dari rapat koordinasi ini, sekali lagi, di sektor pendidikan dan kebudayaan.
Sebelum saya memberikan kesempatan kepada Mendikbud, saya ingin mengingatkan sekali lagi, utamanya kepada jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hadir di sini juga para gubernur, bahwa kalau kita pikir sederhana pembangunan pendidikan yang tengah kita lakukan sekarang ini adalah untuk membuat pendidikan di negeri ini makin berkualitas, mudah dalam arti accessible, dan kemudian murah. Berkualitas tentu menyangkut kurikulum, atau bahan ajaran yang tepat, metodologi belajar mengajar, sistem evaluasi sampai tentu dengan infrastruktur pendidikan yang kita perlukan di era informasi sekarang ini.
Yang kedua, mudah atau accessible harus lebih banyak lagi kesempatan, atau partisipasi bagi putra-putri Indonesia untuk mengenyam pendidikan di negeri ini, lebih dari pendidikan dasar atau pendidikan wajib. Sedangkan murah, kita ingin semuanya rasional dengan tujuan bisa dijangkau oleh masyarakat luas dan khusus bagi saudara kita yang belum mampu, kita telah menetapkan kebijakan untuk membebaskan mereka dari pembiayaan-pembiayaan yang tidak perlu. Itulah yang menjadi inti sebenarnya pembangunan pendidikan yang kita lakukan sekarang ini.
Pada Ramadhan tahun lalu, saya juga didampingi oleh Mendikbud dan sejumlah menteri melaksanakan Safari Ramadhan di daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Dalam safari Ramadhan kita masuk untuk melihat langsung infrastruktur pendidikan, utamanya gedung atau bangunan sekolah, baik SD maupun SMP. Â Kita lihat waktu itu, tahun lalu apa dua tahun lalu ya? Tahun lalu ya. Saya lihat memang ada yang kondisinya benar-benar kurang layak, berkategori di antara rusak, sedang, sampai rusak berat. Dan setelah itu, dalam Sidang Kabinet telah kita tetapkan bahwa perbaikan infrastruktur seperti itu, gedung dan bangunan seperti itu, insya Allah, bisa kita tuntaskan hingga tahun 2014 mendatang.
Saya berharap dalam rapat ini Mendikbud bisa melaporkan progress, termasuk timeline, untuk menyelesaikan semuanya itu pada tahun 2014 mendatang. Tentu banyak lagi hal-hal penting yang perlu kita lakukan, hingga semuanya menjadi baik, dan saya optimis karena biaya pendidikan, menurut pandangan saya, cukup untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita, tinggal manajemen yang bagus, penetapan sasaran yang tepat, dan kemudian implementasinya yang diharapkan juga tepat, dan tidak terjadi penyimpangan di simpul mana pun.
Itulah pengantar saya, Saudara-saudara, dan setelah ini saya persilakan Mendikbud untuk menyampaikan laporan dan presentasinya.
Â
Asisten Deputi Naskah dan Penerjemahan,
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan,
Kementerian Sekretariat Negara RI.