Dalam pidatonya,
Presiden SBY juga menyampaikan beberapa hal penting terkait dengan
kondisi dan perkembangan Indonesia dewasa ini, yang harus dicermati saat
ini, antara lain: tentang pentingnya kemampuan mengelola ekonomi di
tengah ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global, pentingnya
memelihara kerukunan dan toleransi, pentingnya untuk menyukseskan Pemilu
2014 dan suksesi kepemimpinan secara demokratis dan damai, pentingnya
mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).
Â
Pengelolaan Ekonomi
Presiden SBY menyambut baik kondisi perekonomian Indonesia yang mampu bertahan di tengah terpaan krisis ekonomi global, bahkan pertumbuhan ekonomi malah meningkat di kisaran 5-6 persen. “Alhamdulillah, ekonomi kita terus tumbuh secara berkesinambungan. Daya beli masyarakat terus meningkat, kelas menengah tumbuh secara signifikan, stabilitas fiskal dan moneter terjaga, secara fundamental ekonomi nasional semakin kuatâ€, ucap Presiden.
Presiden SBY menyambut baik kondisi perekonomian Indonesia yang mampu bertahan di tengah terpaan krisis ekonomi global, bahkan pertumbuhan ekonomi malah meningkat di kisaran 5-6 persen. “Alhamdulillah, ekonomi kita terus tumbuh secara berkesinambungan. Daya beli masyarakat terus meningkat, kelas menengah tumbuh secara signifikan, stabilitas fiskal dan moneter terjaga, secara fundamental ekonomi nasional semakin kuatâ€, ucap Presiden.
Â
Selain
itu, di sejumlah forum international, Indonesia juga banyak dimintai
resep karena keberhasilan bertahan terhadap krisis ekonomi global
2008-2009 dan bahkan ekonomi tumbuh secara mengesankan. “Pengelolaan
ekonomi Indonesia selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian, dengan
tetap menjaga ruang ekspansi yang terukur. Di banyak negara yang dilanda
krisis keuangan dan ekonomi, sering kedua hal ini dipertentangkan, atau
menjadi trade-off. Selain itu, saya juga sampaikan bahwa pembangunan
ekonomi Indonesia juga ditopang oleh semakin baiknya iklim dunia usaha,
terjaganya stabilitas politik dan keamanan serta masifnya gerakan
kewirausahaan†ujar Presiden.
Â
Presiden
SBY juga berharap kesiapan dukungan dan kerja sama dalam menghadapi
setiap gejolak eksternal menjadi lebih baik lagi, sebagaimana
keberhasilan Indonesia melewati krisis ekonomi dunia tahun 2008-2009
lalu.
Kerukunan dan Toleransi
“Saya mengajak kita semua untuk semakin menyadari bahwa Bangsa Indonesia dan adalah bangsa yang majemuk. Kita harus memaknai kemajemukan ini sebagai anugerah, sekaligus kewajiban untuk mengelolanya secara bijak. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, kita perlu terus memperkuat toleransi. Kita harus terus mencegah terjadinya benturan dan keekrasan komunal, yang akan menggangu ketentraman hidup masyarakat dan kesatuan bangsa kitaâ€, tegas Presiden.
Â
Presiden
menegaskan bahwa masyarakat Internasional sangat menghargai dan
kepeloporan dan kepemimpinan Indonesia dalam ikut memperjuangkan
nilai-nilai toleransi serta kemajemukan, melalui dialog antar keyakinan
dan peradaban di tingkat dunia.
Â
Dalam
forum multilateral, Indonesia juga menjadi salah satu motor bagi
terbentuknya “Aliansi Peradaban†di PBB. Bahkan tahun depan, Indonesia
akan menjadi tuan rumah pertemuan internasional tersebut yang melibatkan
berbagai unsur penting masyarakat dunia.
Â
Penyelenggaraan dan Persiapan Pemilu 2014
Terkait dengan penyelenggaraan Pemilu 2014, Presiden SBY menyampaikan pandangannya, Presiden berharap agar Pemilu 2014 nanti memenuhi semua standar yang berlaku secara universal, yang dalam tradisi demokrasi harus bersifat bebas dan adil. Apa yang sudah dicapai dalam tiga pemilu demokratis sebelumnya, perlu di pertahankan dan di tingkatkan.
Terkait dengan penyelenggaraan Pemilu 2014, Presiden SBY menyampaikan pandangannya, Presiden berharap agar Pemilu 2014 nanti memenuhi semua standar yang berlaku secara universal, yang dalam tradisi demokrasi harus bersifat bebas dan adil. Apa yang sudah dicapai dalam tiga pemilu demokratis sebelumnya, perlu di pertahankan dan di tingkatkan.
Â
Pemilu
tahun 2104 akan diikuti oleh 12 Partai politik Nasional dan Tiga Partai
Politik Lokal di Aceh. Pemilu juga akan memilih 560 anggota DPR, 132
anggota DPD, 2.137 anggota DPRD Provinsi, dan 20.257 anggota DPRD
Kabupaten atau Kota.
Â
Keutuhan NKRI
Dalam poin keempat, Presiden SBY bersyukur karena konflik di Aceh telah berakhir dengan damai. Sudah saatnya, segenap elemen masyarakat di Aceh membangun masa depan yang lebih sejahtera, aman dan damai.
Dalam poin keempat, Presiden SBY bersyukur karena konflik di Aceh telah berakhir dengan damai. Sudah saatnya, segenap elemen masyarakat di Aceh membangun masa depan yang lebih sejahtera, aman dan damai.
Â
Presiden
mengajak kepada semua pihak, termasuk masyarakat Aceh, untuk memegang
teguh semangat dan ketulusan hati mengubur konflik di masa lalu dan
melangkah ke masa depan untuk membangun diri dalam naungan NKRI.
Â
Sedangkan
menyangkut Papua, Presiden SBY mengatakan bahwa Pemerintah terus
mengutamakan pendekatan kesejahteraan dan percepatan pembangunan di
provinsi itu. “Kita juga sedang merancang suatu formula Otonomi Khusus,
yang mampu memberikan nilai tambah dan terobosan baru bagi terwujudnya
kemajuan dan kemuliaan Papua†papar Presiden.
Â
Presiden
menegaskan bahwa Aceh dan Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan
dari NKRI dan merupakan harga mati bagi Bangsa Indonesia. “Selama ini,
kita senantiasa menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara
lain, negara-negara sahabat Indonesia. Oleh karena itu, kita berharap
prinsip yang sama juga ditetapkan secara resiprokal. Melalui penegasan
ini saya berharap, agar semua pihak bekerja secara aktif untuk mencegah
aktivitas politik yang dapat mengakibatkan tergangunya hubungan baik
Indonesia dengan negara-negara sahabat. Jangan lukai perasaan bangsa
Indonesia, karena kami juga tidak ingin melukai bangsa lainâ€, tegas
Presiden.
Â
Sejumlah
pejabat negara tampak hadir dalam penyampaian Pidato Kenegaraan
tersebut, antara lain, Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati
Boediono, Ketua DPR Marzuki Alie, mantan Presiden B. J. Habibie, mantan
Wakil Presiden Hamzah Has, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, para
pimpinan Lembaga Negara, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II,
anggota DPR-RI dan DPD-RI, para Duta Besar Negara-Negara Sahabat, dan
para teladan dari seluruh tanah air. (Humas/DAR)
Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?