Seri Inovasi: Pemanfaatan Sumber Daya Air Istana Kepresidenan Cipanas, Langkah Inovatif Istana Kepresidenan Cipanas Pada Pengelolaan Lingkungan

 
bagikan ke :

Selasa, 06 Agustus 2019
Di baca 847 kali

 

Istana Kepresidenan Cipanas yang dibangun pada tahun 1742 dengan luas tanah mencapai 26 hektar ini, merupakan Istana Kepresidenan tertua di Indonesia. Sebagian besar area Istana masih berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang mempunyai wilayah resapan air yang cukup luas. Meski relatif tidak pernah mengalami masalah kekurangan air, namun saat musim kemarau tiba, debit air sungai menurun sehingga persediaan air tanah berkurang yang berdampak pada keringnya rumput-rumput, tanam-tanaman, pepohonan serta kolam-kolam di lingkungan Istana. Kondisi itu tentu mengurangi keasrian dan keindahan taman Istana.

 

Untuk mengatasi masalah itu, Kepala Istana Kepresidenan Cipanas, Sdr. Mustofa Alatas membuat langkah terobosan berupa pemanfaatan sumber daya alam yaitu sumber daya air secara lebih produktif dengan pembangunan embung. Embung adalah cekungan penampung air hujan yang berfungsi untuk menjaga kualitas air tanah, mencegah banjir, pengairan, hingga dapat pula berfungsi sebagai unsur penambah estetika lingkungan.

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
3           0           0           0           0