Doorstop Presiden RI - Peninjauan ke Lapak Bawang Luwung Ragi, Brebes, 11 April 2016
DOORSTOP PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PENINJAUAN KE LAPAK BAWANG LUWUNG RAGI
BREBES, JAWA TENGAH
11 APRIL 2016
Â
Â
Â
Wartawan:
Petani bawang ini mau diapakan, Pak?
Â
Presiden:
Ya tadi, ini kan rentetan dari yang tadi.
Â
Begini lo. Ini setiap tahun, itu berpuluh-puluh tahun, problemnya itu sama terus. Saat seperti sekarang, ini harga untuk petani baik, bisa sampai 30, 32 ribu.
Â
Tapi saat musim panen raya, bulan 6, bulan 7, bulan 8, harga jatuh sampai kadang 6 ribu, 7 ribu.
Â
Nah ini yang, mestinya seperti ini bisa dikendalikan. Lewat apa? Tadi pergudangan sama cold storage. Kalau gudang, paling mampu hanya dua bulan. Kalau cold storage, kan bisa enam bulan.
Â
Solusi persoalan-persoalan lapangan seperti ini sebetulnya dibutuhkan oleh rakyat. Ini yang mau kita selesaikan.
Â
Wartawan:
Bisa berapa ton untuk cold storage?
Â
Presiden:
Wah gede banget itu. Ini Pak Haji saja bisa nyimpen, yang gudang biasa berapa? Nyimpan yang gudang biasa bisa 2 ribu ton. Ini memang gede banget itu.
Â
Oleh sebab itu, saya tugaskan BUMN, Bulog, RNI, PPI, BGR untuk menyelesaikan ini. Kalau ndak, sampai kapan pun enggak akan selesai.
Â
Swasta juga enggak mampu. Pak Haji mampu?
Â
Pedagang Bawang:
Enggak, enggak mampu, Pak.
Â
Presiden:
Sudah lama enggak mampu. Sudah angkat tangan.
Â
Ini tugasnya pemerintah. Ini akan kita delegasikan ke BUMN yang tadi saya sebut: Bulog, RNI, PPI, BGR.
Â
Ya sudah.
Â
Wartawan:
Jadi perpres baru ya, Pak?
Â
Presiden:
Sudah, perpresnya sudah keluar. Sebulan atau dua bulan yang lalu, sudah saya keluarkan. Sudah, sudah semuanya.
Â
Wartawan:
Selain bawang, komoditas lain juga, kayak cabe gitu, Pak?
Â
Presiden:
Ya: beras, jagung, kedelai, cabe. Daging juga masuk di dalamnya.
Â
Wartawan:
Ini soal pertanian. Tapi kita lihat enggak ada Menteri Pertanian dari tadi siang sampai saat ini, Pak.
Â
Presiden:
Oh sakit, baru saja tadi sakit. Tadi malam sudah telepon dengan saya, sakit, panas.
Â
Wartawan:
Pak, nanya yang lain boleh enggak? Nanya reshuffle, Pak? Kan kata Bapak.
Â
Presiden:
Sampai hari ini belum, sampai hari ini belum.
Â
Wartawan:
Evaluasi tetap jalan?
Â
Presiden:
Terus: mingguan, bulanan. Ada terus.
Â
Wartawan:
Bapak dan Pak Wapres sudah sepakat mengenai nama-namanya?
Â
Presiden:
Sampai saat ini, ya kita bicara terus. Sampai detik ini, belum sepakat.
Â
Wartawan:
Pertimbangan utama soal kinerja?
Â
Presiden:
Ya.
*****
Biro Pers, Media dan Informasi
Sekretariat Presiden