Doorstop Presiden RI - Peninjauan ke Lapak Bawang Luwung Ragi, Brebes, 11 April 2016

 
bagikan berita ke :

Senin, 11 April 2016
Di baca 1236 kali

DOORSTOP PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PENINJAUAN KE LAPAK BAWANG LUWUNG RAGI

BREBES, JAWA TENGAH

11 APRIL 2016

 

 

 

Wartawan:

Petani bawang ini mau diapakan, Pak?

 

Presiden:

Ya tadi, ini kan rentetan dari yang tadi.

 

Begini lo. Ini setiap tahun, itu berpuluh-puluh tahun, problemnya itu sama terus. Saat seperti sekarang, ini harga untuk petani baik, bisa sampai 30, 32 ribu.

 

Tapi saat musim panen raya, bulan 6, bulan 7, bulan 8, harga jatuh sampai kadang 6 ribu, 7 ribu.

 

Nah ini yang, mestinya seperti ini bisa dikendalikan. Lewat apa? Tadi pergudangan sama cold storage. Kalau gudang, paling mampu hanya dua bulan. Kalau cold storage, kan bisa enam bulan.

 

Solusi persoalan-persoalan lapangan seperti ini sebetulnya dibutuhkan oleh rakyat. Ini yang mau kita selesaikan.

 

Wartawan:

Bisa berapa ton untuk cold storage?

 

Presiden:

Wah gede banget itu. Ini Pak Haji saja bisa nyimpen, yang gudang biasa berapa? Nyimpan yang gudang biasa bisa 2 ribu ton. Ini memang gede banget itu.

 

Oleh sebab itu, saya tugaskan BUMN, Bulog, RNI, PPI, BGR untuk menyelesaikan ini. Kalau ndak, sampai kapan pun enggak akan selesai.

 

Swasta juga enggak mampu. Pak Haji mampu?

 

Pedagang Bawang:

Enggak, enggak mampu, Pak.

 

Presiden:

Sudah lama enggak mampu. Sudah angkat tangan.

 

Ini tugasnya pemerintah. Ini akan kita delegasikan ke BUMN yang tadi saya sebut: Bulog, RNI, PPI, BGR.

 

Ya sudah.

 

Wartawan:

Jadi perpres baru ya, Pak?

 

Presiden:

Sudah, perpresnya sudah keluar. Sebulan atau dua bulan yang lalu, sudah saya keluarkan. Sudah, sudah semuanya.

 

Wartawan:

Selain bawang, komoditas lain juga, kayak cabe gitu, Pak?

 

Presiden:

Ya: beras, jagung, kedelai, cabe. Daging juga masuk di dalamnya.

 

Wartawan:

Ini soal pertanian. Tapi kita lihat enggak ada Menteri Pertanian dari tadi siang sampai saat ini, Pak.

 

Presiden:

Oh sakit, baru saja tadi sakit. Tadi malam sudah telepon dengan saya, sakit, panas.

 

Wartawan:

Pak, nanya yang lain boleh enggak? Nanya reshuffle, Pak? Kan kata Bapak.

 

Presiden:

Sampai hari ini belum, sampai hari ini belum.

 

Wartawan:

Evaluasi tetap jalan?

 

Presiden:

Terus: mingguan, bulanan. Ada terus.

 

Wartawan:

Bapak dan Pak Wapres sudah sepakat mengenai nama-namanya?

 

Presiden:

Sampai saat ini, ya kita bicara terus. Sampai detik ini, belum sepakat.

 

Wartawan:

Pertimbangan utama soal kinerja?

 

Presiden:

Ya.

*****

Biro Pers, Media dan Informasi

Sekretariat Presiden