Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat siang,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.
Yang saya hormati Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai penyelenggara Saudara Bobby Rasyidin;
Para Menteri Anggota Kabinet Merah Putih yang hadir: Menteri Perhubungan Saudara Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Saudara Fadli Zon, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Saudara Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Saudara Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Saudara Prasetyo Hadi, Menteri Agraria dan Tata Ruang Saudara Nusron Wahid, Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Letkol Infanteri Teddy Indra Wijaya, Gubernur Jawa Tengah Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Ahmad Luthfi, beserta Forkopimda Jawa Tengah: hadir Panglima Kodam, hadir Kapolda, hadir pejabat-pejabat Forkopimda yang lain, Wali Kota Semarang Saudari Agustina Wilujeng Pramestuti;
Yang saya hormati pegawai Kereta Api Indonesia: para petugas stasiun, masinis, dan seluruh staf pegawai KAI di mana pun engkau bertugas;
Para tamu undangan, serta rekan-rekan pers media yang hadir.
Tentunya kita sebagai insan yang bertakwa tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Mahakuasa, Tuhan Mahabesar, bagi umat Islam Allah subhanahu wa ta’ala, atas segala karunia dan berkah diberikan kepada negara kita, atas kesehatan, napas yang masih diberikan kepada kita. Sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul di sini, di tempat yang sarat nilai sejarah, untuk melaksanakan Peresmian Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang.
Saudara-saudara,
Sejarah mencatat bahwa Presiden Republik Indonesia yang pertama menggunakan stasiun ini untuk berangkat ke daerah-daerah lain, untuk menjalankan tugas negara di awal kemerdekaan. Karena itu, menjaga, melestarikan stasiun Tawang ini tidak hanya menjaga dan melestarikan satu bangunan, tapi juga menjaga identitas dan menjaga memori dan perjalanan sejarah kita.
Saudara-saudara,
Bangsa yang besar tidak boleh merupakan sejarahnya, dan kita memang mengalami masa penjajahan yang lama. Tapi kita juga manfaatkan masa itu untuk belajar. Belajar teknologi, belajar sains, untuk kita mengejar kemajuan dan semua yang diperlukan, untuk menjadi bangsa yang kuat dan bangsa yang merdeka. Karena itu, penting juga kita untuk melestarikan semua yang kita miliki, walaupun itu dari zaman dahulu. Kita harus melestarikan kuil-kuil, kita harus melestarikan semua bangunan-bangunan ribuan tahun, ratusan tahun yang lalu. Itu bagian dari sejarah kita, bagian dari identitas kita.
Saudara-saudara,
Saya ucapkan terima kasih kepada Direktur Utama Kereta Api Indonesia yang mengambil langkah-langkah cepat, tanggap.
Saudara-saudara,
Kereta api menurut pendapat saya terus memainkan peran yang signifikan dalam kehidupan bangsa yang modern. Kereta api adalah instrumen logistik yang ekonomis. Kereta api memberi manfaat kepada rakyat banyak, terutama rakyat yang berpenghasilan rendah. Kereta api adalah instrumen ekonomi rakyat. Kereta api adalah instrumen sesungguhnya daripada demokratisasi ekonomi. Kereta api harus melayani rakyat, sehingga di banyak negara kereta api itu dianggap public service, tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi harus efisien. Sehingga, nanti ada kereta api yang diarahkan untuk membantu rakyat yang berpenghasilan rendah, sehingga kereta api juga harus melayani kota-kota kecil. Kadang-kadang dilema, ingin kereta api cepat, akhirnya kota-kota kecil tidak terlayani.
Kereta Api Indonesia harus benar-benar berpikir utuh, komprehensif, ya. Kita mengejar modernisasi, kita mengejar teknologi. Tapi ingat, teknologi, semua sarana adalah untuk melayani rakyat. Nah, ini saya titip pesan benar-benar sama Kereta Api Indonesia. Kita harus investasi lebih banyak di bidang kereta api. Ya, semua lintasan-lintasan kereta api, saya dengar masih ada ribuan, harus dibikin pintu-pintu yang baik, pintu-pintu yang otomatis mungkin, ya, sehingga tidak terjadi kecelakaan di mana-mana.
Jadi, Saudara-saudara, saya juga ingatkan bahwa untuk menggerakkan ekonomi untuk seluruh rakyat kita, pariwisata itu sangat penting. Pariwisata itu menghasilkan devisa. Pariwisata menggerakan ekonomi. Satu wisatawan asing datang ke negara kita, minum secangkir kopi, petani kopi hidup. Mereka yang terlibat dalam mengolah kopi, hidup. Mereka yang terlibat dalam logistik mengambil kopi dari kebun, ke kota, ke pabrik. Mereka yang membungkus kopi dan akhirnya mereka yang menjual kopi di restoran, di kafe, di hotel. Mata rantainya banyak. Satu wisatawan mungkin bisa menghidupkan 10-15 rakyat kita.
Tapi, apa yang menarik wisatawan ke negara kita? Yang menarik adalah budaya kita, yang menarik adalah keindahan di negeri kita, yang menarik adalah suasana di negeri kita. Jadi, pariwisata syaratnya antara lain adalah setiap kota, setiap kabupaten, setiap kecamatan, apalagi ibu kota provinsi, ibu kota kabupaten, ibu kota kecamatan, harus bersih. Makanya, sampah menjadi prioritas kita. Dalam waktu satu tahun ini kita harus selesaikan masalah sampah, di seluruh Indonesia. Semua sungai harus bersih. Semua kali harus bersih. Alam harus dijaga. Pohon tidak boleh ditebang sembarangan, kalau perlu kita tanam ratusan juta pohon baru. Estetika, keindahan harus kita pertahankan.
Aslinya bangsa Indonesia tidak pakai seng, kalau perlu kita kembali pakai ijuk, kembali pakai rumbai. Kalau tidak, kita harus cari. Rakyat kita dari dulu bisa bikin genting, kok. Genting bukan teknologi baru, rakyat kita dari dulu pakai genting. Seng ini cepat berkarat. Karat ini tidak baik untuk kesehatan. Begitu banyak nanti penyakit paru-paru tanpa kita sadari. Orang-orang muda sudah kena kanker paru-paru, padahal dia enggak merokok. Dari mana? Ya, dari karat, dari asbes, dari macam-macam, kimiawi. Jadi, saya anjurkan gubernur, bupati, wali kota, ya, semua instansi di bidang masing-masing. Lestarikan alam, jaga kebersihan.
Karena itu, usaha KAI untuk revitalisasi ratusan stasiun-stasiun sangat penting. Jangan dianggap sepele. Ini bisa jadi daya tarik. Wisatawan ada yang datang untuk sejarah. Mereka ke Jawa Tengah untuk Borobudur, ke Jogja untuk Prambanan.
Ya, jadi saya sangat gembira. Lestarikan semua stasiun, ini juga bagian dari pelestarian sejarah. Tapi lebih penting, ini bagian daripada usaha kita sebagai bangsa untuk di semua bidang kita lakukan transformasi. Kita ubah kesan. Indonesia memang harus lestari, harus indah, harus asri, ya. Tidak boleh ada sampah yang liar, tidak boleh ada gedung yang tidak terawat, tidak boleh ada karat di mana-mana. Kita harus ubah dan kita bisa ubah. Kita ciptakan Indonesia yang cemerlang, yang beautiful, yang indah. Kita ciptakan Indonesia yang menarik, Saudara-saudara sekalian, nyaman. Keramahan bangsa kita, kita dukung dengan keramahan alam kita.
Kereta api adalah bagian penting dalam pariwisata, transportasi masa depan. Kita ingin semua berbasis listrik. Kita akan bangun energi yang hijau, energi yang terbarukan. Jangankan kereta api, nanti hampir semua kendaraan kita nanti dari listrik: truk kita, bus kita, mobil kita, motor kita.
Saudara-saudara,
Itu yang saya sampaikan. Terima kasih, Kereta Api Indonesia, teruskan. Dan, hari ini saya akan mencoba kereta api baru yang diluncurkan oleh KAI untuk mendukung menopang pariwisata, yang diberi nama Nusantara Explorer.
Saya kira itu dari saya, ya. Selamat bekerja. Saya ingin Kereta Api Indonesia berkembang dengan pesat, dengan luas, dengan besar, ya. Bangsa kita besar. Jadi saya minta semua pejabat, petugas, pemimpin berpikir besar, ya, berhati besar. Jangan berpikir kerdil, kecil, ya. Semangat besar, cita-cita besar. Gantungkan cita-cita kita setinggi langit. Itu kata-kata presiden kita yang pertama. Kalau enggak sampai ke langit, minimal kita jatuh di antara bintang-bintang.
Habis ini, Trans Sumatra Railway, dari, dari Bandar Lampung, ya. Mana titik yang paling selatan? Titik yang paling selatan, Bakauheni, sampai ke titik paling utara, ya. Bisa, KAI? Bisa, Menteri Perhubungan? Kita kasih dia, tugas harus dikasih yang berat. Jangan kasih yang ringan-ringan, ya. Habis Trans Sumatra, nanti Trans Kalimantan. Kalau bisa bersamaan kita mulai.
Indonesia negara besar, Indonesia negara kuat, Indonesia negara makmur. Kita buktikan, ya. Indonesia menghadapi masa depan dengan optimis, dengan gembira, dengan semangat tanpa melupakan sejarah. Sejarah penting bagi kita, bagi kepribadian kita, bagi masa depan kita.
Terima kasih. Selamat bertugas. Dan, dengan demikian saya akan resmikan sebentar lagi Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang. Dan, saya menanti peresmian revitalisasi stasiun-stasiun lain, termasuk launching Trans Sumatra Railway. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om santi santi santi om,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu rahayu.
Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 30 Juli 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini saya resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.