Bahasa Indonesia Menjadi Working Language di Timor Leste

 
bagikan berita ke :

Rabu, 06 Juni 2007
Di baca 3360 kali

Kami memberikan apresiasi kepada Presiden Horta dalam hal ini, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi pers seusai pertemuan.

"Pemerintah Timor Leste memiliki pemikiran dan kebijakan untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai working language. Saya berpendapat ini akan lebih meningkatkan hubungan diantara kedua bangsa dan tentunya menjadi modalitas yang penting untuk peningkatan kerjasama kita di waktu yang akan datang,“ Presiden SBY menjelaskan.

“Kita berharap nanti akan ada departemen bahasa Indoensia di Timor Leste University dan sekolah yang betul-betul bisa mengembangkan lagi kerjasama di bidang bahasa tersebut,“ lanjut Presiden.

Isu yang lain yang dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut adalah masalah perbatasan. “Kita senang bahwa 97 persen dari perbatasan Indonesia - Timor Leste sudah selesai, sudah settled, dan kita bersepakat untuk terus melanjutkan negosiasi agar 3 persen sisanya yang menyangkut perbatasan Oecussi dengan Nusa Tenggara Timur segera dapat dirampungkan untuk kebaikan kedua negara,“ SBY menambahkan.

Ditegaskan SBY, kerjasama keamanan di sepanjang perbatasan juga berjalan dengan baik. Kedua negara sepakat untuk lebih baik lagi dalam berkoordinasi antara satuan keamanan Indonesia yang bertugas di sepanjang perbatasan dengan pihak Timor Leste. Dengan demikian pelintas batas secara damai itu bisa berjalan dengan baik dan aman.

“Kita juga bersepakat untuk Commission of Truth and Friendship (CTF), bisa melanjutkan tugasnya yang selama ini berjalan dengan baik dan kita bersepakat untuk menambah waktu lagi mandatnya selama 6 bulan. Dengan demikian mereka bisa menuntaskan dan memfinalisasi pekerjaannya, yang tentunya sangat penting untuk menuju ke hubungan kedua negara di waktu yang akan datang,“ kata SBY.

Kerjasama di bidang internasional dan regional juga berjalan dengan baik. Indonesia terus berupaya mengajak Timor Leste menjadi bagian dari regional community, ASEAN maupun non ASEAN. Dengan demikian kerjasama lebih baik lagi dibangun baik bilateral maupun secara regional.

“Indonesia juga berterima kasih kepada Timor Leste atas dukungan selama ini kepada Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk pencalonan-pencalonan Indonesia di berbagai posisi di Perserikatan Bangsa Bangsa. Kita berharap mutual support ini bisa dilanjutkan di waktu yang akan datang,“ tutur Presiden.

Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta dalam keterangan persnya mengatakan bahwa Indonesia sangat mendukung persatuan dengan wilayah regional Timor Leste. “Dimulai dengan trilateral dialog atas inisiatif Indonesia yang melibatkan Indonesia, Australia, dan Timor Leste, diikuti dengan south west dialogue atas inisiatif Indonesia, dimana Timor Leste diundang," kata Horta. South West Dialogue melibatkan Indoensia, Timor Leste, Papua Nugini, Selandia Baru, Australia, dan Filipina.

Horta berterimakasih atas dukungan Indonesia yang mengajak Timor Leste masuk forum ASEAN. "Bergabung dengan ASEAN akan melengkapi diplomasi regional kami, keamanan dan integrasi dengan wilayah regional. Timor Leste juga mengucapkan terima kasih atas dorongan yang diberikan Indonesia kepada negara-negara ASEAN lainnya untuk menyambut Timor Leste bergabung di ASEAN," Horta menegaskan.

Selama krisis yang terjadi di negara kami tahun lalu, lanjutnya, Indonesia telah menunjukan solidaritas dan simpati dalam banyak cara. "Termasuk ketika kami butuh bantuan dari Malaysia, kami tahu Indonesia mendorong Malaysia untuk membantu Timor Leste, dan Malaysia sangat membantu dalam upayanya mengendalikan situasi di Timor Leste,“ kata Horta.

Presiden Timor Leste yang baru terpilih ini juga mengucapkan terima kasih atas bantuan Indonesia terhadap para pelajar dan mahasiswa Timor Leste yang belajar di Indonesia. "Kami berdiskusi dengan Presiden Yudhoyono, bahwa kami membutuhkan diskusi yang lebih lanjut untuk bidang pendidikan, sehingga pelajar kami bisa belajar dengan dukungan finansial dari pemerintah kami,“ ujar Horta.

Menurut Horta, Indonesia menjadi tujuan utama bagi para pelajar Timor Leste. Pemerintahnya memang mendorong para pelajar untuk datang ke Indonesia. “Kami segera melihat sebuah kerangka kerja sehingga ketika mereka datang mereka akan dibantu oleh pemerintah kami, dan pihak Indonesia sangat membantu pelajar-pelajar kami. Ini moral and human issue, selain masalah sekarang dan masa depan,“ Horta menjelaskan.

“Dan saya harap Presiden Yudhoyono juga akan mengunjungi Timor Leste lagi segera, seperti kunjungan 2 tahun lalu dimana ribuan orang menyambut dengan spontan tanpa rekayasa. Mereka menujukkan persahabatan kepada masyarakat Indonesia dan juga kepada Presiden secara personal,“ kata Horta.

 

Sumber:
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/06/05/1907.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
3           0           0           0           1