Banjir di Morowali Presiden Ingatkan Upaya Tanggap Darurat

 
bagikan berita ke :

Kamis, 26 Juli 2007
Di baca 713 kali

“Tadi saya berkoordinasi dengan Wapres Jusuf Kalla melalui telepon, untuk mengigatkan upaya tanggap darurat dengan menambah logistik untuk membantu para korban banjir dan tanah longsor di Morowali,� kata Presiden SBY.

Meskipun sedang melakukan kunjungan kerja tiga hari di Korsel, Presiden SBY selalu mengikuti perkembangan tanah air. Banjir dan longsor yang terjadi di Morowali akibat hujan lebat yang terus mengguyur kawasan itu selama dua pekan. Data terakhir menyebutkan delapan orang meninggal dan 40 lainnya dinyatakan hilang.

Presiden SBY kembali mengingatkan kepada kepala daerah agar sungguh-sungguh memperhatikan peringatan dini yang disampaikan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mengenai perubahan cuaca dan ancaman kemungkinan bencana alam di daerahnya. Peringatan dini dari BMG ini dimaksudkan daerah-daerah bisa mengantisipasi dan mencegah kemungkinan buruk terjadi.

“Saya minta agar kepala daerah dan aparat pemerintah sungguh-sungguh memperhatikan apapun yang menjadi peringatan BMG agar keadaan terburuk bisa diantisipasi. Banjir dan longsor di Morowali mungkin saja terjadi karena ada perubahan cuaca,� Presiden SBY menambahkan.

Ikut mendampingi Presiden dalam konferensi pers menjelaskan hasil kunjungan kerja tiga hari di Korea Selatan ini, antara lain, Menko Perekonomian Boediono, Menlu Hassan Wirajuda, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Menneg Pora Adhyaksa Dault, Seskab Sudi Silalahi, dan kedua Jubir Presiden, Dino Patti Djalal serta Andi A.Mallarangeng. Juga hadir Dubes RI di Seoul Jacob Tobing, Ketua Kadin MS Hidayat, dan Dirut Garuda Emirsyah Satar.

 

Sumber:
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/07/25/2070.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0