Beraspirasi di depan Istana Merdeka, ALIANDO Tuntut Pembatalan Permenhub Nomor 108 Tahun 2017
Sebanyak kurang lebih 500 orang yang mengatasnamakan Aliansi Nasional Driver Online (ALIANDO) menyampaikan aspirasi di depan Istana Merdeka Jakarta (28/3). Penyampaian aspirasi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menuntut agar Pemerintah membatalkan Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.
Sehari sebelumnya (27/03), pengemudi ojek online roda 2 (OJOL) juga menyampaikan aspirasinya di tempat yang sama agar dilakukan perbaikan tarif per km untuk jasa pengemudi OJOL. Menanggapi aspirasi tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan (Menhub), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), dan Kepala Staf Kepresidenan menerima 5 orang perwakilan OJOL di Ruang Oval Istana Merdeka sekitar pukul 13.30 WIB.
Menindaklanjuti pertemuan Bapak Presiden dengan perwakilan OJOL tersebut, telah diselenggarakan pembahasan antara Kepala Staf Kepresidenan, Menhub, Menaker, Menkominfo, dan Aplikator pada tanggal 28 Maret 2018 yang berakhir sekitar pukul 17.40 WIB di Kantor Staf Presiden (KSP).
Butir-butir yang dihasilkan dari pembahasan terkait ALIANDO (roda 4), pertama, Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 tersebut ditunda sampai ada aturan baru yang pembahasannya melibatkan unsur pengemudi
Kedua, Aplikator akan menjadi perusahaan transportasi. Dan Ketiga, pengemudi dapat langsung berhubungan dengan aplikator tanpa harus membentuk koperasi atau badan usaha lainnya.
Adapun terkait OJOL (roda 2), aplikator (Gojek, Grab) berkomitmen untuk meningkatkan pendapatan pengemudi online, salah satunya melalui penyesuaian tarif per km yang akan dirumuskan internal aplikator, sedangkan Kementerian Ketenagakerjaan akan mengkaji hubungan ketenagakerjaan antara pengemudi dengan aplikator.
Hasil rapat kemudian disampaikan Staf Deputi IV KSP kepada 3 orang perwakilan ALIANDO untuk selanjutnya diinformasikan kepada massa ALIANDO yang berunjuk rasa di depan Istana Merdeka.
Massa membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 18.30 WIB. (DON – Humas Kemensetneg)