Cerita Seru Peserta Istana untuk Anak Sekolah: Enggak Bisa Tidur Hingga Ketinggalan Sepatu
Program Istana untuk Anak Sekolah kembali memberikan kebahagiaan dan pengalaman yang berharga bagi generasi penerus bangsa. Pada awal Mei 2026 ini, kesempatan untuk berkeliling Istana Kepresidenan Jakarta sekaligus melihat lebih dekat tata kelola di pusat pemerintahan dirasakan oleh sekitar 185 pelajar yang tergabung dalam Forum OSIS Jawa Barat (FOJB) yang datang berkunjung pada Selasa (05/05/2026) serta 361 pelajar dari SMK Negeri 15 Bandung, SMA Labschool Jakarta, dan SMA Islam Plus Adzkia Medan yang datang pada Kamis (07/05/2026).
Salsabila, pelajar SMAN 4 Bandung sekaligus Ketua FOJB mengungkapkan tingginya antusiasme para anggota FOJB saat mengetahui akan berkunjung ke Istana.
"Benar-benar antusias banget teman-teman ketika aku nge-chat, walaupun via online ya karena kita se-Jawa Barat jadi agak susah juga buat nge-komunikasiin-nya. Tapi alhamdulillah banyak sekali sekolah-sekolah yang mendukung untuk kegiatan ini," ungkap Salsabila.
Antusiasme juga dirasakan oleh Widodo, Ketua OSIS MAN 1 Pangandaran. Usai melaksanakan kegiatan di sekolahnya pada Senin (04/05/2026) pukul 12.00 siang, Widodo bersama beberapa temannya bergegas ke Stasiun Banjar untuk menaiki kereta menuju Kiaracondong, Bandung yang dijadwalkan berangkat pada pukul 13.30 WIB.
"Dari sekolah aku ke Banjar itu ada dua jam untuk perjalanan, itu untuk normal. Tapi kita harus, karena tiketnya di jam 1.30, jadi aku teh benar-benar ke sana dalam keadaan yang benar-benar cepat banget," ujar Widodo.
Widodo menambahkan, sesampai di Banjar mereka baru menyadari bahwa sepatu salah seorang dari mereka tertinggal di sekolah.
"Karena takutnya nanti ke Istana Negara harus pakai sepatu dan pastinya harus pakai sepatu, jadi kita keliling dulu ke pasar di Banjar untuk cari sepatu dengan budget yang udah disiapin untuk jajan tadinya," kata Widodo.
Lain cerita dengan Melania, pelajar dari SMK Kesehatan Surya Global Cimahi yang mengaku tidak bisa tidur karena membayangkan akan mengunjungi Istana Kepresidenan dan sangat berharap dapat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Melania menceritakan sebelum berangkat ke Jakarta, ia dan beberapa pelajar lainnya terlebih dahulu menginap di Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat.
"Aku rela banget enggak tidur dari malam di Disdik Jawa Barat, aku enggak tidur sampai ke sini. Excited banget aku," kata Melania.
Melania pun semakin senang karena akhirnya tak hanya dapat mengunjungi Istana tetapi juga dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.
"Tadi aku tuh ketemu sama Bapak Presiden Prabowo. Tadi waktu baris Bapaknya datang, aku kira bakal langsung maju ke sana ya, ternyata turun, masyaallah. Terus aku langsung salim gitu, dua kali," ujar Melania dengan gembira.
Kegembiraan dan pengalaman tidak terlupakan juga diperoleh Oryza, pelajar SMA Negeri 2 Sukatani, Cikarang Utara, yang mendapatkan kesempatan untuk berbincang langsung dengan Kepala Negara melalui sambungan telepon sebelum akhirnya bertemu langsung di Istana Merdeka.
"Bapak Presiden menanyakan jam berapa kita ke Istana Merdeka-nya? Lalu sempat bercanda, jangan lama-lama ya, soalnya saya mau ke sana. Terus tiba-tiba Pak Presiden bertanya ke Bapak Teddy [Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya], jam berapa memang Pak Teddy? Terus aku jawab jam setengah satu, sekitar jam setengah dua belasan lah. Terus kata Bapak, ya sudah boleh nanti barengan aja sama saya masuk, jadi nanti ketemu gitu,” tutur Oryza.
Mengenal Lebih Dekat Tata Kelola Pemerintahan
Sementara itu, Rais, pelajar SMA Islam Adzkia Medan, mengungkapkan ketertarikan yang mendalam terhadap pemaparan yang disampaikan oleh Kepala Biro Humas, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Eddy Cahyono Sugiarto mengenai tugas dan fungsi Presiden sebagai kepala pemerintahan maupun kepala negara, serta dukungan yang diberikan oleh Kementerian Sekretariat Negara
"Mulai dari tugas dan fungsi Kementerian Sekretariat Negara, Sekretaris Kabinet, dan Presiden itu sendiri. Tentunya banyak insight-insight baru, kami tidak hanya menyaksikan tapi juga ikut turut merasakan apa yang dirasakan oleh kabinet dan juga Presiden di Istana ini," ujar Rais.
Senada, Deva Agustin, pelajar SMKN 15 Bandung, mengungkapkan banyaknya pelajaran yang diperoleh dari pemaparan maupun pengalaman berkunjung langsung ke Istana.
"Pengalaman kita saat ke sini tuh sangat happy dan seru banget, dan juga sangat banyak ilmu yang kita dapat di sini. Kita jadi mengetahui tentang lebih dalam sejarah-sejarah Indonesia," ujar Deva.
Dari pemaparan yang disampaikan oleh Kepala Biro Humas Kemensetneg, Raffi, pelajar SMA Labschool Jakarta, mengatakan sangat tertarik dengan upaya pemerintah untuk melawan disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian (DFK) yang marak di dunia digital saat ini.
"Kita sebagai siswa SMA juga harus belajar lebih menyortir dan menyeleksi mana berita yang asli dan mana yang palsu. Salah satunya tadi, video Menteri Pariwisata yang masuk masjid mengenakan sepatu. Kalau di social media itu kan rumornya dia menggunakan sepatu dan itu menunjukkan tidak adanya toleransi antaragama tapi ternyata disampaikan oleh Bapak Kepala Biro bahwa itu video fake dan Ibu Menteri hanya menggunakan kaos kaki," kata Raffi.
Pelajar SMA Labschool Jakarta lainnya, Bagja, juga menyampaikan rasa antusias dapat berkunjung ke Istana untuk pertama kalinya serta memperoleh pengetahuan mengenai tata kelola pemerintahan langsung dari pusat pemerintahan.
"Ini bahagia sih saya, momen sekali seumur hidup. Sangat penting [untuk mengenal pemerintahan] karena kita adalah WNI, kita tinggal di sini, kita adalah bagian dari negara ini," ujar Bagja. (NES/DND/GUN/UN – Humas Kemensetneg)