Jakarta: Istana Bogor yang biasanya senyap, Selasa pagi (13/3) berubah jadi semarak. Nuansa Dayak dan Melayu nampak kental, terutama di Ruang Garuda. Sekitar 200 tamu undangan yang terdiri dari istri-istri para duta besar negara sahabat, korps diplomatik, serta para istri pejabat tinggi yang tergabung dalam RIA Pembangunan dan istri mantan pejabat tinggi, hadir untuk memenuhi undangan tuan rumah. Ibu Negara yang menjadi Ketua RIA Pembangunan, dan wakil ketua Ibu Mufidah Kalla mengadakan acara tahunan, Coffee Morning di Istana Bogor.

"> Jakarta: Istana Bogor yang biasanya senyap, Selasa pagi (13/3) berubah jadi semarak. Nuansa Dayak dan Melayu nampak kental, terutama di Ruang Garuda. Sekitar 200 tamu undangan yang terdiri dari istri-istri para duta besar negara sahabat, korps diplomatik, serta para istri pejabat tinggi yang tergabung dalam RIA Pembangunan dan istri mantan pejabat tinggi, hadir untuk memenuhi undangan tuan rumah. Ibu Negara yang menjadi Ketua RIA Pembangunan, dan wakil ketua Ibu Mufidah Kalla mengadakan acara tahunan, Coffee Morning di Istana Bogor.

"> Jakarta: Istana Bogor yang biasanya senyap, Selasa pagi (13/3) berubah jadi semarak. Nuansa Dayak dan Melayu nampak kental, terutama di Ruang Garuda. Sekitar 200 tamu undangan yang terdiri dari istri-istri para duta besar negara sahabat, korps diplomatik, serta para istri pejabat tinggi yang tergabung dalam RIA Pembangunan dan istri mantan pejabat tinggi, hadir untuk memenuhi undangan tuan rumah. Ibu Negara yang menjadi Ketua RIA Pembangunan, dan wakil ketua Ibu Mufidah Kalla mengadakan acara tahunan, Coffee Morning di Istana Bogor.

">

Coffee Morning di Istana Bogor Bernuansa Kalteng dan Riau

 
bagikan berita ke :

Rabu, 14 Maret 2007
Di baca 1064 kali

Acara tahunan ini biasanya diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta. Tapi kali ini menurut Ibu Triesna Jero Wacik yang menjadi Ketua Pelaksana, acara diadakan di Istana Bogor untuk lebih memperkenalkan Istana Bogor. "Ibu Negara memutuskan untuk diadakan di Istana Bogor dengan harapan agar para undangan dapat mengenal dan menikmati peninggalan sejarah di Istana ini, " kata Triesna kepada wartawan sebelum acara dimulai.

Nuansa Dayak dan Melayu yang mewarnai Ruang Garuda di Istana Bogor kali ini menonjol, sebab provinsi yang terpilih untuk menampilkan budayanya adalah Provinsi Riau dan Kalimantan Tengah. Setiap tahunnya memang dipilih secara bergilir, dua provinsi untuk tampil mengisi acara Coffee Morning ini, dengan menampilkan kesenian dari masing-masing provinsi untuk mengisi acara hiburan, hidangan khas daerah masing-masing, serta stand yang memamerkan souvenir dan kerajinan khas dari kedua provinsi tersebut.

Provinsi Riau menampilkan tarian Rentak Bulian dari suku pedalaman Talang Mamak. Masih ada lagi peragaan busana batik Riau rancangan Chossy Lattu, serta busana tradisi Kabupaten Kuansing, busana pengantin Kabupaten Kampar, Rokan Hulu. Indragiri Hulu, Siak, dan Kuansing. Tidak ketinggalan penganan khas Riau.

Sedangkan Provinsi Kalimantan Tengah menampilkan Tarian Harimpai Hapakat, yaitu tarian pergaulan muda-mudi Dayak Kabupaten Barito Utara. Tarian Sababuka Kabupaten Kapuas. Peragaan busana pengantin Barito Utara, pengantin Bawi Kuwu, pengantin Keraton Kotawaringin Barat dan pengantin Dayak Dusun. Juga peragaan busana batik Kalimantan Tengah, serta Tari Iruang wundrung dari kota Palangkaraya.

Dalam sambutannya, Ibu Ani antara lain menceritakan sejarah Istana Bogor dengan berbagai peristiwa bersejarah yang pernah terjadi disini. Ibu Ani juga menjadikan momen ini untuk berbagi pengalaman dalam berbagai isu internasional, seperti pemanasan global, perubahan iklim, kekhawatiran akan berbagai bencana di berbagai belahan bumi, seperti banjir, gempa, badai yang menghancurkan kehidupan.

"Kita semua mengalami pengalaman beberapa waktu yang lalu dengan banjir besar di Jakarta yang menyulitkan, dengan tertutupnya beberapa daerah. Mohon maaf yang sebesar - besarnya untuk ketidak nyamanan itu. Saya juga mendengar bahwa sebagian besar dari Anda semua mengulurkan bantuan untuk para korban, dan saya sangat menghargai bantuan Anda untuk para korban tersebut," kata Ibu Ani kepada para hadirin.

"Kita semua sangat peduli akan kesehatan ibu dan anak, dan juga kemiskinan. Seperti yang kita sadari bahwa program kita dalam mendukung program pemerintah terutama fokus pada bidang pendidikan dan kesehatan, dan pemberdayaan perempuan seperti mobil pintar, motor pintar dan rumah pintar, say no to drugs car, Dekranas dan mutumanikam," kata Bu Ani lagi.

"Saya mengajak hadirin semua untuk lebih mengetahui mengenai dua provinsi di Indonesia, yaitu Kalimantan Tengah dengan Palangkaraya sebagai ibukota nya dan Riau dengan Pekanbaru sebagai ibukotanya. Silahkan menikmati hidangan khas dari masing-masing daerah tersebut, kesenian dan kebudayaan, " kata Bu Ani menutup sambutan, dalam bahasa Inggrisnya.

Usai menyaksikan berbagai kesenian yang ditampilkan, dan mencicipi berbagai hidangan khas yang disajikan, para undangan pun diajak berkeliling untuk melihat berbagai kerajinan dan souvenir yang ditampilkan oleh kedua provinsi serta menikmati keindahan Istana Bogor.

 

Sumber :
http://www.presidensby.info/ibunegara/index.php/fokus/2007/03/13/224.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0