Dari Istana untuk Anak Sekolah, Siswa SMA Taruna Nusantara Serap Inspirasi Kepemimpinan dan Kenusantaraan

 
bagikan berita ke :

Kamis, 16 April 2026
Di baca 27 kali

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menerima kunjungan 734 siswa/siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Taruna Nusantara (TN) Angkatan ke-35 dari kampus Magelang, Malang dan Cimahi, Kamis (16/04/2026).

Hadir dalam kegiatan ini, dua Menteri dari Kabinet Merah Putih yang juga merupakan alumni SMA TN, yakni Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Luar Negeri. Selain itu, turut hadir sejumlah alumni inspiratif, antara lain Komandan Pasukan Pengamanan Presiden, Mayjen TNI Edwin Sumantha, Panglima Komando Operasi Udara, Marsda TNI M. Nurdin, serta Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Laut, Laksma TNI Daru Cahyo Sumirat.

Rangkaian kegiatan siswa/siswi SMA TN meliputi kunjungan berkeliling Istana Kepresidenan Jakarta serta sesi pembekalan. Dalam sesi pembekalan, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, berkesempatan memberikan sambutan sekaligus menyampaikan pesan inspiratif kepada para siswa agar terus bersemangat dalam meraih cita-cita.

Prasetyo Hadi menekankan pentingnya kesadaran akan usaha dan konsekuensi dalam mencapai tujuan. “Apakah kalian ingin nilai kimia 10 atau 100? Kalian harus sadar bahwa hal itu membutuhkan usaha, dan tidak ada jalan lain selain belajar. Apa pun cita-cita kalian, baik ingin masuk TNI maupun Polri, kalian harus memahami konsekuensinya. Kalian harus belajar, melatih fisik, dan mempersiapkan diri dengan memahami setiap persyaratan serta tahapan seleksinya,” ujarnya.

Menteri Sekretaris Negara yang merupakan angkatan ke-6 SMA TN, sekaligus menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN), menyampaikan bahwa para siswa merupakan generasi terpilih yang memikul tanggung jawab besar terhadap bangsa.

“Mulai hari ini sampai kita menghembuskan nafas yang terakhir camkanlah di dalam hatimu bahwa kalian memang terpilih dan dipilih untuk mengabdi kepada bangsa, negara, dan rakyat Indonesia,” pesannya.
Kemudian, Menteri Luar Negeri, Sugiono, yang juga menjabat sebagai Kepala LPTTN, turut memberikan motivasi dengan penuh semangat kepada seluruh siswa-siswi yang hadir. Dalam pemebekalannya, Sugiono menekankan pentingnya memiliki kepekaan terhadap lingkungan serta menghindari sikap apatis.

“Jangan bersikap apatis. Kenali lingkunganmu, perhatikan sekelilingmu. Bahkan, jika perlu, ketahuilah hal-hal kecil hingga yang bersifat sangat detail.” Sugiono mengingatkan.
Menjelang akhir sambutannya, Kepala LPTTN tersebut mengajak para siswa untuk berani bermimpi setinggi mungkin. Ia menekankan bahwa mimpi tidak hanya untuk dibayangkan, tetapi juga perlu dituangkan sebagai bentuk komitmen pribadi.

“Jadikan pengalaman yang kalian peroleh selama berada di lingkungan Istana Kepresidenan ini sebagai sumber inspirasi. Bermimpilah setinggi-tingginya tanpa batas, karena setiap keberhasilan berawal dari mimpi. Teruslah semangat belajar dan bekali diri dengan berbagai kemampuan,” ujar Sugiono.

Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan berbahasa asing di era saat ini, sebagai bekal untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Kemampuan tersebut dinilai dapat membuka wawasan serta memperluas peluang di berbagai bidang. Selain itu, ia mengingatkan agar para siswa senantiasa berdoa dan tidak melupakan nilai-nilai spiritual dalam setiap langkah yang diambil.

Sebelum sesi pembekalan dilaksanakan, para siswa-siswi berkesempatan mengelilingi Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta sebagai salah satu rangkaian kegiatan “Istana untuk Anak Sekolah” yang merupakan bagian dari program dalam ISTURA (Istana untuk Rakyat). 

Kegiatan Istana untuk Anak Sekolah ini mengajak seluruh pelajar untuk merasakan langsung pusat pemerintahan, sekaligus mempelajari jejak panjang perjalanan bangsa. Di dalam kompleks istana, para siswa diajak berkeliling mengenal sejarah bangsa sekaligus memahami sistem pemerintahan Indonesia secara lebih dekat. 

Tidak hanya mengenal sejarah bangsa, para pelajar ini juga diajak melihat setiap sudut dua istana Kepresidenan Jakarta, yakni Istana Negara dan Istana Merdeka, setiap sudut menghadirkan cerita tentang kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengabdian. 

Di ruang-ruang inilah para pemimpin dunia disambut, perjanjian ditandatangani, dan arah masa depan bangsa dirumuskan. Bagi para siswa, pengalaman ini menjadi lebih dari sekadar kunjungan, tapi menjelma menjadi jendela imajinasi tentang masa depan yang ingin mereka raih. Para delegasi juga berkesempatan mengintip ruang kerja/kantor Presiden yang digunakan dalam proses pengambilan berbagai kebijakan strategis.

Menutup kegiatan Istana untuk Anak Sekolah, para pelajar SMA TN kampus Magelang, Malang dan Cimahi diajak berfoto bersama dengan Menlu Sugiono dan Mensesneg Prasetyo Hadi serta para alumni SMA TN yang hadir pada kegiatan ini. (ART/YLI- Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0