Dirjen Hubungan Darat: Sarana dan Prasarana Transportasi Mudik Juga Aman

 
bagikan berita ke :

Kamis, 20 September 2007
Di baca 1968 kali

� Untuk transportasi cukup aman kalau kita melihat antar demand dengan supply. Kapasitas yang disediakan cukup besar. Sebagai contoh untuk penumpang jalan raya, permintaan kurang lebih 7,2 juta, supply nya bisa mencapai 15 juta penumpang," jelasnya. 

Untuk transportasi, lanjut Iskandar, sebenarnya masalah paling rawan adalah transportasi jalan, dan ini bisa dipenuhi. "Kecuali yang menjadi permasalahan nanti adalah kepadatan lalu lintas yang mengakibatkan gangguan terhadap kelancaran. Polri dan pemerintah daerah akan mengupayakan untuk lalu lintas sepanjang lintasan angkutan Lebaran ini bisa berjalan dengan lancar. Memang salah satu kendala yang kita hadapi adalah pertumbuhan sepeda motor yang cukup tinggi, hampir mencapai 30 persen, “ kata Iskandar.

Besarnya demand angkutan Lebaran tahun ini, menurut Iskandar, diperkirakan secara total itu 14,8 juta penumpang. Dimana 1,7 juta adalah penumpang angkutan udara, 534 ribu angkutan laut, 2,6 juta angkutan kereta api, sedang angkutan darat jalan 7,2 juta dan penyebrangan 2,7 juta. “Bila melihat perkembangan dari sepeda motor berdasarkan tren yang kita amati selama beberapa tahun terakhir ini, kita perkirakan bahwa sepeda motor itu tahun 2006 lalu yang keluar dari Jabodetabek 1,8 juta sepeda motor, dan tahun ini diperkirakan akan meningkat menjadi 2,4 juta sepeda motor,� jelasnya.

Mengenai masalah pengamanan, Kapolri Jendral Pol. Sutanto mengatakan bahwa masalah infrastruktur jalan bisa ditangani hingga H-10, tidak ada lagi jalan – jalan yang menghambat yang menjadi penyebab kemacetan lalu lintas. “Pengamanan selama berlangsungnya bulan puasa, Idul Fitri dan setelahnya, yang berbeda tentunya ketertiban lalu lintas selama berlangsungnya kegiatan mudik atau arus baliknya. Dari Rapat Koordinasi tadi telah diantisipasi kemungkinan penyebab menjadi faktor kemacetan, kerusakan jalan, pasar tumpah, dan sebagainya, bahwa dari masalah jalan bisa ditangani sehingga H-10 tidak ada lagi jalan – jalan yang bisa menghambat yang menjadi penyebab kemacetan lalu lintas," jelas Kapolri.

Kapolri mengingatkan terutama untuk para pengendara kendaraan roda dua untuk lebih berhati-hati. “Yang perlu saya ingatkan di sini adalah kepada para pengendara motor yang jumlahnya semakin meningkat, dari pantauan Dinas Perhubungan sampai meningkat 30 persen. Dan banyak dari mereka adalah pengguna roda dua baru untuk berkendara jarak jauh. Ini kiranya perlu diantisipasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan dengan mempersiapkan diri yang baik. Dari kepolisian menyiapkan tempat pemberangkatan dari titik – titik tertentu untuk para pengendara motor, supaya bisa bersama-sama berangkat nanti. Dan di tempat-tempat itu disiapkan nanti tempat istirahat," katanya.

Karena ini Lebaran, lanjut Kapolri, orang ingin cepat sampai, buru-buru dalam mengendarakan kendaraannya, sehingga kurang berhati-hati. Di situlah potensi terjadi kecelakaan. Saya mohon agar berhati-hati, tidak usah terburu-buru karena nanti akan sampai juga. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kapolri mengajak para pemudik dari Jabodetabek untuk berangkat bersama-sama dari titik-titik yang telah disediakan. Salah satunya dari Monas.

 

Sumber:
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/09/20/2256.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
6           2           2           2           0