Diseminasikan Pemanfaatan Beasiswa, Kemensetneg Gelar Sosialisasi

 
bagikan berita ke :

Senin, 13 Maret 2023
Di baca 893 kali

Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengadakan Sosialisasi Pemanfaatan Beasiswa dalam Kerangka KTLN Tahun 2023, secara hybrid yang bertempat di Auditorium Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Sipil Negara (PPKASN) Kemensetneg, Jakarta Selatan, Senin (13/3).

Salah satu cara untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas adalah dengan memberikan akses pendidikan dalam rangka mendukung Visi Indonesia 2045 sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur. Biro KTLN selaku koordinator nasional pengelolaan dan penyelenggaraan beasiswa pendidikan dan pelatihan menggelar sosialisasi guna mendiseminasikan informasi mengenai beasiswa pendidikan dan pelatihan dalam kerangka Kerja Sama Teknik (KST).

Dalam sambutannya, Noviyanti selaku Kepala Biro KTLN mengatakan, “Sosialisasi adalah salah satu upaya untuk menyinergikan kubah parameter pembangunan asing  dengan Visi Indinesia 2045 yakni menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur dengan didukung salah satu pilar yaitu Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”.

Untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas adalah dengan memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan merata melalui berbagai jenis beasiswa.

“Melalui kegiatan sosialisasi beasiswa ini, diharapkan peserta dapat memahami bagaimana pemanfaatan beasiswa dapat meniadi salah satu bentuk KST dalam bidang pendidikan. Selain itu, kegiatan sosialisasi beasiswa juga dapat memberikan informasi mengenai jenis-jenis beasiswa yang dapat dimanfaatkan, persyaratan yang harus dipenuhi, serta cara mengajukan beasiswa dengan baik dan benar. Dengan demikian, peserta akan lebih mudah untuk memanfaatkan beasiswa yang tersedia dan meningkatkan peluang mereka untuk meraih kesuksesan di masa depan,” ujar Noviyanti.


Pada sesi pertama sosialisasi, Analis Kebijakan Madya, Biro KTLN, Bagus Ismujati menyampaikan, Kemensetneg memfasilitasi bantuan hibah atau sumbangan dari luar negeri dalam hal pendidikan, terutama pemanfaatan beasiswa.

“Memang pelaksanaan KST fokus pada peningkatan kemampuan SDM Indonesia. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional Indonesia 2020-2024 fokus kepada peningkatan SDM. Kami mencoba menyinergikan dengan upaya pemerintah sesuai Visi Indonesia 2045 yaitu pengembangan SDM dan penguasaan IPTEK,” kata Bagus.

Sebagai narasumber selanjutnya, Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencana, Bappenas, Wignyo Adiyoso menjelaskan bahwa pengembangan SDM Indonesia baik melalui indeks daya saing masih perlu peningkatan yang luar biasa. Lalu, masih banyak kordinasi yang belum baik seperti pemanfaatan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidkan (LPDP) dan lain-lain. Pada Prinsipmua, Bappenas meyakini bahwa pembangunan akan berhasil apabila didukukung dua pilar yaitu SDM ASN dan tenaga kerja diluar ASN.

Henry Hutajulu selaku Pranata Humas Ahli Muda, Kementetian Dalam Negeri menambahkan bahwa para ASN yang ada di daerah terus didorong untuk memanfaatkan program-program yang disampaikan oleh Kemensetneg. Kendala ASN yang ada di daerah adalah informasi dan akses perizinan yang masih terlambat sehingga mempengaruhi proses seleksi beasiswa. Henry menerangkan, untuk meningkatkan kerja sama pendidikan, semua kabupaten dan kota harus lebih intensif demi peningkatan SDM.

Sosialisasi dilanjutkan dengan sesi kedua berupa penjelasan beberapa mitra kerja sama pembangunan tentang program beasiswa yang ditawarkan. Dalam hal ini, Bappenas dan Kemendagri selaku instansi pemerintah yang bergerak dalam perencanaan dan urusan dalam negeri memiliki program khusus beasiswa bagi ASN untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas. (TSP/DEW-Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           2           0