Diseminasikan Visi Indonesia, Kemensetneg Gelar Diskusi dengan Mahasiswa Universitas Pasundan

 
bagikan berita ke :

Selasa, 26 November 2019
Di baca 509 kali

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menyelenggarakan diskusi bersama Dosen dan Mahasiswa Universitas Pasundan, bertempat di Ruang Konferensi Pers Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), pada Senin (25/11). Acara ini bertujuan untuk bertukar gagasan, informasi, dan menularkan inovasi guna mengoptimalkan peran generasi muda dalam mewujudkan Visi Indonesia Maju.

Acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Eddy Cahyono Sugiarto selaku Asisten Deputi Hubungan Masyarakat. Ia mengatakan bahwa saat ini Kemensetneg sedang gencar berinovasi dan membangun komunikasi dengan kalangan generasi muda, utamanya dalam memastikan dukungan optimal terhadap suksesnya kerja Presiden dan Wakil Presiden.

“Generasi muda memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar dalam mempersiapkan Indonesia Maju, kegiatan ini diharapkan dapat membuka cakrawala generasi muda akan optimisme Indonesia Maju dengan mempersiapkan diri sejak dini, khususnya dengan mempelajari beragam inovasi di Kemensetneg sebagai The Ultimate Showcase of Indonesia." tambah Eddy.

Kegiatan diskusi kali ini berlangsung hangat dan berbeda dari biasanya, karena Kemensetneg menghadirkan salah satu Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial, Aminuddin Ma’ruf yang pada tanggal 21 November 2019 lalu telah dipilih Presiden Jokowi untuk menjadi jembatan komunikasi pemerintah kepada khalayak santri dan generasi muda di seluruh Indonesia.

Kehadiran Staf Khusus Presiden diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi serta memberi gagasan dan inovasi baru dalam melahirkan telanta-talenta hebat untuk memajukan bangsa menuju Indonesia Maju. Dalam penyampaian materinya, "Inovasi dan Optimalisasi Peran Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045", Aminuddin dengan tegas menekankan bahwa mahasiswa kini dihadapi oleh 2 masalah, yakni; tingkat literasi yang rendah dan permasalahan ekonomi.

Untuk masalah pertama, bila seseorang memiliki minat literasi yang rendah, hal tersebut berimbas pada turunnya pola pikir yang kritis, bila pemikiran kritis turun maka orang tersebut dapat menjadi pribadi yang permisif. Ciri-ciri orang permisif itu ada dua; 1) mudah menerima berita bohong (hoaks), 2) intoleran.

Lalu masalah kedua, menyangkut ekonomi. Para mahasiswa yang sudah menyelesaikan kuliah akan dihadapi dengan masalah ekonomi, yakni ketersediaan lapangan pekerjaan dan peluang berwirausaha. Hal-hal yang dibutuhkan para calon pekerja ini ialah akses informasi, akses pendidikan, akses pelatihan dan sebagainya.

Aminuddin juga menjelaskan masalah lain yang dihadapi oleh para mahasiswa sekarang yang dianggapnya kurang terampil atau _unskilled_. Ia pun mengatakan bahwa demi terwujudnya salah satu visi Presiden yaitu ‘Mencetak SDM Unggul’, maka pemerintah akan membuat program-program yang berfokus pada pelatihan para pemuda.

“Oleh karena itu, pemerintah akan memfungsikan atau menggalakkan kembali pelatihan-pelatihan _skill_ untuk ketersediaan tenaga kerja yang produktif, inovatif, kreatif, dan sebagainya” pungkas Aminuddin.

Pada sebuah kesempatan wawancara, Aminuddin Ma’ruf berharap pada anak muda Indonesia agar memiliki nalar kritis yang tinggi, minat literasi yang tinggi, kreativitas, inovasi, dan produktivitas. Dikarenakan hal-hal tersebut dapat menjadi kunci masa depan bangsa Indonesia yang berada di tangan para pemuda.

"Luar biasa, acara yang sangat menarik, santai tapi penuh makna, dan saya pikir kalau semua teman-teman mahasiswa dari berbagai daerah bisa berdiskusi seperti ini saya yakin mereka akan punya wawasan yang luas dan tentunya punya kreativitas, inovasi, dan komitmen terhadap NKRI untuk memajukan dan berkontribusi lebih baik lagi" tandas Aminuddin.

Materi yang tidak kalah menarik juga dipaparkan oleh Susan Widijaningsih selaku Direktur Umum Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) yang mengangkat topik ‘Inovasi Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno’. Susan secara detail menceritakan awal mula sejarah dibangunnya GBK hingga perubahan-perubahan yang terjadi di GBK seiring berjalannya waktu. Dalam materi tersebut, Susan juga menerangkan berbagai inovasi yang dilakukan oleh pihak GBK dengan menggunakan teknologi mutakhir yang semakin memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan yang disediakan PPKGBK.

Penyampaian materi diakhiri dengan ajakan untuk terus merawat Komplek Gelora Bung Karno sebagai aset bangsa dengan dukungan partisipasi publik melalui gerakan "Ayo Jaga GBK".

Di penghujung acara, ditayangkan beberapa video tentang GBK secara keseluruhan. Acara pun diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan oleh Kemensetneg kepada pihak Universitas Pasundan serta foto bersama para narasumber dengan para peserta yang hadir. (SNR/10 - Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0