Galakkan Inovasi Berbasis TI, Kemensetneg Kunjungi Gojek

 
bagikan berita ke :

Jumat, 08 November 2019
Di baca 3908 kali

Teknologi informasi terus berkembang seiring berjalannya waktu. Hal ini menjadi perhatian Presiden Jokowi untuk mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam  reformasi birokrasi sesuai visinya yaitu dengan membangun pemerintahan digital,  layanan berbasis digital menuju ‘Indonesia Maju’.

Demi mendukung visi tersebut, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengunjungi kantor Gojek yang bertempat di Pasaraya Blok M, Jakarta pada Kamis (7/11). Kunjungan bertujuan untuk berbagi pengetahuan tentang Teknologi Informasi (TI) dan dunia digital, utamanya dalam memudahkan kerja dengan mengedepankan efesiensi, transparasi dan akuntabilitas.
Eddy Cahyono Sugiarto sebagai Asisten Deputi Hubungan Masyarakat dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pemanfaatan  TI di Kantor Gojek telah terbukti membawa manfaat nyata dalam pengembangan star up bisnis dan tumbuhnya UMKM.



" Kami memandang pertemuan Kemensetneg dengan Gojek ini  memiliki nilai strategis dalam menggali best practise Gojek dalam pemanfaatan IT,  sekaligus sebagai upaya awal  menjajaki  kolaborasi dengan Gojek, terkait dengan upaya membantu akselerasi implementasi  sistem pemerintahan berbasis elektronik demi mendukung visi presiden," jelas Eddy.



Salah satu topik yang dibahas  dalam pertemuan tersebut adalah  transformasi Kemensetneg  dalam 5 tahun terakhir lewat beragam inovasi  dalam meningkatkan pelayanan publik dengan memanfaatkan TI. Eddy berharap kedepannya Kemensetneg dapat berkolaborasi dengan Gojek, seperti yang sudah dilakukan oleh Gojek dengan kementerian/lembaga lainnya. Sebagaimana diketahui Gojek menjadi perusahaan startup unicorn pertama di Indonesia, yang kini telah menjadi decacorn. Gojek memiliki prinsip speed, innovation, dan social impact. Hal tersebut dijelaskan oleh Panji Ruky selaku Senior Vice President, Public Policy & Government Relations Gojek dalam pemaparan materinya.



Di akhir pemaparan materi, Panji membahas tentang identitas yang menjadi standar Gojek, yaitu berbagai keputusan perusahaan harus memiliki social impact, membangun ekosistem yang berguna bagi karyawan, dan menggunakan teknologi karena teknologi menjawab semua masalah dengan investasi di SDM. Setelah berdiskusi, Eddy menyatakan bahwa spirit Gojek dengan Kemensetneg itu sama. Intinya adalah inovasi dengan digitalisasi dan tentunya impact bagi masyarakat. "Inovasi Kemensetneg dilakukan dengan triple track strategy yakni dengan deregulasi,   debirokratisasi dan  digitalisasi, dengan gerus mengembangkan SDM dan membangun ekosistem inovasi sehingga transformasi yang dijala kan memiliki  impact-nya ke peningkatan kualitas  pelayanan publik,” pungkas Eddy.



Saat diwawancara, Panji Ruky mengaku bahwa ia sangat mengapresiasi inisiatif dan inovasi dari Kemensetneg untuk menggalakkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan karena mengingat betapa penting peran Kemensetneg dalam memimpin reformasi birokrasi, deregulasi, dan debirokratisasi. “Ini sesuai dengan spirit dari Gojek soal melibatkan inovasi dan memberikan social impact bagi masyarakat. Saya pikir Setneg sebagai pengawal dari tata kelola pemerintahan dapat menjadi role model dalam penerapan inovasi dalam pelayanan publik oleh pemerintah. Semoga sukses dan terus berinovasi bagi masyarakat” tandas Panji. (SNR/10 - Humas Kemenseteng)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0