Jakarta: Ibu Ani Bambang Yudhoyono menerima pengurus Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) yang dipimpin Ketua Presidium APPI Dr. Srihartati P. Pandi, di Istana Negara, Rabu (14/2) pagi. Saat menghadap Ibu Negara, Ketua Presidium APPI didampingi, antara lain, Ketua Pelaksana Harian dr. Sunitri Widodo, Bendahara dr. Ratna Pertiwi, dan Anggota Presidium Mien Dahlan Ranuwihardjo. Sementara Ibu Ani didampingi Ketua Solidaritas Istri-istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Murniati Widodo A.S, Kepala BKKBN Dr. Sugiri Syarief, Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Depkes Dr. Sri Astuti S. Soeparmanto, dan Anita Rusdi.

"> Jakarta: Ibu Ani Bambang Yudhoyono menerima pengurus Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) yang dipimpin Ketua Presidium APPI Dr. Srihartati P. Pandi, di Istana Negara, Rabu (14/2) pagi. Saat menghadap Ibu Negara, Ketua Presidium APPI didampingi, antara lain, Ketua Pelaksana Harian dr. Sunitri Widodo, Bendahara dr. Ratna Pertiwi, dan Anggota Presidium Mien Dahlan Ranuwihardjo. Sementara Ibu Ani didampingi Ketua Solidaritas Istri-istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Murniati Widodo A.S, Kepala BKKBN Dr. Sugiri Syarief, Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Depkes Dr. Sri Astuti S. Soeparmanto, dan Anita Rusdi.

"> Jakarta: Ibu Ani Bambang Yudhoyono menerima pengurus Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) yang dipimpin Ketua Presidium APPI Dr. Srihartati P. Pandi, di Istana Negara, Rabu (14/2) pagi. Saat menghadap Ibu Negara, Ketua Presidium APPI didampingi, antara lain, Ketua Pelaksana Harian dr. Sunitri Widodo, Bendahara dr. Ratna Pertiwi, dan Anggota Presidium Mien Dahlan Ranuwihardjo. Sementara Ibu Ani didampingi Ketua Solidaritas Istri-istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Murniati Widodo A.S, Kepala BKKBN Dr. Sugiri Syarief, Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Depkes Dr. Sri Astuti S. Soeparmanto, dan Anita Rusdi.

">

Kampanye Menurunkan Tingkat Kematian Ibu Melahirkan

 
bagikan berita ke :

Kamis, 15 Februari 2007
Di baca 1111 kali

Menurut Dr. Srihartati, kedatangannya menghadap Ibu Negara adalah untuk menyampaikan perkembangan tingkat kematian ibu melahirkan. "Tingkat kematian ibu melahirkan di Indonesia masih tinggi. Di Indonesia, setiap setengah, satu ibu melahirkan meninggal dunia," kata Srihartati. "Ibu Ani sangat menyambut positif kegiatan APPI untuk terus menurunkan tingkat kematian itu. Ibu Ani juga meminta APPI segera mensosialisasikan hal ini sedini mungkin terutama kepada remaja. Jangan nanti kalau sudah hamil, terjadi pendarahan, baru tahu," tambahnya.

Kurangnya kesadaran masyarakat tentang kematian ibu melahirkan ini karena masih ada anggapan atau stigma yang dianut masyarakat, seperti banyak yang beranggapan bahwa kematian itu kodrat dan kalaupun perempuan meninggal pada saat melahirkan, akan mendapatkan tempat di surga. "Stigma itu harus kita kikis secara bersama-sama melalui kampanye pentingnya kesadaran ibu hamil menjaga kandungannya," ujar Srihartati usah bertemu Ibu Negara. Dibandingkan dengan negara-negara serumpun ASEAN, angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di Indonesia masih tinggi.

Sementara itu, Kepala BKKBN Dr. Sugiri Syarief menjelaskan, menurut data tahun 2003, kematian ibu melahirkan sekarang berjumlah 307 per seratus ribu kelahiran hidup. "Nanti tahun 2007 akan ada survei lagi, mudah-mudahan angka yang baru akan turun sekitar 226 per seratus ribu kelahiran hidup," tutur Sugiri. Dibandingkan negara lain, Indonesia termasuk masih tertinggal.

Beberapa kendala yang dihadapi ibu hamil dan melahirkan, lanjut Sugiri, adalah Tiga Terlambat dan Tiga Terlalu. "Tiga Terlambat, yaitu terlambat mengambil keputusan, terlambat transportasi, dan terlambat ditangani," ujarnya. "Sedangkan Tiga Terlalu adalah terlalu muda menikah, terlalu tua untuk melahirkan, dan terlalu dekat jarak antara anak satu dan yang lainnya serta terlalu banyak anak," tambah Sugiri.

Aliansi Pita Putih Indonesia adalah organisasi relawan yang berdedikasi untuk penyelamatan dan kesejahteraan ibu hamil, melahirkan, nifas, dan bayi yang dilahirkan. APPI merupakan anggota dari Global White Ribbon Alliance. Global White Ribbon Alliance didirikan tahun 1999. Organisasi ini telah memiliki lebih dari 400 anggota individu dan organisasi di 24 negara.

 

Sumber :
http://www.presidensby.info/ibunegara/index.php/fokus/2007/02/14/217.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0