Kemensetneg dan Kemenperin Selenggarakan Pelatihan Industri Kecil dan Menengah Negara Anggota Colombo Plan

 
bagikan berita ke :

Rabu, 03 Juli 2019
Di baca 2157 kali

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melalui Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Colombo Plan menyelenggarakan pelatihan internasional dalam rangka Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) bertajuk Capacity Building Program on Enhancing the Development of Small and Medium Industry”. Pelatihan dimaksud telah diselenggarakan untuk yang keempat kalinya pada tanggal 2 s.d 13 Juni 2019 di Hotel Novotel Samator, Surabaya.

 

Pelatihan internasional ini dihadiri oleh 19 peserta dari negara-negara anggota Colombo Plan, yaitu Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, India, Indonesia, Iran, Laos, Maladewa, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka. Pelatihan dibuka oleh Gogor Oko Nurharyoko, Staf Ahli Bidang Politik, Pertahanan, dan Keamanan, Kemensetneg dan Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah dan Aneka, Kemenperin (3/7).

              

Gogor Oko Nurhayoko menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan perwujudan komitmen Pemerintah Indonesia untuk berbagi pengetahuan dan meningkatkan kerja sama antarnegara melalui skema KSST. “Pemerintah Indonesia akan terus memberikan dukungan kepada industri kecil dan menengah melalui Layanan Pengembangan Bisnis,” kata Gogor.

 

Dalam sambutannya, Gati WIbawaningsih mengapresiasi Kemensetneg dan Colombo Plan atas kerja samanya dalam menyelenggarakan pelatihan ini. Indonesia menjadi tuan rumah pelatihan ini untuk keempat kalinya. “Saya berharap pelatihan ini dapat diimplementasikan sehingga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” kata Gati Wibawaningsih.

            

Para peserta akan belajar mengenai perkembangan industri kecil dan menengah di Indonesia, baik melalui in-class theory dan kunjungan lapangan. Dalam kunjungan lapangan, peserta akan mengunjungi berbagai pelaku industri kecil dan menengah di Surabaya, yaitu PT Legong Bali (aneka kerupuk), Verne Indonesia (tas), Batik Negi (batik), Dientje Aksesoris (perhiasan), Fashion Shoes (sepatu), dan Sokressh (makanan ringan dari apel).

 

Melalui KSST, Kemensetneg mengharapkan hubungan antarnegara menjadi semakin solid dan kemitraan strategis dengan negara-negara sahabat menjadi lebih kuat dalam rangka menuju kemandirian bersama dan mempercepat pembangunan yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah-masalah global. KSST juga menjadi kesempatan yang baik bagi Indonesia untuk belajar pengalaman pembangunan dari negara lain. (VIM/KTLN – Humas Kemensetneg)

 

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0