Kemensetneg Pantau Sinergi Kolaborasi Aksi Penanganan Stunting di Candisari Semarang
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melalui Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN melakukan kunjungan kerja lapangan ke Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah, guna memperkuat konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting pada tingkat akar rumput.
Kunjungan ini menegaskan pentingnya kolaborasi terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengawal program prioritas nasional pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Rangkaian visitasi diawali dengan peninjauan pelayanan kesehatan di Kampung KB Candi Sejahtera dan Posyandu Wijaya Kusuma. Posyandu ini aktif melayani kelompok sasaran prioritas yang mencakup balita, lansia, remaja, serta didukung penuh oleh keaktifan kader Posyandu.
Pada kesempatan tersebut, Setwapres menyerahkan dukungan berupa Alat Permainan Edukatif (APE) untuk stimulasi perkembangan motorik dan kognitif anak-anak serta Lembar Balik sebagai instrumen edukasi kader di Posyandu. Bersamaan dengan itu, Kemendukbangga/BKKBN turut menyalurkan paket bantuan langsung bagi Keluarga Risiko Stunting (KRS) di wilayah setempat.

Rombongan delegasi juga meninjau inisiatif ketahanan pangan lokal di sentra Budidaya Lele Mina Candi 3. Program budidaya ini menjadi salah satu contoh konkret keberhasilan intervensi sensitif berbasis partisipasi warga dalam menyediakan pasokan protein hewani berkualitas yang mudah diakses dan terjangkau oleh keluarga di tingkat rukun warga.
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (DKPKPSDM) Setwapres, Eddy Cahyono Sugiarto, menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan dari balik meja kerja, melainkan menuntut kehadiran langsung di tengah denyut aktivitas masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi salah satu ruang untuk memperkuat koordinasi, sekaligus melihat secara langsung implementasi program di lapangan untuk nantinya menjadi bahan evaluasi dan perbaikan. Harapannya, berbagai kebijakan yang ada dapat benar-benar diterapkan, serta mampu menjangkau dan bermanfaat bagi semualapisan masyarakat,” ujar Eddy.

Kegiatan lapangan tersebut dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif di Balai Palupi, mempertemukan Deputi DKPKPSDM Setwapres dan Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiyono, bersama Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kota Semarang serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kecamatan Candisari.
Forum ini menjadi ruang diskusi mendalam untuk menyerap kendala lapangan, mengevaluasi efektivitas intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta mengapresiasi kerja keras para kader lini depan.
Kota Semarang sendiri mencatatkan kemajuan positif dalam penurunan prevalensi stunting, yang berhasil turun dari 15,7 persen pada 2023 menjadi 11,2 persen pada 2024, didukung fondasi akses sanitasi layak mencapai 95,8 persen dan MP-ASI beragam sebesar 93,12 persen. Keberhasilan inisiatif lokal di Kecamatan Candisari ini diharapkan menjadi inspirasi replikasi bagi wilayah-wilayah lain di regional Jawa Tengah.
Kunjungan lapangan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono, Team Leader Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Setwapres Iing Mursalin, jajaran Tim Kementerian Sekretariat Negara, serta perangkat pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat.
Sinergi yang solid antara pemerintah pusat, daerah, tenaga pendamping lapangan, dan komunitas warga ini menegaskan komitmen berkelanjutan Kabinet Merah Putih dalam mempercepat terwujudnya target prevalensi stunting nasional sebesar 14,2 persen pada 2029 demi menyongsong Generasi Emas Indonesia yang sehat dan tangguh.