Kita Tidak Ingin Petani Tinggal di Tempat

 
bagikan berita ke :

Rabu, 13 Juni 2007
Di baca 929 kali

Menurut Presiden SBY, revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan bertujuan untuk memberdayakan kemampuan dan meningkatkan kinerja pertanian dalam pembangunan nasional Indonesia. “Kita ingin menjadikan pertanian tidak hanya sekedar aktivitas bercocok tanam, tetapi juga menjadi kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat kita,� kata Presiden SBY.

“Kita juga tidak ingin pertaniannya maju tetapi petaninya tinggal di tempat. Kita ingin membangun pertanian dan petaninya sama-sama maju,� ujar Presiden SBY yang mengenakan batik berwarna hijau, senada dengan pakaian Ibu Ani. Pemerintah telah menetapkan pertanian sebagai salah satu sektor andalan dan sektor prioritas. Untuk itu, Presiden berharap agar pertanian mampu menjadi penggerak ekonomi di Indonesia. “Kita harus mengakui bahwa selama ini sektor pertanian memberikan kontribusi yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu kita perlu memberikan perhatian secara sungguh-sungguh dalam mengembangkan sektor pertanian ini,� tegasnya.

Presiden SBY meminta jajaran Departemen Pertanian, jajaran Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Koperasi dan UKM, Departemen Perdagangan dan instansi terkait serta pemerintah daerah dan pengusaha, untuk dapat mendorong lembaga pertanian seperti kelompok tani, KUD, dan unit-unit UKM untuk bekerjasama dan bersinergi dengan baik. “Pandai-pandailah memanfaatkan dukungan teknologi dalam memasarkan produk unggulan,� pesan Presiden. Presiden juga minta Menteri Pertanian, para Gubernur, Bupati dan Walikota di seluruh tanah air yang telah menetapkan sektor pertanian sebagai salah satu sektor utama penggerak ekonomi, untuk dapat segera mengambil langkah-langkah nyata dalam meningkatkan produk pertanian di daerahnya.

“Saya mengingatkan pentingnya kepemimpinan di dalam mengembangkan pertanian nasional untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pangan kita. Apabila para pemimpin di negeri ini peduli, melibatkan diri secara pribadi dan memimpin langsung di lapangan, saya yakin hasilnya akan lebih baik dari masa-masa sebelumnya. Tahun 2007 ini kita telah bertekad untuk meningkatkan produk beras, dan saya menyambut gembira tekad pemerintah Jawa Tengah untuk meningkatkan produksi beras sebesar 500 ribu ton tambahan pada tahun 2007,� tambah Presiden.

Turut serta dalam kunjungan kerja Presiden SBY di Jawa Tengah antara lain Mentan Anton Apriyantono, Menag Maftuh Basyuni, Meneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Seskab Sudi Silalahi, serta dua Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

Sumber : http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/06/13/1924.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0