Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengapresiasi peran media arus utama atau mainstream media dalam memberikan informasi yang faktual kepada masyarakat, di tengah derasnya arus informasi saat ini.
"Peran media mainstream menjadi semakin krusial untuk menjadi rujukan. Jadi ketika misalnya, saya membayangkan begini, misalnya masyarakat melihat konten media sosial yang kemudian masyarakat ragu, saya membayangkan salah satu rujukannya adalah 'kita coba lihat nih channel-nya [mainstream media]'," ujar Mensesneg dalam dialog di Apa Kabar Indonesia Pagi, Sabtu (14/02/2026).
Selain itu, Mensesneg juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh awak media di tanah air yang telah menyajikan berbagai informasi mengenai kegiatan, program, maupun capaian pemerintah kepada masyarakat. Mensesneg pun mengajak semua pihak untuk memastikan setiap program dan kebijakan yang dijalankan pemerintah memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
"Kami paham betul bahwa tidak mudah menjalankan tugas di lapangan. Kita melihat kerja teman-teman media luar biasa dan itu betul-betul tidak mudah. Oleh karena itu, mewakili pemerintah, mewakili Bapak Presiden, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh media di tanah air," ujarnya.
Mensesneg juga menyoroti bahwa dunia saat ini dihadapkan pada tantangan perubahan pola penyebarluasan informasi, yang berlangsung sangat cepat namun terkadang mengabaikan aspek keakuratan dari informasi yang disampaikan.
"Kalau media mainstream mungkin karena durasi di dalam pemberitaan itu bisa cukup panjang maka program-program atau apapun itu, tidak sekadar dari pemerintah, bisa tersampaikan dengan cukup lengkap. Tapi kalau pola di media sosial karena seringnya ini juga bermain dengan masalah kecepatan, bermain dengan masalah pemilihan-pemilihan judul clickbait supaya viral, yang seringnya antara judul dengan isinya tidak sinkron, nah ini kan juga sebuah tantangan tersendiri," ujarnya.
Oleh karena itu, Mensesneg kembali menekankan tanggung jawab semua pihak untuk memastikan agar dunia digital tidak dipenuhi oleh hoaks, disinformasi, fitnah, maupun ujaran kebencian. Mensesneg juga mengajak insan pers untuk menghindari pemberitaan yang tidak bertanggung jawab, memperkuat demokrasi, konsisten dalam mencerdaskan dan membangun karakter publik, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air demi bangsa yang berdaulat dan bermartabat
"Kita melihat media-media kita juga sekarang sedang berusaha keras untuk ke arah sana, dengan memberikan sajian-sajian pemberitaan-pemberitaan yang betul-betul faktual di lapangan, betul-betul berbasis data," tandasnya. (FID/UN-Humas Kemensetneg)
Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?