Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) kembali membuka kesempatan bagi pelajar untuk mengenal lebih dekat sejarah dan kehidupan kenegaraan melalui program “Istana untuk Anak Sekolah”. Sebanyak 200 peserta dari SMA PGRI Bantargadung Sukabumi, SMA Puhua School Purwokerto, dan SMP Hati Kudus Jakarta mengikuti kegiatan yang berlangsung di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Kemensetneg, Jakarta, Kamis (08/10/2026).
Melalui program ini, para pelajar mendapatkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan konteks nyata penyelenggaraan pemerintahan. Para pelajar diperkenalkan secara langsung dengan sejarah, simbol-simbol negara, kelembagaan pemerintahan, serta kehidupan kenegaraan yang berlangsung di lingkungan Istana Kepresidenan.
Sebelum melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, para pelajar mengikuti pemaparan interaktif mengenai tugas dan fungsi Kemensetneg serta lingkungan Istana Kepresidenan. Materi tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensetneg, Faisal Fahmi, bersama Pranata Humas Ahli Pertama, Amelia Yesidora.
Dalam pemaparannya, Faisal menjelaskan bahwa Kemensetneg memiliki tugas memberikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan. Dukungan tersebut mencakup aspek teknis, administrasi, analisis, serta manajemen kabinet guna memastikan pelaksanaan tugas Presiden dan Wakil Presiden dapat berjalan secara efektif.
Lebih dari sekadar mengenal lingkungan kerja Presiden, Faisal mengajak para pelajar menjadikan kunjungan tersebut sebagai kesempatan untuk memperoleh inspirasi dan membangun semangat dalam meraih cita-cita. “Kami menyandarkan harapan kepada kalian, generasi muda bangsa Indonesia, agar yakin dan terus berusaha mewujudkan cita-cita, dengan cara berdoa dan terus belajar,” ujar Faisal.
Faisal berharap pengalaman yang diperoleh melalui program “Istana untuk Anak Sekolah” dapat memantik semangat para pelajar untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa.
Sementara itu, Pranata Humas Ahli Pertama, Kemensetneg, Amelia Yesidora, mengajak para siswa untuk mengenal Istana tidak hanya dari sisi bangunan, tetapi juga memahami sejarah dan fungsi dari setiap tempat yang mereka kunjungi.
“Setiap Istana memiliki fungsi dan sejarahnya masing-masing. Misalnya, Istana Merdeka menjadi tempat pelaksanaan upacara peringatan detik-detik Proklamasi, sementara Istana Negara antara lain digunakan untuk pelantikan pejabat dan jamuan kenegaraan,” jelas Amelia.
Usai mendapatkan pembekalan, para siswa diajak menyusuri sejumlah area bersejarah di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, meliputi Istana Merdeka, Kantor Presiden, Ruang Sidang Kabinet, Ruang Konferensi Pers, dan Istana Negara. Dalam kunjungan tersebut, para siswa berkesempatan melihat secara langsung ruangan dan bangunan yang selama ini mereka kenal melalui buku pelajaran, foto, maupun tayangan televisi.
Tak hanya mengenal bangunan dan ruang-ruang kenegaraan, para siswa juga diperkenalkan dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Mereka mendapatkan penjelasan mengenai peran Paspampres dalam melaksanakan pengamanan Presiden dan Wakil Presiden, termasuk mengenal pakaian dinas khusus yang digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan dalam setiap kondisi penugasan.
Kunjungan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Salah satunya dirasakan oleh Rafael, siswa kelas XI SMA Puhua School Purwokerto, yang mengaku antusias dapat melihat secara langsung lingkungan Istana Kepresidenan.
“Saya merasa sangat bangga dan terhormat karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Istana. Setelah masuk, saya menjadi semakin ingin tahu tentang apa saja yang ada di dalam Istana. Melalui kunjungan hari ini, rasa ingin tahu tersebut akhirnya terjawab,” ungkap Rafael.
Selain memberikan pengalaman berkesan, kunjungan ini juga menambah wawasan para peserta mengenai pemerintahan dan Istana Kepresidenan. Nuraeni, siswa SMA PGRI Bantargadung Sukabumi, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru.
“Banyak sekali pembelajaran yang kami dapatkan hari ini, mulai dari memahami fungsi dan hal-hal yang ada di Kementerian Sekretariat Negara hingga mempelajari istana-istana yang ada di Indonesia,” ujar Nuraeni.
Manfaat kegiatan ini juga dirasakan oleh para guru pendamping. Arinta Dewi, guru SMA Puhua School Purwokerto, menilai kunjungan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi para siswa. Menurutnya, kesempatan untuk melihat secara langsung lingkungan pemerintahan dapat melengkapi pengetahuan yang selama ini diperoleh siswa melalui pembelajaran di kelas.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena biasanya anak-anak hanya mempelajari bagaimana pemerintahan bekerja melalui pelajaran di kelas. Namun, hari ini mereka mendapatkan kesempatan untuk melihatnya secara langsung. Hal ini tentu sangat baik untuk mendukung proses pembelajaran siswa melalui pengalaman nyata,” kata Arinta.
Melalui program “Istana untuk Anak Sekolah”, Kemensetneg berharap para pelajar tidak hanya membawa pulang pengalaman mengunjungi salah satu pusat kegiatan pemerintahan dan kenegaraan, tetapi juga memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai sejarah, fungsi, dan peran lembaga negara.(NVT, ART/YLI-Humas Kemensetneg)