Pemerintah Perkuat Stok Beras Dalam Negeri

 
bagikan berita ke :

Jumat, 28 Maret 2008
Di baca 783 kali


"Kita all out untuk perkuat stok beras dalam negeri, mudah-mudahan tidak ada perubahan tapi dalam APBN 2008 ada anggaran tambahan untuk CBP sekitar 200ribu ton lagi. Kita harapkan semua bisa didapat dari dalam negeri," kata kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan, Bayu Krisnamurti, di Jakarta, Kamis.

CBP normalnya berjumlah 350ribu ton dan digunakan untuk penanganan darurat bencana. Sebelumnya, pernah diusulkan peningkatan CBP hingga 1 juta ton.

Bayu memastikan pemerintah tidak akan mengeluarkan izin impor beras yang baru dan jika diperlukan impor, maka Bulog akan menggunakan sisa kuota impor yang diberikan pada 2007 sekitar 100ribu ton dari total kuota 1,5 juta ton.

Lebih lanjut Bayu mengatakan, target pengadaan beras dan gabah dalam negeri oleh Perum Bulog tahun 2008 ditingkatkan dari 1,76 juta ton tahun lalu menjadi 2,3 juta - 3 juta ton tahun ini.

"Hingga 25 Maret, Bulog sudah menyerap 226 ribu ton, April nanti ditargetkan menyerap 675 ribu ton dan jika perlu jumlah itu bisa ditambah," ujarnya.

Menurut Bayu, puncak panen akan terjadi selama April dan volume panen akan menurun drastis pada Mei.

Negara lainnya yang mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok seperti China, Thailand, Filipina dan India juga mengamankan stok dalam negerinya sehingga mendorong harga beras dunia naik.

"Negara-negara itu juga melakukan pembatasan atau pengurangan ekspor termasuk Thailand yang merupakan eksportir terbesar di dunia," jelasnya.

Harga beras internasional selama awal 2008 telah mengalami kenaikan sebesar 32,5 persen sedangkan harga beras dalam negeri hanya naik 2,1 persen. Menurut Bayu, harga beras internasional akan mulai turun jika panen padi di Thailand dan Vietnam cukup baik.

"Sekarang memang ada perbedaan sedikit (antara harga beras internasional dan dalam negeri) tapi masih belum stabil, bisa terjadi penurunan lagi kalau panen di Thailand dan Vietnam cukup baik dan memang katanya baik," tambahnya.

Bayu memperkirakan tidak akan terjadi ekspor beras dalam jumlah besar ke luar negeri mengingat selisih harga yang tidak terlalu besar dan sulitnya angkutan kapal. Namun, pemerintah tetap akan melakukan pengaturan ekspor beras yang intinya akan mementingkan stok dalam negeri.

Salah satu alternatif yang dibahas pemerintah adalah pengenaan bea keluar untuk ekspor beras. Selama ini, Indonesia memiliki pengaturan waktu impor beras dan pengenaan bea masuk.

"Penerapan bea keluar untuk beras itu juga alternatif dan bukan sesuatu yang tidak lazim kalau kita terapkan bea masuk dan juga bea keluar. Ini sifatnya musiman tapi belum diputuskan," ucapnya.

Bayu mengungkapkan, selama ini Indonesia telah melakukan ekspor beras organik sekitar 50ribu ton.
 
 
 
 
 
Sumber:
http://www.antara.co.id/arc/2008/3/27/pemerintah-perkuat-stok-beras-dalam-negeri/

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0