Penganugerahan Pengawasan Kearsipan Tahun 2019, Kemensetneg Raih Predikat Sangat Memuaskan

 
bagikan berita ke :

Rabu, 26 Februari 2020
Di baca 291 kali

Kementerian Sekretariat Negara meraih nilai sangat memuaskan dengan nilai 97,06 dalam Penganugerahan Pengawasan Kearsipan Tahun 2019, yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di The Sunan Hotel, Surakarta, Rabu (26/2).

Penyerahan penghargaan diberikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo dan Plt Kepala ANRI, M. Taufik kepada Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara,  Setya Utama saat Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Kearsipan ANRI.

Dalam kesempatan tersebut Plt. M. Taufik menyampaikan sebuah kutipan, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai arsipnya. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai arsipnya. Bangsa ini besar, jadi dari seluruh kegiatan bangsa ini harus terekam, baik pemerintah maupun non pemerintah harus ada." jelas Taufik.


Pada kesempatan yang sama Tjahjo menekankan pentingnya arsip, khususnya yang menyangkut aset-aset daerah. Jangan sampai gedung atau cagar budaya hilang tanpa jejak karena ketiadaan arsip. Menpan RB memaparkan bahwa setiap daerah memiliki pelayanan yang mudah diakses. "Visi misi Bapak Presiden Joko Widodo tidak semata-mata untuk penyederhanaan birokrasi atau reformasi birokrasi. Namun ingin mewujudkan ASN/PNS yang profesional, melayani masyarakat dan mempercepat pelayanan masyarakat." pungkas Tjahjo.


Acara yang dihadiri oleh berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Pada sambutannya, Ganjar menekankan bahwa paradigma pengelolaan arsip harus berubah. Pengelolaan harus berbasis digital dan canggih dan masyarakat harus meningkatkan perhatiannya terhadap dunia arsip.


"Arsip menjadi garda terdepan bangsa. Arsip adalah penyajian informasi yang akurat. Para pejuang kearsipan jangan pernah lelah berkarya dan berinovasi. Arsip itu dicari kalau kita susah, kalau lagi senang lupa tentang arsip, ingatnya arsip paling modern aja yaitu selfie." ungkap Ganjar. (TIA/11-Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0