Perpustakaan Setneg Gelar “Silent Reading”, Perkuat Budaya Literasi Pegawai Kemensetneg

 
bagikan berita ke :

Selasa, 26 Mei 2026
Di baca 175 kali

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melalui Perpustakaan, Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur SIpil Negara (PPKASN),  menyelenggarakan kegiatan Setneg Book Club: Silent Reading Volume 2 di Taman Kemensetneg, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi sekaligus mempererat ruang dialog dan berbagi inspirasi di lingkungan Kemensetneg.

Kegiatan ini menghadirkan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, sebagai pembicara utama. Dalam sesi dialog bersama peserta, Yovie menekankan pentingnya membaca sebagai sumber kreativitas dan pengembangan gagasan. Membaca sangat berperanan penting dalam dunia ekonomi kreatif.

“Tanpa membaca dan referensi, karya kreatif akan menjadi dangkal. Membaca memberi kita sudut pandang, imajinasi, dan kekayaan berpikir untuk melahirkan karya maupun gagasan yang bermanfaat,” ujar Yovie.

Yovie juga mengajak para peserta untuk semakin mencintai Bahasa Indonesia sebagai bagian dari penguatan identitas bangsa dan pengembangan ekonomi kreatif nasional. Menurutnya, bahasa memiliki kekuatan besar dalam membangun karya dan budaya yang dapat dikenal secara global.

“Bahasa adalah modal utama dalam ekonomi kreatif. Karena itu, kita perlu bangga menggunakan dan memperkaya Bahasa Indonesia melalui budaya membaca,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala PPKASN Kemensetneg, Sri Prastiwi Utami, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta yang tergabung dalam wadah Setneg Book Club untuk menjadi duta literasi, baik di lingkungan kerja maupun keluarga. Ia menilai budaya membaca perlu terus diperkuat di tengah derasnya arus informasi digital dan dinamika perubahan yang semakin cepat.

Ia berharap kegiatan Setneg Book Club dapat menjadi ruang pembelajaran bersama yang mendorong tumbuhnya budaya literasi secara berkelanjutan di lingkungan Kemensetneg, sekaligus memperkuat semangat pengembangan diri di kalangan aparatur sipil negara.

Apresiasi Peserta

Annisa Ika Tiwi, salah seorang peserta Setneg Book Club, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu menghadirkan ruang literasi yang hangat dan interaktif di lingkungan kerja. Menurutnya, kegiatan membaca bersama seperti ini menjadi penyegaran bagi pegawai di tengah rutinitas pekerjaan sehari-hari.

“Membaca sangat membantu dalam memperkaya ide, memperluas sudut pandang, dan meningkatkan kemampuan komunikasi. Apalagi suasana membaca bersama di ruang terbuka seperti ini terasa santai dan menyenangkan,” pungkasnya.

Selain itu, imbuhnya kehadiran Yovie Widianto turut memberikan inspirasi baru mengenai pentingnya membaca dalam membangun kreativitas dan gagasan.

Kegiatan berlangsung santai, hangat, dan interaktif. Sebelum sesi utama, sejumlah peserta saling berbagi rekomendasi buku favorit mereka, mulai dari novel inspiratif hingga buku pengembangan kemampuan komunikasi publik. Suasana silent reading yang santai di area terbuka turut mendorong peserta untuk menikmati pengalaman membaca secara lebih reflektif dan menyenangkan. (FID/YLI/Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0