Praktik Seni Menghias Puding Dalam Workshop “Pudding Jelly Art”

 
bagikan berita ke :

Rabu, 11 September 2019
Di baca 4965 kali

Hari ketiga Setneg Library Festival 2019, Rabu (11/9), Bagian Perpustakaan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) kembali ramai didatangi pejabat dan pegawai. Di Ruang Perpustakaan, Gedung I, Kemensetneg, para peserta terlihat antusias mengikuti Workshop “Pudding Jelly Art”.

Seni melukis secara 3 Dimensi (3D) pada media puding transparan atau dikenal dengan sebutan “Jelly Art”, baru-baru ini sangat diminati kalangan perempuan, termasuk para ibu yang juga bekerja dan berkarir di Kemensetneg.


Jelly Art merupakan seni menghias puding yang berasal dari Amerika Latin. Dengan menggunakan gelatin sebagai bahan penghias, sebagian orang juga mengenalnya dengan “Gelatin Art”. Dengan mempelajari bahan, teknik, dan cara membuatnya, puding biasa akan terlihat cantik dan memiliki nilai seni.




Dalam membuat Pudding Jelly Art terdapat beberapa teknik yang wajib dipelajari, antara lain dengan menggunakan suntikan dan alat pembentuk daun atau bunga yang disebut teknik injeksi. Selain itu, ada yang menggunakan cetakan plastik atau silikon yaitu teknik cetak. Kedua teknik tersebut akan sangat menarik apabila pembuat puding dapat mengkombinasikannya.

Rieny Elly sebagai narasumber menyampaikan bahwa dalam pembuatan Jelly Art diperlukan minat dan ketelitian. “Butuh kreatifitas seni yang cukup tinggi dan juga kesabaran dan harus terus belajar mengembangkan kemampuan membuat puding ini,” kata Rieny seraya mempraktikkan beberapa teknik injeksi kepada peserta workshop.


Sebagai Ibu Rumah Tangga, Rieny telah mengembangkan kemampuannya dan sudah menerima pesanan dari pihak-pihak yang memerlukan Pudding Jelly Art. Apabila dikembangkan, hobi membuat Jelly Art dapat memberikan pendapatan yang cukup tinggi dalam peluang usaha.

Sempat mengunjungi workshop, Kepala Biro Tata Usaha, Sari Harjanti turut mencoba menginjeksi warna hijau daun pada puding. Peserta workshop terlihat mengagumi hasil karya Pudding Jelly Art yang telah dikreasikan dan mendokumentasikannya dengan smartphone. (DEW-Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
1           1           0           0           0