Presiden Akan Ambil Keputusan Soal Blok Natuna

 
bagikan berita ke :

Selasa, 19 Februari 2008
Di baca 776 kali

 

Rapat sudah dimulai sejak pukul 10.00 WIB tadi. Rapat ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dan sejumlah menteri terkait di antaranya Menteri Koordinator Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menneg BUMN Sofjan Jalil serta Dirut PT Pertamina Ari Soemarno.

 

Sebelumnya, dalam rapat yang dipimpin Wapres Kalla di Istana Wapres Kalla, dua pekan lalu, sudah diambil keputusan awal pengelolaan Blok Natuna D-Aplha, yaitu diserahkan kepada BUMN, yakni Pertamina. Selanjutnya, Pertamina diminta mencari partner untuk melakukan eskplorasi dan eksploitasi di kawasan laut terdalam yang tingkat kesulitannya termasuk kategori sangat sulit.

 

Dibutuhkan dana untuk investasi migas di kawasan itu sebanyak 27 miliar dollar AS. PT ExxonMobile Indonesia, sebuah perusahaan migas asal Amerika Serikat yang sejak beberapa tahun yang lalu mendapat kontrak karya untuk mengelola blok tersebut, hingga kini masih ngotot untuk mendapatkan hak pengelolaan melalui perpanjangan kontrak dengan pemerintah Indonesia.

 

Hingga kini, ExxonMobil diketahui sama sekali belum melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi dengan alasan sulitnya mengangkat migas dari dasar Lautan Natuna itu. Namun, pemerintah Indonesia menolak, mengingat bagi hasil yang dimaui pemerintah sebesar 65 persen untuk negara Indonesia dan 35 persen untuk ExxonMobil ditolak oleh perusahaan AS itu. Exxon disebut-sebut menginginkan bagi hasil yang lebih besar lagi, yaitu 40 persen baginya dan 60 persen untuk Indonesia. Seperti apa keputusan Presiden Yudhoyono atas Blok Natuna D-Aplha tersebut? Itulah yang kini ditunggu oleh rakyat.

 

sumber : http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.02.19.11354326&channel=10&mn=15&idx=16

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0