Presiden Batalkan Pertemuan dengan Dewan Gubernur BI

 
bagikan berita ke :

Kamis, 14 Februari 2008
Di baca 790 kali

 

Semula Presiden Yudhoyono yang didampingi Menko Perekonomian Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, selain membahas perkembangan perekonomian, khususnya asumsi dasar ekonomi pada perubahan APBN 2008, juga akan menyinggung masalah pencalonan Gubernur BI yang akan disampaikan Presiden Yudhoyono kepada DPR pada Minggu (17/2) mendatang. 

 

Yang jelas, menurut informasi yang diterima Kompas dari petugas pemberi informasi melalui pesan layanan singkat (SMS) Biro Pers dan Media Massa Rumah Tangga Kepresidenan, hanya disebutkan "acara menerima Dewan Gubernur BI dibatalkan, dan acara Presiden dimulai pukul 15.00 dengan menerima Komisi Pengawas Persaiangan Usaha (KPPU)".

 

Padahal, sebelumnya, pada Rabu (13/2) malam pukul 20.00 wib, Biro Pers dan Media Massa sudah memberikan informasi bahwa acara Presiden Yudhoyono dimulai pukul 12.00 dengan menerima Dewan Gubernur BI dan pukul 15.00 wib menerima KPPU.

 

Adapun dari informasi seorang pejabat tinggi, Rabu malam, pembatalan pertemuan Presiden Yudhoyono dengan jajaran Dewan Gubernur BI itu sudah disampaikan kepada seorang menteri.

 

Acara BI Kacau

Sementara, dari BI diperoleh informasi bahwa akibat rencana pertemuan mendadak dengan Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Kamis siang ini, acara sejumlah anggota Dewan Gubernur BI menjadi kacau. Semula, disebut-sebut Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom dari Medan akan segera ke Semarang menghadiri acara BI, bersama anggota Dewan Gubernur BI lainnya, yaitu Hartadi A Sarwono. Namun, karena ada acara mendadak bersama Presiden, kedua pejabat tinggi BI itu membatalkan dan langsung pulang ke Jakarta, Rabu malam itu.

 

Begitu juga anggota Dewan Gubernur BI lainnya, terpaksa membatalkan acara mereka Kamis siang ini. Akan tetapi, dengan pembatalan yang dilakukan mendadak oleh Presiden Yudhoyono, Kamis pagi ini, tentu acara anggota Dewan Gubernur BI akan menjadi semakin kacau.     

 

http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.02.14.10594913&channel=1&mn=1&idx=1

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0