Presiden Buka G-33 Ministrial Meeting

 
bagikan berita ke :

Rabu, 21 Maret 2007
Di baca 960 kali

Dalam acara yang dihadiri oleh kurang lebih 225 tamu undangan tersebut, Presiden SBY didampingi oleh Menko Perekonomian Boediono, Mentan Anton Apriyantono, Menkeu Sri Mulyani, Mendag Mari E.Pangestu, Seskab Sudi Silalahi serta dua Jubir Presiden, Dino Patti Djalal dan Andi A. Mallarangeng, serta Gubernur DKI Jakarta.

G-33 adalah kelompok negara-negara berkembang dengan mayoritas penduduk petani kecil. Kelompok yang terdiri dari 46 negara ini memperjuangkan perdagangan DDA di WTO agar selalu dapat memberi kontribusi terhadap pengentasan kemiskinan, pembangunan pedesaan, dan pemantapan ketahanan pangan.

Dalam pidato pembukaannya, SBY menekankan pentingnya penyelesaian perundingan DDA di WTO. SBY menyerukan agar negara anggota kelompok G-33 terus memperjuangkan aspek dan pilar pembangunan di negara-negara berkembang dalam perundingan DDA, serta penciptaan sistem perdagangan multilateral yang memiliki aturan yang tetap, adil, dan transparan. Presiden SBY juga menggarisbawahi pentingnya persatuan dan solidaritas kelompok G-33 dan negara-negara berkembang dalam putaran DDA.

"Sektor pertanian sangat penting bagi strategi pembangunan Indonesia, karena sektor tersebut tidak hanya mempengaruhi pendapatan masyarakat Indonesia. Sektor tersebut tidak hanya mempengaruhi pendapatan masyarakat pedesaan dan sumber penghidupan bagi sekitar 25 juta petani, tetapi juga menentukan kelangsungan hidup bagi 50 persen masyarakat miskin Indonesia," SBY menegaskan. Untuk itu, Presiden menekankan pentingnya bagi negara-negara maju untuk memperkuat kemauan politis dan kepemimpinan dalam mengubah kebijakan perdagangan pertanian guna mendorong perundingan DDA.

Presiden SBY berharap pertemuan ini dapat menentukan secara konkret strategi bagi Kelompok G-33 untuk memberikan kontribusi secara konstruktif guna kemajuan perundingan DDA dalam menjamin hasil yang transparan, adil, dan berimbang. Juga diharapkan dapat semakin memperkuat persatuan kesatuan dan solidaritas negara-negara yang tergabung di dalamnya.

Dengan mengucapkan Basmallah dan memukul gong, Presiden SBY yang didampingi oleh Menteri Perdagangan Mari Pangestu dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso meresmikan pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri G-33 tersebut. Turut hadir untuk menambah bobot pertemuan tersebut, antara lain, beberapa negara dari G-20, African Caribbean, Pacific, Kelompok Afrika, Kelompok Negara Terbelakang, dan representasi G-10, Komisi Perdagangan Uni Eropa, dan Dirjen WTO.

 

http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/03/20/1657.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0