Presiden Minta Perbankan Perbanyak Salurkan KUR

 
bagikan berita ke :

Kamis, 10 April 2008
Di baca 806 kali


''Saya ingin lebih banyak lagi untuk usaha mikro dan kecil yang tanpa agunan. Sampai sekarang, ada Rp 700 miliar untuk usaha mikro dan kecil. Tolong (para dirut perbankan) alirkan lebih banyak lagi bagi yang perlu modal Rp 5 juta ke bawah,'' imbau Presiden di dalam acara Temu Nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (09/4).

Dikatakannya, program ini adalah untuk membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan dengan membantu usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk koperasi. Pemerintah mengeluarkan Rp 1,4 triliun untuk menjamin usaha itu sehingga kreditnya dari bank-bank itu tanpa agunan. Saat ini, sudah sekitar Rp 3,25 triliun disetorkan kepada 200 ribu nasabah.

Selain program ini, program khusus lainnya adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, raskin, BOS bagi pendidikan, jaminan kesehatan untuk masyarakat, dan lain-lain untuk membantu masyarakat miskin. Menurut Presiden, PNPM Mandiri di tahun depan mencapai 3 miliar per kecamatan. ''Ini termasuk kail dan jala, bukan ikan. Sehingga masyarakat secara bertahap untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.''

Program-program khusus itu ditujukan untuk mendukung jalannya program umum, yaitu pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan agar rakyat makin berkemampuan dan berdaya saing.

Di Pekalongan, Presiden melihat perkembangan yang pesat dalam dua tahun ini. Kalau Pekalongan dinilai terbaik dalam PNPM Mandiri, sambungnya, berarti walikota dibantu rakyatnya mampu mengurangi kemiskinan. ''Mari berikan semangat kepada Bupati/Walikota dan Gubernur.''

Pada kesempatan yang sama, Menko Kesra Aburizal Bakrie mengatakan, PNPM Mandiri ini melibatkan kewajiban Pemda untuk melaksanakannya di daerah masing-masing dan wajib melakukan pembinaan. ''Kami memberi penghargaan tinggi kepada Pekalongan yang punya cara yang efektivitasnya tinggi dan terpilih sebagai perkotaan terbaik untuk PNPM di seluruh Indonesia.''
 
Aburizal menambahkan, untuk Jateng, BLM mencapai Rp 884,96 miliar dan program lainnya hingga totalnya mencapai Rp 986,46 miliar. Untuk KUR Jateng mencapai 109,3 miliar sebagai modal usaha tanpa agunan kepada 22.943 debitur. Untuk Pekalongan sendiri terealisasi (KUR) Rp 6,9 miliar untuk 739 debitur.

Walikota Pekalongan Basir Ahmad menyampaikan, daerah memiliki program mengatasi penanggulangan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan. Dari data BPS, jumlah rakyat miskin di tahun 2007 turun 27,9% dari tahun 2005, yaitu dari 31.461 KK (2005) menjadi 22.683 KK (2007). ''Kami bertekad mengurangi kemiskinan sebanyak 50 persen di tahun 2009 dengan perda 19/2007 tentang percepatan keluarga sejahtera berbasis pemberdayaan masyarakat.''

Untuk program PNPM, Pekalongan mereplikasi program tersebut. Di tahun 2007, seluuh kelurahan telah melaksanakan PNPM.

''Hanya, untuk para nelayan yang mencapai tiga ribu orang di Pekalongan menghadapi masalah dengan cuaca dan meluasnya daerah tangkapan,'' tambahnya seraya meminta pemerintah pusat untuk membeikan masukannya.

Dalam kunjungannya ke Pekalongan ini, Presiden menyaksikan penyerahan secara simbolis KUR untuk usaha nelayan oleh Dirut BRI Sofyan Basir senilai Rp 6,863, KUR bagi koperasi dan usaha kecil oleh Dirut BNI Gatot W Suwondo senilai Rp 106,5 miliar, dan KUR untuk peternak sapi oleh Dirut Bank Mandiri senilai Rp 5 miliar.

Di samping itu, Presiden sendiri menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz. Dana BLM PNPM Mandiri Tahun 2008 di Provinsi Jateng itu senilai Rp 986,46 miliar. Dana lainnya yang diserahkan adalah dana penguatan modal usaha perikanan budi daya senilai Rp 6 miliar dari Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP).

Bantuan lainnya adalah 50 unit perumahan swadaya senilai Rp 500 juta dan perbaikan 50 unit rumah senilai Rp 250 juta dari Kementerian Negara Perumahan Rakyat. Presiden juga menyerahkan 3.000 paket sembako untuk masyarakat nelayan.
 
 
 
 
Sumber:
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=329801&kat_id=23

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0