Presiden SBY Ajak Humas Pemerintah Lawan Citra Negatif yang Berlebihan

 
bagikan berita ke :

Kamis, 06 September 2007
Di baca 950 kali

Pertemuan yang mengangkat tema Peningkatan Fungsi Humas Untuk Membangun Citra Positif Pemerintah ditandai dengan penandatanganan SKB tiga Menteri, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Sofyan A. Djalil, tentang Revitalisasi Fungsi Humas pada Lembaga Negara/Pemerintah/BUMN/ Daerah dan Pemda. Dalam kesempatan itu, Presiden SBY menyoroti seringkali Indonesia masih dirugikan oleh persepsi keliru yang timbul di luar negeri.

“Karena kita mengalami krisis yang dahsyat waktu itu dan akibat krisis banyak sekali kejadian-kejadian yang sungguh memprihatinkan baik itu gangguan sosial dan keamanan, sampai sekarang masih ada masyarakat dunia yang mempersepsikan, mencitrakan Indonesia secara tidak adil. Indonesia dianggap masih belum aman, penuh kerusuhan, penuh terorisme, hukumnya amburadul, tidak menjalankan demokrasi dengan baik, terjadi pelanggaran HAM dimana-mana, korupsi masih merajalela dan tidak ada upaya untuk memberantas itu, dan masih banyak lagi berita yang tidak faktual dan tidak berdasar,� ungkapnya prihatin.

Karenanya, Presiden mengajak seluruh kalangan humas Pemerintah untuk mengintrospeksi diri. “Kita counter dengan cara-cara yang baik sehingga tidak ada jarak yang terlalu lebar antara image and reality, persepsi dan keadaan yang sesungguhnya di Indonesia. Ini adalah pekerjaan humas yang sangat penting dan harus kita lakukan bersama,� tekan Presiden SBY.

Diakui pula oleh Presiden SBY, seringkali hasil yang telah dicapai oleh Pemerintah tidak diketahui oleh masyarakat yang tinggal di ujung maupun pelosok tanah air dan cukup banyak pula hal yang belum dapat dicapai dengan alasan-alasan tertentu. Akibatnya, Pemerintah dinilai selalu kurang, tidak optimal, tidak memikirkan rakyat.

Menghadapi itu, Presiden SBY lantas memberikan beberapa �resep� bagi seluruh kalangan humas Pemerintah, yaitu menyampaikan kebenaran, rencanakan image building yang baik di dalam masyarakat dan jalankan terus menerus, menggunakan bahasa dan cara yang tepat, efektif, dan positif, menyampaikan informasi dengan teknologi terkini, serta memastikan bahwa pesan yang disampaikan benar-benar dipahami oleh masyarakat.   

“Untuk menghadapi citra negatif, kita harus melihat secara dewasa, introspeksi, kita perbaiki yang memang belum baik, selebihnya kita jelaskan bahwa Pemerintah pusat maupun daerah telah berikhtiar dengan tujuan yang mulia dengan hasil yang patut kita syukuri termasuk hasil yang belum dapat kita capai.� (HUMAS-SETNEG)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0