Presiden SBY Bantah Berita yang Memfitnah

 
bagikan berita ke :

Sabtu, 28 Juli 2007
Di baca 712 kali

Dalam keterangan pers hari Jumat (27/7) malam di Hotel The Westin Nusa Dua, Bali, Presiden SBY mengatakan, "Sebetulnya saya tidak ingin menanggapi yang begini-begini ini. Banyak fitnah, berita-berita bohong dengan tujuan untuk menghancurkan karakter seseorang, yang sangat kita prihatinkan masih terjadi di negeri tercinta ini," kata Presiden, didampingi Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

"Berita itu sendiri menyebut bahwa SBY sudah menikah sebelum masuk Akmil atau Akabri. Bahkan disebutkan dari satu dua sumber, sudah punya anak dua. Ini persis black campain, fitnah, berita bohong pada saat pemilu 2004, diangkat kembali dan yang mengangkat adalah seseorang yang mestinya memiliki standing posisi yang terhormat," kata Presiden. "Kali ini saya harus menentukan sikap dan langkah-langkah yang semestinya sesuai dengan hak yang saya miliki . Mengapa? Karena berita bohong atau fitnah yang diangkat, yang sumbernya saya kenali, datang dari Zainal Maarif sudah sangat keterlaluan. Disamping tidak jelas, juga telah merusak kehormatan, nama baik dan harga diri saya," tambahnya.

Presiden menambahkan, yang dimiliki seseorang itu yang paling tinggi adalah kehormatan dan harga diri. " Dengan disebar luaskannya berita seperti ini, jelas merusak dan menghancurkan kehormatan diri saya," tegas Presiden. Oleh karena itu, lanjut Presiden, "Demi kebenaran, tentu saya harus melakukan sesuatu," tambahnya.

Presiden menjelaskan bahwa seseorang yang menipu sebuah lembaga, yaitu Akmil, berarti menipu negara. "Syarat untuk masuk Akabri jelas belum menikah, belum pernah kawin, apalagi punya anak. Kalau ada seorang Taruna yang kedapatan setelah menjadi Akabri telah menikah apalagi punya anak, mesti dipecat dan dikeluarkan," jelas Presiden

"Bayangkan kalau saya dituduh telah menikah sebelum masuk Akabri pada tahun 1970 an, dan sudah punya anak. Ini tentu sesuatu yang prinsip, karena itulah yang akan kita tegakkan, disiplin. ketentuan yang harus dipenuhi oleh siapapun dalam sebuah lembaga," kata Presiden.

"Sangat keterlaluan berita yang seperti ini. Itu akan sangat menghancurkan hati dan perasaan orangtua saya , istri dan anak-anak saya , keluarga besar, kawan-kawan saya waktu di SMA, Taruna dan sebagainya. Oleh karena itu saya sedang mempersiapkan diri untuk melakukan hak saya menuntut secara hukum, agar hukum ditegakkan di negeri tercinta ini. Siapapun diberikan pelajaran, kalau dia begitu saja mencemarkan nama baik seseorang. Siapapun, apakah petani, laki laki di pedesaan, anak-anak, wanita yang sudah tua , siapapun, harus dilindungi kehormatan dan harga dirinya," lanjut SBY.

"Sebagai seorang yang mengemban amanah saudara-saudara, saya sebenarnya tidak ingin negeri yang kita cintai ini, politiknya berkembang seperti ini. Banyak cara-cara berpolitik yang lebih baik, yang lebih bermoral, satria , dibandingkan harus melakukan caracter assasination dengan berita berita bohong, fitnah yang keji seperti ini," lanjut Presiden.

"Sekali lagi, penjelasan saya ini penjelasan yang resmi, karena sudah beredar dimana- mana . Untuk saudara-saudara kami di seluruh tanah air, inilah yang harus saya sampaikan. Tetapi kepada yang menyebar luaskan, tentu ada hukum yang mengaturnya. Dan saya akan menggunakan hukum itu dengan tegas, dengan determinasi saya, demi tegaknya kebenaran dan keadilan, demi kehormatan dan harga diri saya sebagai seorang warga negara, demi orang tua saya, dan handai taulan saya," kata Presiden SBY menutup penjelasannya.

 

Sumber:
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/07/27/2077.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0