Presiden SBY: Tahun 2008, Anggaran Infrastuktur Terbesar Setelah Pendidikan

 
bagikan berita ke :

Selasa, 05 Juni 2007
Di baca 779 kali

Pada kesempatan itu Presiden mengucapkan terimakasih atas kontribusi BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional) dalam peningkatan pangan. "Pangan adalah sesuatu yang sangat penting untuk dicukupi di negeri kita ini. Peningkatan hasil pertanian kita --beras-- haruslah sejajar dengan peningkatan jumlah penduduk di negeri ini, dan ini bukanlah masalah ringan. Oleh karena itu pemerintah bersama pihak-pihak terkait akan terus menanggulangi hal tersebut,� kata Presiden.

“Di negara-negara yang maju dalam pertanian, industri maupun jasa, teknologi nuklir untuk kepentingan damai makin banyak digunakan dan dikembangkan. Indonesia dengan 220 juta penduduknya dengan kebutuhan pangan dan energi yang makin meningkat tentu memerlukan kontribusi tenaga nuklir dan tenaga atom untuk kepentingan damai,� Presiden menambahkan.

Menurut Presiden, pengamanan dan stabilitas harga padi dan beras harus dijaga. Untuk itu pemerintah telah menetapkan Inpres nomor 3 tahun 2007 tentang Perberasan. �Kita tidak ingin harga beras tib-tiba melambung tinggi dan banyak rakyat yang tidak sanggup membeli. Tetapi kita juga tidak ingin harga beras jatuh dan akhirnya merugikan petani. Salah satu kebijakan yang diatur adalah menetapkan harga pembelian pemerintah, baik gabah maupun beras dalam negeri,� ujar SBY. Kalau harga tidak diatur, lanjut Presiden, akan menjadi tidak adil. "Pemerintah bertanggung jawab menjaga keadilan, termasuk keadilan sosial pembangunan di negeri ini,� kata Presiden.

Presiden juga mengingatkan enam pilar agar pertanian di Indonesia maju. Pertama, kebijakan pemerintah harus tepat. Kedua, inovasi teknologi. Ketiga, infrastruktur. Keempat, budaya petani dimana Presiden menginginkan bahwa petani bisa menerima dan menyambut teknologi dan inovasi baru dan tidak terkunkung oleh pla lama. Kelima, jangan merusak lingkungan hidup. Keenam, kepemimpinan.

Usai berdialog dan makan siang bersama para petani, Presiden juga menghibur petani dengan bernyanyi. Selanjutnya Presiden meninjau pameran hasil produksi pertanian. Setelah itu, Presiden dan rombongan menuju helipad di Desa Rancadaka untuk kembali ke Jakarta.

 

Sumber:
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/06/04/1904.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0