Presiden Soal Pemilu: Sistem Proporsional Terbuka Tanpa Nomor Urut Lebih Adil

 
bagikan berita ke :

Kamis, 14 Agustus 2008
Di baca 2450 kali


"Tentu ini lebih adil, memberikan persamaan kesempatan dan betul-betul suara konstituen di masing-masing daerah itu diwujudkan dengan siapa yang mewakilinya, siapa yang merepresentasikannya," kata Presiden. "Oleh karena itu, ini tentunya langkah maju dari perkembangan demokrasi di negeri kita," Presiden menambahkan.

Presiden SBY bersama pemerintah memiliki pandangan yang sama, yaitu untuk menuju sistem proporsional terbuka. "Dengan demikian tidak perlu ada dikotomi laki-perempuan, tua-muda. Semua sama," SBY menjelaskan. Dengan sistem tersebut, lanjut SBY, calon terpilih adalah mereka yang memperoleh suara terbanyak di antara seluruh calon dari suatu partai politik di daerah pemilihan tertentu.

Selain itu, menurut SBY, sistem porporsional terbuka tanpa nomor urut calon memberikan solusi yang terbaik bagi partai politik. "Siapapun yang ingin jadi anggota DPR atau DPD, ya berjuang untuk menyampaikan pandangan-pandangannya, konsep-konsepnya, komitmennya kepada rakyat. Dengan demikian rakyat yakin bahwa yang dipilih berjuang untuk kepentingan mereka dan bukan untuk kepentingan partai semata," ujar SBY. Oleh karena itu, Presiden SBY menegaskan sekali lagi bahwa pemerintah, dalam hal ini Presiden, menyambut baik jalannya sistem proporsional terbuka tanpa nomor urut yang telah disepakati oleh semua partai politik.

Presiden SBY mengatakan bahwa partai-partai, termasuk Partai Demokrat, akan berjuang dalam menyuarakan usulan-usulan di tingkat DPR serta menjalankan apa yang telah ditetapkan. "Saya senang sudah mendapatkan laporan bahwa apa yang dilakukan oleh partai-partai lain betul-betul siap," katanya.

Dalam keterangan persnya, Presiden didampingi Meko Polhukam Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa, Mendagri Mardiyanto, dan Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng.



Sumber:

http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2008/08/13/3371.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
2           3           1           1           0