Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta agar masyarakat luas tidak perlu menggaduhkan masalah reshuffle kabinet seperti yang banyak dibicarakan. “Saya minta kepada rakyat Indonesia, kepada masyarakat luas, untuk tidak perlu menggaduhkan soal reshuffle,“ kata Presiden dalam konferensi pers, usai memimpin Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementrian Koperasi dan UKM, Jl. Rasuna Said, Jakarta, Jumat (9/3) sore.

"> Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta agar masyarakat luas tidak perlu menggaduhkan masalah reshuffle kabinet seperti yang banyak dibicarakan. “Saya minta kepada rakyat Indonesia, kepada masyarakat luas, untuk tidak perlu menggaduhkan soal reshuffle,“ kata Presiden dalam konferensi pers, usai memimpin Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementrian Koperasi dan UKM, Jl. Rasuna Said, Jakarta, Jumat (9/3) sore.

"> Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta agar masyarakat luas tidak perlu menggaduhkan masalah reshuffle kabinet seperti yang banyak dibicarakan. “Saya minta kepada rakyat Indonesia, kepada masyarakat luas, untuk tidak perlu menggaduhkan soal reshuffle,“ kata Presiden dalam konferensi pers, usai memimpin Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementrian Koperasi dan UKM, Jl. Rasuna Said, Jakarta, Jumat (9/3) sore.

">

Presiden: Tidak Perlu Gaduh Soal Reshuffle

 
bagikan berita ke :

Senin, 12 Maret 2007
Di baca 1033 kali

Presiden menegaskan bahwa pemerintah sekarang ini bekerja dengan sungguh - sungguh untuk mengatasi permasalahan membangun negeri, ekonomi, kesejahteraan rakyat dan lain – lain. “ Pemerintah memerlukan situasi dimana pemerintah bisa bekerja dengan baik. Reshuffle itu dimungkinkan, apabila memiliki tujuan yang oleh Presiden, dalam hal ini saya yang sedang memegang amanah itu, dipandang perlu untuk dijalankan. Tetapi saya berharap jangan sampai tiap hari, tiap saat, kegaduhan tentang reshuffle ini jadi mengganggu kita semua untuk bersama - sama memusatkan perhatian untuk mengatasi tugas - tugas yang sedang kita lakukan, “ kata SBY.

“Sekali lagi, reshuffle itu punya tujuan. Reshuffle kalau ada itu, untuk memperbaiki keadaan, bukan karena keinginan pihak A atau pihak B. Bukan karena ada surat yang masuk untuk siap menjadi menteri ini, menteri itu. Bukan titipan dari pihak sana, pihak sini. Kita ikuti norma demokrasi pemerintahan yang baik. Dengan demikian rakyat tidak menjadi bingung. Saya minta rakyat tenang bahwa pemerintahnya terus bekerja. Ada ataupun tidak ada reshuffle, kita akan bekerja terus untuk mengatasi masalah – masalah yang kita hadapi, “ tegas SBY menutup keterangannya.

 

Sumber :
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/03/09/1635.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0