Resmikan Lima Bendungan, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Mengabdi kepada Bangsa dan Rakyat

 
bagikan berita ke :

Jumat, 10 Juli 2026
Di baca 2 kali

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengabdi sepenuhnya kepada bangsa dan rakyat Indonesia saat memberikan sambutan pada peresmian lima bendungan di sejumlah daerah di Indonesia yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/07/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tetap waspada terhadap berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia sekaligus memperkuat persatuan nasional.

Presiden Prabowo mengatakan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang memiliki kekayaan alam melimpah masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk adanya pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia menjadi negara yang kuat dan maju. Karena itu, Kepala Negara mengajak seluruh rakyat untuk menjaga persatuan serta tidak lengah dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap kepentingan nasional.

"Kita sebagai bangsa yang pernah ratusan tahun dijajah, dihina, dianggap lebih rendah dari anjing. Kekayaan kita diperas sampai hari ini. Sampai hari ini kita masih dianggap rendah. Ada kelompok-kelompok tertentu, ada bangsa-bangsa tertentu, ada negara-negara tertentu yang iri sama kita. Yang iri karena kita kaya. Yang memikirkan bagaimana bisa mencuri kekayaan kita, dan kalau bisa Indonesia pecah," ujar Presiden.

Di hadapan masyarakat dan para pejabat yang hadir, Presiden menegaskan bahwa amanah yang diberikan rakyat akan dijalankannya dengan penuh kesetiaan. Presiden menyatakan tidak akan pernah menyerah dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, terutama untuk memastikan seluruh masyarakat terbebas dari kemiskinan dan kelaparan.

"Saya diberi kepercayaan oleh rakyat Indonesia. Saya dipilih oleh rakyat Indonesia dan saya akan setia kepada rakyat Indonesia. Dengan segala apa yang saya miliki, dengan segala tenaga, dengan segala pikiran, dengan segala energi yang saya miliki. Hanya satu. Saya akan mengabdi kepada bangsa dan rakyat saya. Dan saya tidak akan gentar. Saya tidak akan pernah menyerah," tegas Presiden.

Presiden Prabowo juga kembali menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi kemajuan sebuah negara. Menurut Kepala Negara, tidak ada bangsa yang dapat berdiri kokoh apabila tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya sendiri. Karena itu, Presiden bersyukur Indonesia kini semakin mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional.

"Saya tidak rela rakyat Indonesia miskin. Saya tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar. Saya tidak rela. Ada rakyat Indonesia yang lapar, itu penting bagi saya. Tidak ada negara yang berhasil kalau tidak bisa menghasilkan pangan bagi rakyatnya sendiri. Dan alhamdulillah Indonesia sekarang mampu memberi pangan untuk rakyatnya sendiri," ucap Presiden.

Selain itu, Presiden turut mengajak seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi dan kembali meneguhkan jati diri sebagai pelayan masyarakat. Ajakan tersebut ditujukan kepada birokrat, aparat TNI, Polri, hingga Kejaksaan agar senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap pelaksanaan tugas.

"Masalah bagi bangsa Indonesia, juga masalah bagi kita semua. Saya minta kita introspeksi, terutama para birokrat. Kita semua introspeksi. Pejabat-pejabat militer dan polisi introspeksi. Saudara-saudara milik rakyat. Bintangmu dari rakyat. Sepatumu dari rakyat. Topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan demikian juga," ujar Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti berbagai capaian pemerintah yang menurutnya berhasil diraih dalam waktu singkat meskipun menghadapi berbagai tantangan dan perlawanan dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu, termasuk pelaku korupsi.

Presiden menegaskan bahwa pemberantasan korupsi akan terus dilakukan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Kepala Negara memastikan bahwa penegakan hukum harus berjalan adil dan berlaku bagi seluruh warga negara tanpa memandang status maupun kekuasaan.

"Kita laksanakan. Kita akan tegakkan hukum. Dan hukum itu untuk semua, bukan untuk hanya orang kuat saja. Bukan hanya hukum untuk orang kaya saja," tegas Presiden. (BPMI Setpres)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0