Sambutan Presiden pada Pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Masa Khidmat 2022-2027 Dan Harlah Ke-96 NU

 
bagikan berita ke :

Senin, 31 Januari 2022
Di baca 2029 kali

Balikpapan Sport and Convention Center, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur
 
 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillahi robbil alamin, washolatu wassalamu ‘ala asrofil ambiya’i wal mursalin, sayyidina wa habibina wa syafiina wa maulana Muhammadin, wa ‘ala alihi wasohbihi ajma’in. Amma ba’du.

 

Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia yang juga selaku Mustasyar PBNU, Prof. K.H. Ma’ruf Amin beserta Ibu;
Yang saya hormati, Ketua DPR Republik Indonesia, Ibu Puan Maharani;
Yang saya hormati, Wakil Presiden ke-10 dan 12, Bapak Drs. H. Jusuf Kalla;
Yang saya hormati, para Menteri Kabinet Indonesia Maju beserta Kapolri yang hadir;
Yang saya hormati, Rais Aam PBNU, Bapak K.H. Miftachul Akhyar beserta seluruh jajaran pengurus;
Yang saya hormati, Ketua Umum PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf beserta seluruh jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tahun 2022-2027;
Yang saya hormati, Gubernur Provinsi Kalimantan Timur beserta seluruh jajaran Forkopimda;
Yang saya hormati, seluruh jajaran pengurus wilayah dan pengurus cabang Nahdlatul Ulama di seluruh Tanah Air, segenap warga NU yang hadir maupun yang mengikuti secara online;
Yang saya hormati, para tokoh agama, tokoh masyarakat;
Hadirin dan Undangan yang berbahagia.

 

Tadi malam, saya bingung. Saya bertanya ke Pak Menteri Sekretaris Negara, “Pak Menteri, besok pakaian apa?”, “Pak, kalau yang syuriyah pakai sarung, kalau yang tanfidziyah pakai celana panjang.” Saya sampaikan ke Pak Menteri, “Saya ikut syuriyah saja, pakai sarung.”

 

Pertama-tama, atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia, saya menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus PBNU masa khidmat tahun 2022 sampai dengan 2027 di bawah kepemimpinan Rais Aam Bapak K.H. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU Bapak K.H. Yahya Cholil Staquf. Terima kasih atas kiprah NU selama ini dalam menjaga NKRI dan dalam menjaga Pancasila.

 

Pandangan hubbul wathon minal iman juga NKRI harga mati telah merangkai persatuan dan kesatuan bangsa. NU telah terus-menerus mendorong moderasi beragama, bertoleransi, dan kebangsaan. NU dapat menunjukkan wajah Islam, menunjukkan wajah Indonesia yang teduh dan ramah di mata dunia, dan menunjukkan agama dan budaya yang bersanding, saling memperkaya satu sama lain. Semua ini telah membuat Indonesia menjadi bangsa bersatu dalam keberagaman dan menjadi rujukan bagi bangsa-bangsa lain.

 

Sekali lagi, atas nama masyarakat, bangsa, dan negara, saya menyampaikan terima kasih kepada para Kiai, para Ibu Nyai, dan seluruh keluarga besar NU atas kontribusinya selama ini, kini, dan nanti.

 

Para Kiai, Bapak/Ibu, Hadirin, yang saya muliakan,
Kekuatan NU luar biasa besar, sangat besar, bukan hanya bisa berkontribusi untuk Indonesia tetapi juga untuk dunia. Dengan jumlah warga NU yang sangat besar, sekitar separuh lebih dari warga muslim Indonesia, serta dengan jaringan organisasi yang sangat lengkap yang tersebar di seluruh pelosok negeri dan luar negeri, NU merupakan potensi bangsa yang sangat besar.

 

Talenta-talenta muda hebat di NU juga makin banyak jumlahnya yang tersebar dalam beragam profesi. Kontribusi NU yang paling utama adalah melalui peran besar para ulama besar yang menjadi sumber tuntunan umat. Tapi semakin banyaknya warga Nahdliyin yang cendekiawan, kaum profesional, wirausaha, dan para teknolog akan membuat NU makin memberikan warna dalam dunia baru yang makin berubah.

 

NU memiliki jaringan organisasi yang sangat luas. NU memiliki pengurus dan badan otonom (banom) di seluruh provinsi, di seluruh kabupaten dan kota, bahkan di kecamatan dan kelurahan serta desa. Di luar negeri pun, diaspora NU berkembang sangat pesat, ini yang saya lihat, dengan cabang istimewa telah tersebar di lebih dari 100 negara di dunia. Jika jaringan ini digerakkan, dikonsolidasikan untuk menggulirkan agenda-agenda strategis nasional, Ini akan menjadi kekuatan besar yang sangat potensial untuk mempercepat menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa dan kemanusiaan.

 

Semua potensi itu perlu dijahit, perlu dirajut, dalam rumah besar NU sehingga NU bisa makin berperan dalam kemandirian dan kemajuan bangsa, makin berperan dalam dunia yang penuh perubahan dan disrupsi, dalam dunia yang makin diwarnai oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

Situasi dunia yang serba baru menuntut hadirnya cara-cara baru yang kreatif. Perubahan yang cepat akibat revolusi industri dan juga pandemi (Covid-19) menuntut cara-cara baru yang inovatif. Modernisasi, digitalisasi, otomasi, tak mungkin lagi bisa dihindari. Saya membayangkan beberapa waktu ke depan. NU memiliki database jemaah yang lengkap dan canggih dengan bantuan teknologi digital. Sangat mungkin. Memakai blockchain, memakai artificial intelligence, memakai machine learning, dan lain-lain. Sangat memungkinkan karena NU memiliki SDM-SDM yang sangat baik dan mengerti mengenai ini.

 

Saya membayangkan NU mempunyai marketplace yang andal, tempat produsen dan konsumen NU bertransaksi secara praktis dan memasukkan produk-produk unggulan warga NU dalam rantai pasok global. Ini juga sangat memungkinkan. Saya membayangkan ini dalam waktu segera, NU mempunyai platform edutech yang juga mempunyai platform learning management system yang andal yang memfasilitasi jutaan santri untuk mengaji dari semua kiai-kiai besar, ilmuwan, teknolog, dan entrepreneur di mana pun dan kapan pun secara mudah dan murah.

 

Saya kenal satu orang, yang lain masih banyak lagi. Beliau ini kerja di Singapura, sudah lama, tujuh tahun yang lalu saya kenal. Ngerjain ini semuanya apa pun bisa. Masih muda sekali. Namanya Mas Ainun Najib, (dari) NU. Tapi di sana gajinya sangat tinggi sekali. Jadi, kalau diajak ke sini harus bisa menggaji lebih gede dari yang di Singapura. Ini, tugasnya nanti Pak Kiai. Kalau beliau yang ngendika, digaji berapa pun, bismillah pasti mau.

 

Kita perlu memberikan ruang yang lebih besar kepada warga NU dari generasi milenial. Dari generasi Gen-Z. Untuk tampil dan mengambil peran sentral dalam perkembangan Indonesia yang baru. Kaum muda NU yang aktif di creative industry, di fashion designer, di graphic designer, dan lain-lain. Kaum muda NU yang IT specialistprogrammer, IT security expertweb developer, dan lain-lain, banyak sekali. Ini yang harus diambil dan dimanfaatkan. Kelompok muda profesional NU yang bekerja di korporasi, bekerja di start up global, atau konsultan-konsultan global, banyak sekali. Perlu punya naungan dan wadah yang kuat di organisasi PBNU.

 

Untuk mendukung inovasi-inovasi tersebut, NU perlu mempunyai sentra-sentra ikubator inovasi yang sangat efektif. NU perlu mempunyai venture capital sendiri, modal ventura sendiri yang kuat dengan membangun dana abadi yang nantinya mempunya sovereign wealth fund sehingga NU mempunyai kekuatan dalam membiayai program-program unggulan dan program-program inovatif. Oleh sebab itu, kenapa saya sampaikan pada muktamar yang lalu, pemerintah siap memberikan konsesi yang besar tapi secara profesional, sesegera mungkin.

 

Saya sudah siapkan (konsesi). Enggak mungkin saya memberikan ke NU itu yang kecil-kecil. Saya pastikan yang gede, sudah. Insyaallah yang gede. Semua ini sekaligus akan menjadi bagian untuk makin memperkokoh kemandirian dan kewirausahaan sosial di Nahdlatul Ulama dan menjadi bagian penting dari kebijakan transformasi yang sedang dilakukan oleh pemerintah terutama transformasi hijau yang berkelanjutan dan inklusif, transformasi digital ekonomi, serta peningkatan kelas UMKM kita.

 

Dengan dukungan dari organisasi PBNU, para aktivis NU bisa makin giat mengisi forum-forum dunia di berbagai bidang, baik di bidang keagamaan, di bidang sosial, di bidang kemanusiaan, maupun di bidang ekonomi, kewirausahaan, serta pengembangan ilmu dan pengetahuan.

 

Pendirian masjid dan madrasah NU di sejumlah negara, kita harapkan bisa ditambah lagi. NU juga perlu mempunyai beberapa universitas dan rumah sakit Nahdlatul Ulama cabang luar negeri. Mengirim lebih banyak lagi juru dakwah hebat di berbagai negara, menawarkan perdamaian, toleransi, dan persatuan.

 

Para Kiai, Bapak/Ibu, dan Hadirin yang saya muliakan,
Kepada Bapak K.H. Miftachul Akhyar dan Bapak K.H. Yahya Staquf, beserta seluruh jajaran pengurus, selamat berkhidmat menjalankan amanah kepengurusan. Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan bimbingan, memberikan kekuatan, memberikan kemudahan kepada seluruh jajaran pengurus dan seluruh bangsa Indonesia, aamiin yaa rabbal ‘alamin.

 

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Sekali lagi selamat atas pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2022-2027.

 

Terima kasih.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.