Sambutan Presiden RI pada Peresmian Patung Pahlawan Nasional Dr. J Leimena, Ambon, 9 Juni 2012

 
bagikan berita ke :

Sabtu, 09 Juni 2012
Di baca 1111 kali

SAMBUTAN

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PADA

PERESMIAN PATUNG PAHLAWAN NASIONAL DR. JOHANNES LEIMENA

DI AMBON, PROVINSI MALUKU

PADA TANGGAL 9 JUNI 2012

 

 

 

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Shalom,

 

Yang saya hormati Ibu Melani Leimena Suharli, baik dalam kapasitas beliau sebagai Wakil Ketua MPR-RI maupun putri pahlawan nasional kita, Almarhum Dr. Johannes Leimena, serta Bapak Suharli,

Yang saya hormati para Menteri dan Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, Panglima TNI, dan Kapolri,

Yang saya hormati Saudara Gubernur Provinsi Maluku beserta para pejabat negara dan pejabat pemerintahan yang mengemban tugas di Maluku,

Yang saya cintai keluarga besar pahlawan nasional Dr. Johannes Leimena,

Yang saya hormati para anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, para tokoh masyarakat, para pemuka agama, para cendekiawan, dan mahasiswa,

 

Hadirin sekalian yang saya muliakan,

 

Marilah bersama-sama, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, pada hari ini, kita dapat berkumpul bersama-sama untuk menghadiri peresmian patung pahlawan nasional asal Ambon yang amat kita cintai, Dr. Johannes Leimena, yang dirangkaikan dengan peresmian berbagai proyek infrastruktur yang didanai oleh APBN maupun APBD di provinsi ini. Pada kesempatan yang baik ini pula, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Saudara Gubernur beserta jajaran pemerintah daerah Provinsi Maluku, atas upaya dan kerja kerasnya untuk memajukan provinsi ini, sehingga tumbuh dan berkembang dengan tingkat kesejahteraan yang terus membaik. Dari laporan yang saya terima, pertumbuhan ekonomi di provinsi ini, pada tahun 2011 yang lalu mencapai 7,8% atau lebih tinggi dari rata-rata nasional 6,5%. Pertumbuhan ekonomi sebesar itu tentu, di samping sungguh membanggakan, dan dapat lebih meningkatkan kesejahteraan rakyat di provinsi ini.

 

Saudara-saudara,

 

Hari ini kita hadir di tempat ini untuk meresmikan patung pahlawan nasional yang berasal dari kota ini, yaitu Dr. Johannes Leimena. Kehadiran patung ini, sebagaimana disampaikan oleh Ibu Melani maupun Saudara Gubernur tadi, tidak dimaksudkan untuk mengkultuskan sosok pahlawan Leimena, tetapi untuk mengenang perjuangan beliau sejak zaman pergerakan kemerdekaan, sekaligus yang memberikan inspirasi kepada kita semua untuk terus melanjutkan perjuangan beliau. Kita mengenal Dr. Johannes Leimena sebagai tokoh pejuang kemerdekaan, tokoh pergerakan kemerdekaan, serta negarawan yang religius. Sejarah mencatat, Pak Leimena adalah inisiator berdirinya organisasi kepemudaan Jong Ambon, salah satu organisasi kepemudaan di era pergerakan nasional. Pada saatnya, Jong Ambon berhasil menggalang semangat nasionalisme di kalangan pemuda Ambon, yang juga berperan aktif pada Kongres Pemuda 28 Oktober 1928, yang menghasilkan Sumpah Pemuda.

 

Sebagai pejuang kemerdekaan, beliau tidak hanya aktif dalam organisasi kepemudaan, tetapi juga mengabdikan dirinya sebagai dokter yang terjun langsung ke medan juang. Pak Leimena telah mewariskan semangat juang yang tidak kenal lelah dan pantang menyerah, sejak zaman pergerakan revolusi fisik hingga zaman kemerdekaan. Semasa hidupnya, beliau telah meneladankan nilai-nilai kejujuran, integritas, loyalitas, serta semangat juang, dengan pengorbanan tanpa pamrih bagi bangsa dan negara. Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan, jasa, dan pengabdian beliau kepada bangsa dan negara, pada tahun 2010 yang lalu, saya selaku kepala negara, telah menetapkan Dr. Leimena sebagai Pahlawan Nasional.

 

Hadirin sekalian yang saya hormati,

 

Bersamaan dengan peresmian Patung Pahlawan Nasional Dr. Johannes Leimena, kita juga meresmikan selesainya berbagai proyek pembangunan di Provinsi Maluku ini. Proyek-proyek infrastruktur ini, pembangunannya sebagaimana disampaikan oleh Pak Gubernur tadi, didanai oleh negara melalui APBN dan APBD. Dengan selesainya proyek-proyek tersebut, kita harapkan akses rakyat terhadap sumber daya air, sarana transportasi, sarana pendidikan, sarana olah raga, dan sarana kegiatan keagamaan makin meningkat.

 

Selesainya pembangunan infrastruktur-infrastruktur itu, sesungguhnya baru sebagian dari upaya pemerintah dalam rangka melengkapi infrastruktur di provinsi ini. Ke depan, masih banyak lagi infrastruktur yang perlu terus kita bangun di Provinsi Maluku. Sebagaimana Saudara-saudara ketahui, sejak bulan Mei tahun 2011 yang lalu, saya telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia, atau sering disebut MP3EI 2011-2025. Melalui MP3EI, Provinsi Maluku kita jadikan bagian dari Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku. Pembangunan ekonomi pada koridor ini kita tujukan untuk menjadikan Maluku dan Papua sebagai pusat pengembangan pangan, perikanan, energi, dan pertambangan nasional.

 

Saudara-saudara,

 

Sebagai wujud dari upaya itu, pembangunan infrastruktur yang kita gulirkan melalui MP3EI di Provinsi Maluku kita arahkan agar dapat mendukung peningkatan produktivitas sektor perikanan melalui pembangunan jaringan kluster industri perikanan di sekitar perairan Banda, Arafura, dan Seram, yang dikenal sebagai segitiga emas perikanan, golden fishing ground.

 

Pembangunan sektor perikanan di Provinsi Maluku, juga kita arahkan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, khususnya melalui perluasan lapangan kerja dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di sektor perikanan. Ke depan, dengan sumber daya alam kelautan yang melimpah, kita ingin mewujudkan Provinsi Maluku ini sebagai lumbung ikan nasional.

 

Hadirin sekalian yang saya hormati,

 

Dari apa yang saya kemukakan tadi, saya mengajak segenap masyarakat di Kota Ambon dan Provinsi Maluku, agar terus melanjutkan kerja sama, kerja keras, dan kerja cerdasnya dalam meningkatkan prestasi pembangunan di provinsi yang kita cintai ini. Jaga dan pelihara fasilitas infrastruktur yang telah selesai dibangun dengan dana yang tidak sedikit itu. Mari kita pastikan semua fasilitas yang kita resmikan pada hari ini dapat berfungsi dengan baik dan tahan lama.

 

Kepada Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, saya berpesan agar memastikan lancarnya pembangunan infrastruktur dan kegiatan pembangunan lainnya di wilayah ini. Kedepankan pengelolaan APBN dan APBD yang makin efisien, transparan, dan akuntabel. Kedepankan kegiatan pembangunan yang langsung menyentuh kesejahteraan rakyat dan memperluas pemberdayaan masyarakat di berbagai kegiatan ekonomi. Batasi pengeluaran yang tidak produktif, cegah semua bentuk penyelewengan, ajak masyarakat untuk ikut mengawasi pemanfaatan anggaran pembangunan. Berikan pula perhatian besar pada upaya penghematan energi dan pengelolaan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Berikan pula dukungan dalam menyukseskan pembangunan Koridor Ekonomi Papua-Kepulauan Maluku yang telah tertuang dalam MP3EI. Pelihara iklim yang kondusif bagi pembangunan di provinsi ini. Berikan kemudahan dalam akses berinvestasi. Insya Allah suksesnya pembangunan Koridor Ekonomi Papua, Kepulauan Maluku, dapat lebih mengalirkan sumber-sumber kemakmuran ke wilayah ini guna lebih meningkatkan lagi kesejahteraan masyarakat Maluku.

 

Sebelum saya menutup acara ini, saya ingin merespon dan sekaligus menyampaikan kabar gembira untuk Saudara-saudara semua,

 

Pertama, ada yang disebut dengan SAL, SAL ini singkatnya adalah Sisa Anggaran Lebih. Setelah kita gunakan pada tahun 2011, masih ada sisanya, jumlahnya sebetulnya sekitar 26 trilliun, tetapi menurut Undang-Undang Dasar, sebagian, atau 20% harus digunakan untuk kepentingan pendidikan. Nah sisanya, kebijakan pemerintah, saya telah menetapkan digunakan hanya untuk 5 provinsi, yaitu Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan NTT. Dari Pekerjaan Umum saja, dari PU, tambahan untuk Maluku ini berjumlah 800 milliar, belum yang lain-lain. Itu good news yang pertama.

 

Good news yang kedua, di wilayah Maluku ada kawasan laut namanya Masela, berbatasan dengan Timor Leste, sekarang sedang dilakukan untuk pembangunan proyek gas alam. Eksplorasi dan persiapan pembangunan tengah dilaksanakan. Saya telah memutuskan untuk dilakukan percepatan pembangunan itu. Karena kalau tidak, akan lama sekali ngocornya dan lama sekali rezeki datang untuk negara kita dan Maluku. Dengan percepatan, bersabar dulu, Insya Allah pada tahun 2017, itu sudah bisa menghasilkan gas. Nantinya, sekali lagi, nantinya mulai tahun 2017 ke depan, total yang dihasilkan itu jumlahnya sekitar, kalau dihargakan, Rp. 400 trilliun, untuk kepentingan semuanya, nasional. Nah, khusus Maluku, saya telah menetapkan yang disebut dengan participating interest, 10% dari itu mudah-mudahan, Insya Allah kalau ada dana sekitar 40 trilliun ke depan digunakanlah dengan baik-baik untuk lebih membangun Provinsi Maluku yang sama-sama kita cintai.

 

Yang ketiga, usulan agar Jurusan Kedokteran Universitas Pattimura dikukuhkan menjadi Fakultas, Mendikbud ada di sini, percepat, kemudian kalau segala sesuatunya sudah memenuhi syarat, segera ditetapkan menjadi Fakultas Kedokteran, sekaligus agar ada pewaris-pewaris dan penerus-penerus pahlawan kita, Dr. Johannes Leimena.

 

Usulan-usulan yang lain, kami terima dengan seksama dan saya sebagai Presiden menggunakan sistem apa pun, pandangan, usulan dari mana pun, saya terima, kita olah, kemudian manakala itu menjadi keputusan terbaik, kebijakan terbaik, dan menyelesaikan persoalan yang penuh.

 

Bapak, Ibu, Saudara-saudara, itulah yang ingin saya sampaikan dan saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan. Kemarin, ketika hujan lebat saya datang mendarat di bandara, kita sepanjang jalan, di tengah hujan, sebagian besar menggunakan payung, menyambut kedatangan saya dan rombongan. Saya bersyukur, berterima kasih, kami juga rindu, kami juga ingin menyapa Saudara-saudara semua, Saudara-saudara yang amat kami cintai, yang insya Allah, sekarang inilah awalnya Ambon lebih bersatu, lebih rukun, lebih damai untuk kepentingan kita semua.

 

Berkali-kali saya mengatakan, saya juga menjadi salah satu saksi sejarah. Hari-hari yang berat waktu itu, saya mulai aktif mencari solusi damai, merajut persaudaraan kembali mulai tahun 2000 sampai 2003 bersama yang lain-lain, termasuk Pak Gubernur. Tuhan Maha Besar, Allah SWT memberikan rahmat-Nya, akhirnya meskipun sejarah itu sungguh sejarah yang tidak pernah kita lupakan, tetapi Tuhan telah membuka lembaran baru untuk provinsi ini, untuk masyarakat ini. Mari kita jaga dengan baik-baik, agar terus tumbuh berkembang dan kesejahteraan rakyat juga makin meningkat.

 

Saudara-saudara,

 

Itulah yang dapat saya sampaikan, dan akhirnya dengan terlebih dahulu memohon rida Allah SWT, dan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, patung Pahlawan Nasional Dr. Johannes Leimena dan berbagai proyek APBN dan APBD di Provinsi Maluku, saya nyatakan dengan resmi penggunaannya.

 

Terima kasih,

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Shalom.

 

 

 

Asisten Deputi Naskah dan Penerjemahan,

Deputi Bidang Dukungan Kebijakan,

Kementerian Sekretariat Negara RI