SBY dan Howard Resmikan RS Mata di Sanglah

 
bagikan berita ke :

Sabtu, 28 Juli 2007
Di baca 779 kali

Dalam sambutannya, PM Howard antara lain mengatakan bahwa pembangunan pusat mata ini merupakan salahsatu komitmen pemerintah Australia yang didedikasikan bagi korban serangan Bom Oktober 2002 " Fasilitas ini juga berfungsi sebagai monumen dan tanda peringatan bagi semua korban serangan bom Bali," ujar Howard. Rumah sakit ini bukan hanya diperuntukkan bagi warga Australia korban serangan bom Bali, tapi juga juga untuk masyarakat Bali dan warga asing lainnya yang juga menjadi korban bom," kata Howard. Pembangunan rumah sakit mata ini, lanjutnya, juga untuk membuktikan kemurnian persahabatan antara Australia dan Indonesia, meskipun memiliki latar belakang yang berbeda.

Presiden SBY pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah Australia dalam kerjasamanya membangun ABMEC . "Peresmian rumah sakit pusat mata ini, dilandasi semangat kemanusiaan, cinta, dan persahabatan, dan ini juga menjadi monumen eratnya persahabatan Indonesia dan Australia," kata Presiden. Kerjasama ini, lanjut Presiden, juga merupakan tindak lanjut kerjasama kedua negara yang lebih memfokuskan pada kepentingan masyarakat kedua negara.

Menurut data WHO, di Bali terdapat sekitar 55 ribu orang penderita penyakit mata, lebih dari setengahnya buta karena katarak. Mayoritas dari mereka tidak mampu membayar biaya operasi bedah untuk mengembalikan penglihatan mereka. Usai meresmikan ABMEC dengan membuka selubung kain prasasti, Kedua pemimpin negara beserta rombongan meninjau ke dalam rumah sakit. Beberapa menteri nampak mendampingi Presiden, antara lain Menko Perekonomian Boediono, enkes Sitti Fadillah Soepari, Meneg KLH, Menseskab Sudi Silalahi, Kapolri Sutanto dan dua Jubir Presiden, Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng.

 

Sumber:
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/07/27/2073.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0