SELEKSI UJIAN TERTULIS SEKRETARIAT NEGARA: PERSAINGAN SEMAKIN KETAT !

 
bagikan berita ke :

Jumat, 09 November 2007
Di baca 1806 kali

061107e_a.jpgSebanyak 2.259 peserta mengikuti ujian tes tertulis yang diselenggarakan oleh Sekretariat Negara dalam rangka pelaksanaan proses seleksi pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Negara di Gedung Istora Senayan, Jakarta, Selasa (6/11). Para peserta terlihat telah berdatangan dan memadati Istora sejak pagi dan mencari tempat duduk ujian berdasarkan nomor ujiannya.

Ujian tes tertulis yang dijalani peserta terdiri dari dua materi yaitu materi kompetensi dasar yang meliputi pengetahuan umum, bakat skolastik, skala kematangan dan materi Bahasa Inggris. Pelaksanaan ujian dilaksanakan tepat pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 13.00 WIB dengan hanya diselangi sekali istirahat selama setengah jam.          
 
Deputi Mensesneg Bidang Sumber Daya Manusia Sekretariat Negara, Bambang Prajitno, yang turut menyaksikan berlangsungnya proses ujian tersebut mengungkapkan rasa syukurnya karena semuanya berjalan dengan tertib. �Saya sangat bersyukur karena sejak persiapan dibuka ternyata berjalan dengan tertib. Mereka yang mengikuti seleksi ini ternyata bisa datang lebih awal dan hingga menit-menit terakhir tidak ada kegaduhan. Peserta benar-benar tertib dan mendengarkan arahan panitia,� ungkapnya. 
 
Bambang Prajitno juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. �Saya melihat dari tiga tahun berturut-turut, semakin ada peningkatan ketertiban dan semakin baik dibandingkan yang sudah-sudah.�
 
Hal ini juga diiyakan oleh salah satu peserta, Hertria Maharani (21 tahun), yang mengikuti ujian. �Menurut saya, ujian hari ini tepat waktu, terorganisir, dan cepat. Suasana dan tempat pelaksanaannya juga enak. Kalau tes-tes semacam ini di tempat lain, pasti kebanyakan ngaret,� paparnya.
 
Gadis lulusan S1 Politik UI ini mengaku saat ini sudah bekerja di perusahaan swasta sebagai analis politik, namun ia lebih berharap bisa lulus seleksi di Sekretariat Negara dan diterima pada posisi analis kebijakan dalam negeri. �Dari dulu saya memang ingin jadi PNS dan ingin mengaplikasikan ilmu saya. Sebenarnya di tempat saya bekerja sekarang sudah teraplikasikan, tapi kalau di Sekretariat Negara kan lebih terjamin.�
 
Kata-kata bernada sama juga diungkapkan oleh Faisal Fahmi (27 tahun), peserta yang juga sudah bekerja. Ia berharap bisa lolos seleksi hari ini dan dipanggil untuk tahapan selanjutnya. �Saya lega sudah mengakhiri ujian hari ini, walau pusing juga pada awal mengerjakan soal-soalnya,� ungkapnya. Faisal mengaku siap keluar dari tempat bekerjanya sekarang. �Saya condong jadi pegawai negeri karena lebih safety, maksudnya, sepanjang kita engga berbuat aneh-aneh, soal pensiun dan gaji pasti aman,� kata lulusan S1 Hukum Udayana, Bali. 

Hanya Dipanggil Sekitar 592 Orang
 
Kepala Biro Kepegawaian Deputi Mensesneg Bidang Sumber Daya Manusia Sekretariat Negara, Cecep Sutiawan, menjelaskan bahwa semua lembar jawaban ujian hari ini akan dikumpulkan dan diperiksa dengan menggunakan scanner dan komputer dan akan disaksikan oleh Tim Pengadaan CPNS Sekretariat Negara RI. �Karena hari ini ada 2 materi ujian, nilai tersebut akan dirata-ratakan, kemudian kita buat peringkatnya. Dari peringkat tersebut akan kita panggil peserta sebanyak 4 kali lipat jumlah formasi untuk mengikuti tahapan berikutnya, psikotes tertulis dan wawancara, mungkin hanya sekitar 592 orang yang akan diambil,� paparnya.

Lebih lanjut ditambahkannya, �Setelah pemeriksaan ujian dari komputer, hasilnya akan diserahkan kepada pihak konsultan untuk tahapan selanjutnya, yakni psikotes tertulis dan wawancara. Kemudian, hasil dari konsultan tersebut akan dirapatkan oleh tim pengadaan, selanjutnya akan disampaikan kepada Mensesneg selaku pejabat pembina kepegawaian di Setneg. Jadi pada akhirnya yang memutuskan adalah Mensesneg dengan adanya masukan dari Tim Pengadaan CPNS Setneg berdasarkan hasil psikotes dari konsultan tadi.�
 
Mengomentari tentang isu seleksi pegawai yang acapkali tidak murni, Cecep Sutiawan menyatakan hal tersebut tidak berlaku di Sekretariat Negara. �Kami melakukannya dengan seobyektif mungkin. Kami pun mengusahakan meminimalisir keterlibatan tim pengadaan di Sekretariat Negara. Untuk soal ujian saja, beberapa tahun belakangan ini kita memang meminta bantuan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia untuk membuatkannya, jadi bukan Setneg yang membuat. Panitia pun tidak ada yang tahu seorang pun. Artinya benar-benar rahasia. Di pelaksanaannya hari ini, soal-soal itu juga kami jaga sampai pagi dan benar-benar baru dibuka tadi di depan para peserta.�   
 
Para peserta juga dihimbau untuk berhati-hati terhadap oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengaku bisa memasukkan pegawai ke Sekretariat Negara sambil meminta imbalan. �Hati-hati, itu semua bohong,� tegas Cecep Sutiawan. (HUMAS-SETNEG)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           1           0           0           0