Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan dalam Berbangsa, Kemensetneg Gelar Kajian Islam

 
bagikan berita ke :

Kamis, 01 September 2022
Di baca 457 kali

Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menggelar ceramah keagamaan Islam bertemakan “Meningkatkan Rasa Keimanan dan Ketakwaan dengan Berbangsa dan Bernegara”, di Mushola Al Ikhlas, pada Rabu (31/08).

Kegiatan pengajian yang rutin dilakukan ini bertujuan untuk membina dan membimbing seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Kemensetneg. M. Anwar Hariadi selaku Ketua Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Al-Ikhlas mengatakan, “Pengajian ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu juga untuk menjalin dan mempererat tali silaturahmi untuk kita semua.”

Anwar juga menyampaikan bahwa, Ceramah Kebangsaan ini berkaitan dengan HUT ke-77 Kemerdekaan RI yaitu untuk membangun bangsa dengan cara meningkatkan keimanan. “Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan yang menjadikan kamu berbangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal,” ungkap Anwar.

KH. Zulfa Mustafa sebagai pengisi kajian pada Ceramah Kebangsaan ini menegaskan, “Agama dan negara itu seperti saudara kembar. Agama seperti asalnya, sementara negara itu adalah penjaganya. Oleh karena itu, apabila Agama tidak ada negaranya atau tidak ada penjaganya maka akan runtuh. Ungkapan ini memperlihatkan betapa pentingnya untuk berbangsa dan beragama.”

Dalam bahasannya, KH. Zulfa Mustafa juga mengingatkan pada pegawai yang hadir maupun mengikuti secara virtual, supaya lebih meningkatkan kembali rasa cinta tanah air. Terlebih, mengingat bahwa Indonesia saat ini sudah 77 tahun merdeka. Menurut KH. Zulfa, merdeka bermakna bebas atau tidak bergantung.




Mengutip dari  Al Qur’an penggalan dari surat Al Quraish (3-4), KH Zulfa menjelaskan, “Dari dua ayat tersebut, disampaikan bahwa ada dua makna yang terkandung didalamnya. Pertama, karena Allah SWT menganugerahkan kenikmatan dengan kecukupan pangan. Kedua, diberikan anugerah dengan rasa aman sehingga tidak ada rasa takut ketika mendapatkan serangan dari manapun.”


Tidak hanya itu, KH Zulfa menyebutkan yang perlu dimiliki oleh setiap orang saat ini adalah adab. “Adab merupakan satu hal penting yang harus dimiliki setiap orang. Ulama juga menyebutkan bahwa Al adaabu fauqaa ‘Ilmi, adab itu di atasnya ilmu,” ucapnya.

Dalam konteks dimaksud, sebagai umat manusia sudah seharusnya memiliki adab. “Percuma kita tinggi ilmu tapi tidak mempunyai adab. Hal ini sesuai dengan nilai Pancasila pada sila kedua yang berbunyi, Kemanusiaan yang adil dan beradab,” pungkas KH. Zulfa menutup kajian hari ini. (ABI/DEW/YLI- Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           1           0